Labuan Bajo Tetap Terbuka, Pariwisata Berjalan dengan Prioritas Keselamatan

Penulis -

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo kembali berjalan setelah gempa bumi M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. (Foto: Dok. Kemenpar)

Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo kembali berjalan setelah gempa bumi M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. (Foto: Dok. Kemenpar)

Labuan Bajo, Javanusa—Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali berjalan setelah gempa bumi M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memastikan destinasi utama di Labuan Bajo tetap melayani wisatawan. Pemerintah tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas karena gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah Flores.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) hingga Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA, Taman Nasional Komodo masih beroperasi normal.

Pelayaran menuju kawasan wisata tersebut juga berjalan seperti biasa. Sementara itu, Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo melayani penerbangan sesuai jadwal.

“Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan dan aktivitas pariwisata secara umum berjalan. Namun, kami tetap meminta seluruh wisatawan dan pelaku pariwisata untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti setiap arahan dari otoritas terkait karena gempa susulan masih terjadi,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Sejumlah Destinasi Wisata Kembali Beroperasi

Kondisi sejumlah daya tarik wisata di Manggarai Barat juga mulai pulih. Gua Rangko telah kembali menjalankan aktivitas wisata secara normal setelah sarana dan prasarananya dinyatakan aman.

Desa Wisata Compang Liang Ndara kembali menerima wisatawan pada 22 Agustus 2026. Adapun Desa Wisata Wae Lolos tetap terbuka untuk kunjungan.

Pemulihan tersebut berlangsung bersamaan dengan pemantauan terhadap kondisi fasilitas pariwisata dan akses perjalanan. Pemerintah terus mengevaluasi situasi untuk memastikan aktivitas wisata berlangsung secara aman.

BPOLBF Pantau Destinasi dan Fasilitas Pariwisata

Kementerian Pariwisata melalui BPOLBF terus memantau kondisi hotel, restoran, kafe, destinasi wisata, fasilitas publik, serta aksesibilitas di Labuan Bajo dan sejumlah wilayah Flores.

BPOLBF juga membuka layanan informasi bagi wisatawan. Layanan tersebut membantu memberikan informasi mengenai kondisi destinasi dan keamanan perjalanan setelah gempa.

Baca Juga :  Euro 2024 - Belanda Comeback Dramatis, Taklukkan Polandia 2-1

Sejumlah wisatawan dari Italia, Jerman, Prancis, dan Belanda telah menerima informasi terbaru. Kelompok wisatawan yang memiliki rencana perjalanan ke Labuan Bajo dan Flores juga memperoleh pembaruan mengenai kondisi destinasi.

“Informasi yang cepat dan akurat menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini. Kita harus menjaga keselamatan wisatawan sekaligus mencegah informasi yang tidak benar menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu,” ujar Menpar.

Selain memberikan informasi, BPOLBF berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo untuk mengklarifikasi kabar mengenai penutupan sementara pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo.

Hasil klarifikasi otoritas menyebutkan informasi penutupan tersebut tidak benar. Imbauan yang berlaku berkaitan dengan potensi gelombang tinggi dan angin kencang di bagian selatan Selat Sape.

Bandara dan Pelabuhan Tetap Melayani Wisatawan

Dari sisi konektivitas, Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo beroperasi normal sesuai jadwal penerbangan pada 22 Agustus 2026.

Pelabuhan yang masuk dalam pemantauan juga masih melayani kapal dan penumpang. Layanan angkutan perintis tetap berjalan dan belum menerima permintaan deviasi trayek.

Meski kondisi Labuan Bajo mulai pulih, pemerintah meminta wisatawan tidak menyamakan situasi tersebut dengan seluruh wilayah Flores. Sejumlah daerah lain masih membutuhkan asesmen dan penanganan keselamatan.

“Kondisi setiap wilayah tidak sama. Karena itu, wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan dari Labuan Bajo menuju daerah lain di Flores kami minta selalu memeriksa informasi terbaru mengenai kondisi destinasi, jalan, bandara, dan layanan telekomunikasi,” kata Menpar.

Hingga 22 Agustus 2026, sejumlah jalur darat utama di Flores telah kembali berfungsi. Namun, beberapa jalur lainnya masih berada dalam proses penanganan.

Wisatawan Diminta Waspadai Gempa Susulan

Laporan BPOLBF mencatat ribuan gempa susulan setelah gempa utama Flores. Data tersebut tercatat hingga 22 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB.

Baca Juga :  Prabowo Lantik 9 Pejabat, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Kondisi itu membuat wisatawan perlu tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah meminta masyarakat dan wisatawan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama sebelum melakukan perjalanan.

“Kita ingin aktivitas pariwisata tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengurangi kewaspadaan. Keselamatan wisatawan, pekerja pariwisata, dan masyarakat harus selalu berada di atas kepentingan lainnya,” ujar Menpar.

Menurut Widiyanti, pemulihan sektor pariwisata juga harus berjalan seiring dengan pemulihan masyarakat yang terdampak gempa di berbagai wilayah Flores.

Pemulihan Pariwisata Berjalan Bersama Pemulihan Flores

Labuan Bajo memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk utama pariwisata Flores. Kembali bergeraknya aktivitas wisata di kawasan tersebut diharapkan ikut menopang perputaran ekonomi masyarakat.

Namun, pemerintah tetap menaruh perhatian terhadap wilayah Flores yang masih menjalani masa tanggap darurat dan pemulihan.

“Labuan Bajo adalah pintu masuk penting pariwisata Flores. Ketika aktivitas di Labuan Bajo mulai pulih, kita berharap hal ini ikut menjaga pergerakan ekonomi masyarakat. Tetapi pada saat yang sama, perhatian dan dukungan kita harus terus diberikan kepada saudara-saudara kita di wilayah Flores yang masih berada dalam masa tanggap darurat dan pemulihan,” kata Menpar Widiyanti.

Kementerian Pariwisata melalui BPOLBF akan melanjutkan koordinasi lintas sektor selama proses pemulihan.

Pemerintah juga akan memperbarui informasi mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, serta keamanan perjalanan agar wisatawan memperoleh informasi yang akurat. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru