Javanusa.com—Bangun tidur dengan leher kaku bisa membuat pagi terasa tidak nyaman. Menoleh, menggerakkan kepala, hingga menjalani aktivitas sederhana pun dapat terasa menyakitkan.
Kondisi tersebut sering berkaitan dengan posisi tidur atau penyangga kepala yang kurang sesuai. Karena itu, memahami pemicunya dapat membantu mengurangi risiko leher kaku kembali muncul.
Posisi tidur dapat memicu leher kaku
Dikutip dari Halodoc, salah satu penyebab leher kaku saat bangun tidur adalah posisi kepala dan leher yang bertahan dalam posisi kurang nyaman selama berjam-jam.
Tidur tengkurap, misalnya, membuat leher terus berputar ke salah satu sisi. Kondisi ini dapat memberi tekanan pada otot dan menyebabkan rasa tegang ketika seseorang bangun.
Posisi tidur yang tidak mendukung keselarasan kepala, leher, dan tulang belakang juga dapat meningkatkan ketidaknyamanan. NHS menyarankan untuk menghindari tidur tengkurap dan menjaga posisi kepala tetap sejajar dengan tubuh.
Bantal yang tidak sesuai juga berpengaruh
Pemilihan bantal menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Bantal yang terlalu tinggi, terlalu rendah, atau tidak memberikan dukungan memadai dapat membuat posisi leher kurang ideal sepanjang malam.
Saat tidur, kepala dan leher membutuhkan penyangga yang membuat keduanya tetap sejajar dengan tulang belakang. Karena itu, gunakan bantal yang nyaman dan mampu menopang leher tanpa membuat kepala terlalu terangkat.
Cara mengatasi leher kaku saat bangun tidur
Jika leher terasa kaku setelah bangun, beberapa langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
1. Gunakan kompres dingin atau hangat
Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri pada fase awal. Bungkus es dengan kain tipis sebelum menempelkannya pada leher dan gunakan dalam waktu singkat.
Kompres hangat juga dapat menjadi pilihan. Mandi air hangat atau menggunakan kompres hangat dapat membantu mengendurkan otot yang tegang.
Mayo Clinic menyebutkan bahwa penggunaan es dan panas termasuk langkah perawatan mandiri untuk nyeri leher. Untuk keluhan baru, kompres dingin dapat digunakan selama beberapa menit. Setelah itu, panas dapat membantu merelaksasi otot.
2. Lakukan gerakan leher secara perlahan
Leher yang kaku memang membuat seseorang cenderung tidak ingin bergerak. Namun, gerakan ringan dan terkontrol dapat membantu mempertahankan fleksibilitas leher.
Cobalah menoleh secara perlahan ke kanan dan kiri. Gerakan menunduk atau mengangkat kepala juga dapat dilakukan selama tidak memperburuk rasa sakit.
Jangan memaksakan gerakan ketika nyeri semakin berat. Hindari pula gerakan leher yang mendadak atau terlalu kuat.
3. Pijat dengan lembut
Pijatan ringan pada otot leher dan bahu dapat membantu mengurangi ketegangan. Lakukan secara perlahan dan hentikan apabila rasa sakit justru meningkat.
Mayo Clinic juga mencatat bahwa pijat dapat membantu mengurangi ketegangan dan nyeri pada otot leher pada kondisi tertentu.
Perhatikan keluhan yang tidak kunjung membaik
Sebagian besar nyeri leher ringan dapat membaik dengan perawatan mandiri. Namun, keluhan yang menetap selama beberapa minggu perlu mendapat evaluasi tenaga kesehatan.
Segera cari pertolongan medis jika nyeri leher muncul setelah cedera berat. Pemeriksaan juga diperlukan bila keluhan disertai kelemahan, mati rasa, kesemutan, atau nyeri yang menjalar ke lengan.
Menjaga posisi tidur dan memilih bantal yang sesuai dapat menjadi langkah sederhana untuk mencegah leher kaku saat bangun tidur. Kebiasaan tersebut juga membantu mempertahankan posisi kepala dan leher tetap selaras selama beristirahat. (*)






