Kualitas Udara Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Aturan Disdikbud untuk PAUD hingga SMP

Penulis -

Senin, 14 September 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kualitas udara Padang masuk kategori berbahaya. (Foto: Pemko Padang)

Kualitas udara Padang masuk kategori berbahaya. (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mengambil langkah cepat menyikapi memburuknya kualitas udara.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menginstruksikan sekolah menyesuaikan kegiatan belajar mengajar pada Senin (14/9/2026).

Kebijakan tersebut bertujuan melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan. Sekolah juga diminta membatasi aktivitas yang berpotensi meningkatkan paparan polusi udara.

ISPU Padang Tembus Level Berbahaya

Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menjadi dasar penerapan kebijakan tersebut. Pada pukul 06.00 WIB, stasiun pemantauan Padang Pasir di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 51 mencatat ISPU PM2.5 sebesar 440.

Sementara itu, parameter PM10 mencapai angka 404. Kedua angka tersebut masuk kategori Berbahaya karena berada di atas ambang 300.

Kondisi itu dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, Pemkot Padang meminta sekolah segera menyesuaikan aktivitas pembelajaran.

Murid dengan Gejala ISPA Boleh Tidak Masuk

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.1/28/Dikbud-Pdg/IX/2026. Edaran itu berlaku bagi seluruh PAUD/TK, SD negeri dan swasta, serta SMP negeri dan swasta di Kota Padang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan sejumlah ketentuan yang harus diterapkan sekolah.

“Murid yang sakit atau mengalami gejala ISPA diperkenankan untuk tidak masuk sekolah. Murid wajib menggunakan masker, begitu juga dengan para Tenaga Pendidik (Tendik). Dilarang melaksanakan kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya di luar ruangan,” tegas Yopi.

Selain penggunaan masker, sekolah juga harus menghentikan kegiatan olahraga dan aktivitas lain di luar ruangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan polutan selama kualitas udara berada pada kondisi berbahaya. (*)

Baca Juga :  6 Tanda Asam Urat Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Merusak Sendi

Berita Terkait

Disdikbud Padang Latih 350 Guru SMP Kuasai AI dan Konten Digital Pembelajaran
SMPN 17 Padang Jadi Sekolah Percontohan LMS Ruang Kelas Digital
Ratusan Pelajar Sumbar Adu Kemampuan di Pra-OSN 2026, Siap Menuju Panggung Nasional
Semarak HSN 2026, Ponpes Modern Hijrah Medina Lengayang Padukan Pendidikan Agama, Kreativitas dan Kewirausahaan
Inovasi Biodiesel dari Limbah, Siswa SMK SMAK Padang Raih Juara 2 dan Poster Terbaik di Lomba Kimia XXX Unand
Sekolah di Padang Kembali Tatap Muka 22 Oktober 2026, Siswa Wajib Pakai Masker
Disdikbud Padang Dampingi 342 Guru SD Cegah Perundungan dan Kekerasan di Sekolah
MTsN 5 Kota Padang Raih Tiga Gelar di Kejurda FORBASI Sumbar, Lolos ke Kejurnas Bandung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru