Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi

Penulis -

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan sambutan saat tahapan Pemaparan dan Wawancara Calon Juara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (7/10/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyampaikan sambutan saat tahapan Pemaparan dan Wawancara Calon Juara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (7/10/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Payakumbuh, Javanusa—Produksi pupuk kompos Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang melonjak dari 300 kilogram menjadi 8 ton per minggu.

Inovasi pengelolaan sampah itu sekaligus mengurangi residu yang masuk ke TPA Payakumbuh hingga dua ton setiap hari.

Capaian tersebut menjadi salah satu inovasi yang dipaparkan Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang dalam tahapan Pemaparan dan Wawancara Calon Juara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026.

Pemaparan berlangsung di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (7/10/2026). Dalam kesempatan itu, kelurahan tersebut menampilkan berbagai program yang mencakup pelayanan publik, lingkungan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi warga.

Pelayanan Publik Dipangkas Menjadi 10 Menit

Lurah Sawah Padang Aua Kuniang Deop Darius mengatakan, seluruh inovasi lahir dari pemetaan potensi serta kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

“Kami berupaya agar inovasi tidak berhenti sebagai kegiatan semata, tetapi memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Di sektor administrasi, kelurahan mengandalkan inovasi Sapaku Kece. Program tersebut memangkas durasi pelayanan publik dari sebelumnya 45 menit menjadi sekitar 10 menit.

Digitalisasi pelayanan juga diperkuat melalui Taman Digital dan Peta Digital Sapaku. Sementara itu, inovasi Sang Utama membantu kelurahan memperbarui data kependudukan secara lebih presisi.

“Kami ingin pelayanan lebih cepat sekaligus ditopang data yang terus diperbarui agar program pemerintah lebih tepat sasaran,” ujar Deop.

Sampah Diolah Menjadi Pupuk Kompos

Pada bidang lingkungan, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang menjalankan Sapaku Tanggap. Program ini mendorong warga memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Sampah organik kemudian diproses menjadi pupuk kompos yang dapat mendukung kebutuhan petani lokal. Produksinya kini mencapai 8 ton per minggu.

Pengelolaan tersebut juga berdampak pada pengurangan residu. Setiap hari, program itu mampu menekan volume sampah yang menuju TPA Payakumbuh hingga dua ton.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD 2027 Payakumbuh Tetapkan 5 Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai 3,55 Persen
Lahan Tidur Diubah Menjadi Kawasan Produktif

Kelurahan juga mengembangkan Sapaku Tampan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi.

Pada 2025, program tersebut mengubah lahan tidur seluas 4,1 hektare menjadi kawasan produktif. Pengelolaannya menghasilkan perputaran uang hingga Rp318 juta.

Program itu melibatkan Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, dan unsur Dasawisma. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pengembangan ekonomi juga berlangsung melalui Kampung Bambu yang melibatkan 95 kepala keluarga. Selain itu, Kampung Itik diarahkan pada produksi telur serta pengembangan produk olahannya.

“Potensi pertanian, bambu, itik, dan UMKM kami dorong menjadi sumber pendapatan yang dapat memperkuat ekonomi keluarga,” papar Deop.

Program Kesehatan Sasar TBC hingga Stunting

Di bidang kesehatan, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang telah melacak 144 orang yang terduga tuberkulosis.

Kelurahan juga menangani 15 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan merevitalisasi tiga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Upaya tersebut turut berjalan melalui Dapur Bunda Satya. Program ini membantu menekan angka kekerdilan anak hingga Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang kini berstatus bebas kasus stunting.

Wawako Apresiasi Dampak Inovasi

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman yang hadir dalam penilaian memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi tersebut.

Menurut Elzadaswarman, rangkaian program itu menunjukkan kemampuan pemerintah kelurahan menggabungkan peningkatan pelayanan dengan pemberdayaan masyarakat.

“Programnya sangat komprehensif. Dampaknya bukan hanya pada pelayanan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” puji Wawako Elzadaswarman.

Ia mengatakan, digitalisasi pelayanan turut mendapat dukungan jaringan serat optik yang kini menjangkau hampir 98 persen wilayah Payakumbuh.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah dan penanganan stunting juga menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjalankan program kelurahan.

Baca Juga :  Juru Parkir Garda Terdepan Pelayanan Publik, Pemko Padang Bekali dengan Sosialisasi Layanan

“Yang penting, masyarakat ikut bergerak. Sampah menjadi bernilai ekonomi, pelayanan lebih cepat, dan penanganan stunting menunjukkan hasil,” ujarnya.

Partisipasi warga juga terlihat dari nilai swadaya masyarakat yang mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Siapkan Lapau Sapaku sebagai Destinasi Lokal

Setelah mengikuti tahapan penilaian tingkat nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang menyiapkan pengembangan Lapau Sapaku.

Program tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan kreatif yang memanfaatkan potensi lokal.

Tim penilai regional turut memberikan apresiasi terhadap kemampuan kelurahan mengintegrasikan pelayanan pemerintahan, lingkungan, dan penguatan ekonomi dalam satu rangkaian pembangunan.

Deop menegaskan, pihaknya ingin memastikan berbagai inovasi tersebut terus berjalan dan berkembang setelah tahapan penilaian selesai.

“Kami ingin inovasi ini terus berjalan dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan lingkungan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB