Leher Kaku Saat Bangun Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penulis -

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita mengalami leher kaku. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi wanita mengalami leher kaku. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Bangun tidur dengan leher kaku bisa membuat pagi terasa tidak nyaman. Menoleh, menggerakkan kepala, hingga menjalani aktivitas sederhana pun dapat terasa menyakitkan.

Kondisi tersebut sering berkaitan dengan posisi tidur atau penyangga kepala yang kurang sesuai. Karena itu, memahami pemicunya dapat membantu mengurangi risiko leher kaku kembali muncul.

Posisi tidur dapat memicu leher kaku

Dikutip dari Halodoc, salah satu penyebab leher kaku saat bangun tidur adalah posisi kepala dan leher yang bertahan dalam posisi kurang nyaman selama berjam-jam.

Tidur tengkurap, misalnya, membuat leher terus berputar ke salah satu sisi. Kondisi ini dapat memberi tekanan pada otot dan menyebabkan rasa tegang ketika seseorang bangun.

Posisi tidur yang tidak mendukung keselarasan kepala, leher, dan tulang belakang juga dapat meningkatkan ketidaknyamanan. NHS menyarankan untuk menghindari tidur tengkurap dan menjaga posisi kepala tetap sejajar dengan tubuh.

Bantal yang tidak sesuai juga berpengaruh

Pemilihan bantal menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Bantal yang terlalu tinggi, terlalu rendah, atau tidak memberikan dukungan memadai dapat membuat posisi leher kurang ideal sepanjang malam.

Saat tidur, kepala dan leher membutuhkan penyangga yang membuat keduanya tetap sejajar dengan tulang belakang. Karena itu, gunakan bantal yang nyaman dan mampu menopang leher tanpa membuat kepala terlalu terangkat.

Cara mengatasi leher kaku saat bangun tidur

Jika leher terasa kaku setelah bangun, beberapa langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

1. Gunakan kompres dingin atau hangat

Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri pada fase awal. Bungkus es dengan kain tipis sebelum menempelkannya pada leher dan gunakan dalam waktu singkat.

Kompres hangat juga dapat menjadi pilihan. Mandi air hangat atau menggunakan kompres hangat dapat membantu mengendurkan otot yang tegang.

Baca Juga :  ASI dalam Dot Berapa Lama Bertahan Tanpa Kulkas? Ini Batas Amannya

Mayo Clinic menyebutkan bahwa penggunaan es dan panas termasuk langkah perawatan mandiri untuk nyeri leher. Untuk keluhan baru, kompres dingin dapat digunakan selama beberapa menit. Setelah itu, panas dapat membantu merelaksasi otot.

2. Lakukan gerakan leher secara perlahan

Leher yang kaku memang membuat seseorang cenderung tidak ingin bergerak. Namun, gerakan ringan dan terkontrol dapat membantu mempertahankan fleksibilitas leher.

Cobalah menoleh secara perlahan ke kanan dan kiri. Gerakan menunduk atau mengangkat kepala juga dapat dilakukan selama tidak memperburuk rasa sakit.

Jangan memaksakan gerakan ketika nyeri semakin berat. Hindari pula gerakan leher yang mendadak atau terlalu kuat.

3. Pijat dengan lembut

Pijatan ringan pada otot leher dan bahu dapat membantu mengurangi ketegangan. Lakukan secara perlahan dan hentikan apabila rasa sakit justru meningkat.

Mayo Clinic juga mencatat bahwa pijat dapat membantu mengurangi ketegangan dan nyeri pada otot leher pada kondisi tertentu.

Perhatikan keluhan yang tidak kunjung membaik

Sebagian besar nyeri leher ringan dapat membaik dengan perawatan mandiri. Namun, keluhan yang menetap selama beberapa minggu perlu mendapat evaluasi tenaga kesehatan.

Segera cari pertolongan medis jika nyeri leher muncul setelah cedera berat. Pemeriksaan juga diperlukan bila keluhan disertai kelemahan, mati rasa, kesemutan, atau nyeri yang menjalar ke lengan.

Menjaga posisi tidur dan memilih bantal yang sesuai dapat menjadi langkah sederhana untuk mencegah leher kaku saat bangun tidur. Kebiasaan tersebut juga membantu mempertahankan posisi kepala dan leher tetap selaras selama beristirahat. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB