Javanusa.com—Mengatur pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kadar kolesterol dan asam urat tetap terkendali.
Sejumlah makanan kaya serat, rendah lemak jenuh, serta rendah purin dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Kolesterol tinggi dan asam urat dapat muncul bersamaan. Karena itu, pemilihan makanan perlu mempertimbangkan kedua kondisi tersebut sekaligus.
Namun, pola makan bukan pengganti obat dari dokter. Bagi orang yang sedang menjalani terapi, konsumsi obat tetap perlu mengikuti anjuran tenaga medis.
Sayuran Kaya Serat
Sayuran menjadi pilihan yang relatif mudah dimasukkan dalam menu harian. Wortel, labu, kacang panjang, terong, pare, mentimun, kangkung, dan lobak termasuk sayuran yang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) anjurkan bagi penderita asam urat.
Dikutip dari Halodoc, kandungan serat pada sayuran juga mendukung pengelolaan kadar kolesterol. Kemenkes menyebut sayuran yang mengandung purin, seperti bayam, asparagus, dan brokoli, tidak berkaitan dengan peningkatan risiko asam urat tinggi.
Pilih Buah Utuh dan Kaya Nutrisi
Buah juga dapat melengkapi pola makan untuk membantu mengendalikan kolesterol dan asam urat. Alpukat mengandung lemak tak jenuh, sedangkan apel menyediakan serat larut yang dapat membantu pengelolaan kolesterol.
Tomat dan semangka mengandung likopen. Sementara itu, Perhimpunan Reumatologi Indonesia menganjurkan konsumsi makanan kaya vitamin C dan menyebut ceri asam sebagai salah satu pilihan yang bermanfaat bagi penderita asam urat.
Sebaiknya konsumsi buah dalam bentuk utuh. Batasi jus kemasan karena produk tersebut dapat mengandung gula tambahan.
Biji-bijian dan Kacang-kacangan
Asupan serat larut air juga penting dalam pola makan untuk mengendalikan kolesterol. Panduan Pengelolaan Dislipidemia di Indonesia 2021 merekomendasikan serat larut air sekitar 10–25 gram per hari.
Panduan tersebut juga merekomendasikan stanol atau sterol tumbuhan sebanyak 2 gram per hari. Biji-bijian utuh dan kacang-kacangan dapat menjadi sumber serat sekaligus termasuk pilihan makanan dalam pola makan penderita asam urat.
Susu Rendah Lemak dan Telur
Produk susu rendah lemak atau tanpa lemak termasuk pilihan yang dianjurkan Perhimpunan Reumatologi Indonesia bagi penderita asam urat.
Telur juga dapat menjadi sumber protein. Namun, konsumsinya tetap perlu memperhatikan porsi, terutama bagi orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi.
Minyak Sehat dan Cukupi Kebutuhan Cairan
Penggunaan minyak dengan kandungan lemak tak jenuh, seperti minyak zaitun, dapat menjadi alternatif dalam pengolahan makanan. Jumlah penggunaannya tetap perlu dibatasi agar asupan energi tidak berlebihan.
Selain makanan, kecukupan cairan juga penting bagi penderita asam urat. Perhimpunan Reumatologi Indonesia menganjurkan konsumsi cairan lebih dari 2 liter per hari, sementara dehidrasi dapat memicu serangan asam urat.
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi
Pengaturan menu tidak hanya berfokus pada makanan yang perlu dikonsumsi. Beberapa jenis makanan juga perlu dibatasi untuk membantu mengendalikan kolesterol dan asam urat.
Hindari jeroan, otak, hati, ekstrak daging, serta kaldu yang sangat kental. Batasi pula makanan laut tinggi purin, seperti sarden, makarel, ikan teri, kerang, dan kepiting.
Kemenkes juga menganjurkan penderita asam urat membatasi konsumsi daging, ikan, dan unggas sekitar 50–75 gram atau 1–1,5 potong per hari.
Minuman manis, soda, jus kemasan, dan alkohol juga perlu dihindari atau dibatasi. Jenis minuman tersebut dapat meningkatkan kadar asam urat.
Sementara itu, makanan cepat saji, makanan olahan, dan kue kering perlu dibatasi karena umumnya mengandung lemak jenuh dan lemak trans dalam jumlah tinggi.
Perhatikan Cara Mengolah Makanan
Cara memasak turut menentukan kualitas pola makan. Merebus, mengukus, dan memanggang dapat menjadi pilihan dibandingkan menggoreng dengan banyak minyak.
Jika menggoreng makanan, tiriskan minyak sebelum makanan dikonsumsi. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi asupan minyak.
Pola makan juga sebaiknya berjalan bersama aktivitas fisik. Lakukan olahraga intensitas sedang minimal 30 menit sebanyak 4–6 kali setiap minggu dan pertahankan berat badan ideal.
Nyeri sendi yang muncul tiba-tiba disertai bengkak, kemerahan, dan rasa panas perlu mendapat perhatian. Keluhan tersebut, terutama pada ibu jari kaki, dapat menandakan serangan asam urat.
Berbeda dengan asam urat, kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala. Karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala penting bagi orang dewasa.
Segera cari pertolongan medis jika muncul nyeri dada, sesak napas, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Gejala tersebut dapat menunjukkan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera. (*)






