Lompong Sagu dan Palai Bada di Padang Bertahan 26 Tahun, Resep Warisan Jadi Kunci Loyalitas Pelanggan

Penulis -

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usaha lompong sagu dan palai bada milik Titin Agustina di Jalan Muhammad Hatta, Pasar Ambacang telah beroperasi sejak tahun 2000. (Foto: Diskominfo Padang)

Usaha lompong sagu dan palai bada milik Titin Agustina di Jalan Muhammad Hatta, Pasar Ambacang telah beroperasi sejak tahun 2000. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Lompong Sagu dan Palai Bada, dua kuliner tradisional khas Minangkabau, masih mampu menarik minat masyarakat di tengah gempuran makanan modern yang terus bermunculan.

Rahasia bertahannya usaha tersebut terletak pada konsistensi menjaga cita rasa asli yang diwariskan turun-temurun.

Usaha milik Titin Agustina yang berlokasi di Jalan Muhammad Hatta, Pasar Ambacang, RT 01 RW 01, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, telah beroperasi sejak tahun 2000.

Selama lebih dari dua dekade, produk kuliner tradisional itu tetap menjadi pilihan pelanggan dari berbagai kalangan.

Bertahan dengan Resep Warisan Keluarga

Titin mengatakan usaha yang dikelolanya saat ini merupakan warisan keluarga dari mertuanya. Ia melanjutkan bisnis tersebut dengan tetap mempertahankan resep asli yang telah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun.

“Saya melanjutkan usaha dari mertua saya. Usaha Lompong Sagu dan Palai Bada ini sudah cukup lama kami jalankan, dari tahun 2000 sampai sekarang,” ujar Titin saat ditemui di lokasi usahanya, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, menjaga kualitas dan cita rasa menjadi strategi utama agar produk tetap diminati meski tren kuliner terus berubah.

“Saya tetap mempertahankan dan menjaga resep yang sudah paten dari mertua saya. Meskipun banyak jajanan kekinian di luar sana, jualan kami tetap dicari orang karena rasanya yang khas,” katanya.

Dapat Dukungan Pembinaan UKM

Selain menjalankan usaha secara mandiri, Titin juga tergabung dalam kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pasar Ambacang, Kuranji. Kelompok tersebut berada di bawah pembinaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang.

Ia menilai pembinaan yang diberikan membantu pelaku usaha mikro untuk terus berkembang dan mampu bersaing di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif.

Keberadaan komunitas UKM juga menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Baca Juga :  Lestarikan Adat dan Budaya Minangkabau, Maigus Nasir Tutup Lomba Basurah Adat Bawah Payuang
Tetap Dicari Warga dan Perantau

Konsistensi mempertahankan kualitas membuat Lompong Sagu dan Palai Bada Rumah Gadang tetap memiliki pelanggan setia.

Tidak hanya warga Kota Padang, banyak perantau yang pulang kampung juga menyempatkan diri membeli makanan tradisional tersebut untuk mengobati kerinduan terhadap cita rasa khas daerah.

Titin berharap masyarakat terus memberikan dukungan terhadap produk kuliner lokal agar warisan kuliner Minangkabau tetap lestari dan mampu bersaing dengan berbagai makanan modern.

“Untuk saudara-saudara yang ada di sekitar Kota Padang maupun yang berada di rantau, mampirlah ke sini untuk membeli Lompong Sagu,” ajaknya.

Keberhasilan usaha yang telah bertahan lebih dari 26 tahun ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Dengan menjaga resep autentik dan kualitas produk, makanan khas daerah tetap mampu eksis di tengah perkembangan tren kuliner yang terus berubah. (*/red)

Berita Terkait

Resep Gado-Gado Rumahan yang Praktis, Gurih dan Kaya Nutrisi
Resep Cireng Rumahan yang Renyah di Luar dan Kenyal di Dalam, Ini Cara Membuatnya
Resep Bakmi Ayam Ala Restoran, Praktis Dibuat dan Lebih Sehat
Resep Cheesecake Rumahan yang Lembut dan Creamy, Ini Bahan serta Cara Membuatnya
Cara Membuat Cilok Empuk dan Lembut, Lengkap dengan Tipsnya
Tak Perlu Alat Khusus, Begini Cara Membuat Cold Brew di Rumah
Ubi Goreng Ternyata Punya Sejumlah Manfaat, Ini Kandungan dan Cara Konsumsinya
Resep Semur Daging Sapi Empuk dan Lezat, Praktis untuk Menu Keluarga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru