Kualitas Udara Menurun, Daswippetra Bagikan 20 Ribu Masker untuk Warga dan Pelajar di Solok

Penulis -

Sabtu, 19 September 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sumbar Daswippetra Dt Mjj Alam saat membagikan masker. (Foto: Ist)

Anggota DPRD Sumbar Daswippetra Dt Mjj Alam saat membagikan masker. (Foto: Ist)

Solok, Javanusa—Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mulai berdampak pada aktivitas masyarakat.

Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD Sumbar Daswippetra Dt Mjj Alam membagikan 20 ribu masker kepada warga dan pelajar di Kota serta Kabupaten Solok.

Bantuan itu disalurkan dalam dua sasaran. Sebanyak 10 ribu masker diberikan kepada masyarakat umum, sedangkan 10 ribu lainnya disalurkan melalui sejumlah sekolah untuk para pelajar.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di tengah penurunan kualitas udara. Anak-anak dan pelajar mendapat perhatian khusus karena mereka tetap harus mengikuti kegiatan pendidikan.

Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga

Kondisi udara yang memburuk tidak hanya mengganggu kenyamanan. Paparan asap juga dapat memengaruhi kesehatan serta aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat. Cuaca yang cenderung kering pada musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap.

Dampaknya telah terlihat di sejumlah daerah. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada 17 September 2026 menyesuaikan kegiatan pembelajaran setelah kabut asap mengganggu kualitas udara selama beberapa pekan.

Saat itu, kondisi ISPU masuk kategori tidak sehat. Pemerintah kemudian meliburkan kegiatan pembelajaran PAUD dan TK serta mengarahkan siswa SD dan SMP belajar dari rumah pada 18–19 September 2026.

Daswippetra Pilih Langkah Perlindungan Sederhana

Situasi tersebut turut menjadi perhatian Daswippetra. Ia menilai masyarakat membutuhkan langkah perlindungan, terutama ketika kualitas udara berada dalam kondisi kurang baik.

“Kita melihat kondisi kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, saya merasa perlu melakukan sesuatu yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Daswippetra.

Baca Juga :  Cuaca Sumbar 30 Mei 2026: Sawahlunto dan Pariaman Cerah, Padang hingga Bukittinggi Berawan

Menurutnya, pembagian masker tidak dapat menyelesaikan persoalan kabut asap secara menyeluruh. Namun, masker dapat menjadi perlindungan sederhana bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.

“Masker memang bukan solusi untuk menyelesaikan kabut asap. Tetapi setidaknya ini menjadi ikhtiar untuk membantu masyarakat, terutama anak-anak yang masih harus menjalani aktivitas pendidikan,” ujarnya.

Wakil Rakyat Diminta Hadir Saat Warga Menghadapi Persoalan

Daswippetra mengatakan kepedulian terhadap kondisi masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Ia menilai persoalan yang disampaikan warga perlu mendapat tindak lanjut sesuai kemampuan yang tersedia.

“Ketika masyarakat menghadapi persoalan, wakil rakyat harus hadir. Jangan hanya melihat dan menyampaikan keprihatinan. Kalau ada yang bisa kita lakukan dan langsung membantu masyarakat, tentu harus kita lakukan,” katanya.

Ia berharap seluruh masker yang telah disalurkan dapat digunakan secara optimal oleh warga dan pelajar. Terutama saat mereka harus menjalankan aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara belum membaik.

Daswippetra juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan kualitas udara. Ketika kondisi memburuk, warga sebaiknya mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus bepergian.

“Kita berharap kondisi ini segera membaik. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan menunjukkan bahwa masyarakat tidak menghadapi kondisi ini sendirian,” tuturnya.

Perlindungan Kelompok Rentan Perlu Diperhatikan

Menurut Daswippetra, kabut asap juga menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi penurunan kualitas udara.

Pemantauan kualitas udara perlu terus dilakukan. Langkah perlindungan juga penting, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan agar dampak terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat dapat ditekan. (*)

Berita Terkait

Gustami Hidayat Salurkan Bantuan Pangan untuk Ibu Hamil dan Balita di Padang
Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak di Sumbar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi, Kuasai Teknologi dan Berpikir Kritis
Kejurprov Tenis Meja Sumbar 2026 Diikuti 156 Peserta, Gustami Hidayat Tekankan Sportivitas
Monev KI Sumbar 2026, DPRD Sumbar Paparkan 19 Inovasi Layanan Informasi Publik
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Guru Fisika Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Gerakan Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak
Evi Yandri Ajak Warga Sumbar Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru