Manufaktur Jadi Penopang Ekonomi Indonesia 2026, Kemenperin Genjot Ekspor dan Daya Saing Industri

Penulis -

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Sektor industri manufaktur kembali menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026.

Industri pengolahan menyumbang kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi dibanding sektor lainnya.

Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen secara year-on-year (y-o-y) pada triwulan I 2026. Dalam periode tersebut, sektor industri pengolahan mendominasi struktur ekonomi nasional dengan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap PDB.

Capaian itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong penguatan sektor industri nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas berbagai arahan strategis yang dinilai mendukung penguatan industri nasional dan perlindungan tenaga kerja.

Industri Pengolahan Jadi Sumber Pertumbuhan Tertinggi

Pada triwulan I 2026, sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen (y-o-y). Angka tersebut memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi sebesar 1,03 persen, tertinggi dibanding sektor perdagangan, pertanian, maupun konstruksi.

Agus menilai capaian itu menunjukkan ketahanan sektor manufaktur di tengah dinamika ekonomi global.

“Kinerja industri manufaktur tetap solid karena adanya permintaan yang meningkat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini menegaskan bahwa manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (6/5).

Pertumbuhan manufaktur juga sejalan dengan indikator kepercayaan industri yang tetap berada pada zona ekspansi sepanjang triwulan I 2026.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat sebesar 54,12 pada Januari 2026, kemudian 54,02 pada Februari 2026, dan 51,86 pada Maret 2026. Seluruh angka tersebut berada di atas level 50 yang menandakan fase ekspansi.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) berada di level 51,37 pada triwulan I 2026.

Baca Juga :  INNOPROM 2026 Jadi Panggung Strategis Inovasi dan Daya Saing Industri Indonesia
Pelaku Industri Masih Optimistis

Menurut Agus, indikator IKBM menggambarkan persepsi pelaku industri terhadap kondisi usaha mereka, mulai dari pesanan, produksi, tenaga kerja, waktu pengiriman, hingga persediaan bahan baku.

Ia menjelaskan nilai IKBM di atas 50 menunjukkan mayoritas pelaku industri masih berada dalam fase ekspansi.

“Nilai IKBM sebesar 51,37 berarti di atas 50 menunjukkan bahwa mayoritas pelaku industri berada dalam fase ekspansi, baik dari sisi produksi maupun permintaan,” jelasnya.

Sejumlah subsektor industri turut menopang pertumbuhan manufaktur nasional pada triwulan I 2026.

Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,04 persen. Pertumbuhan itu didorong peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan produksi beras, serta meningkatnya ekspor CPO dan CPKO.

Sementara itu, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh sebesar 10,35 persen. Pertumbuhan tersebut mengikuti meningkatnya permintaan global terhadap komponen elektronik dan baterai.

Di sisi lain, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh sebesar 7,41 persen karena meningkatnya produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

Kemenperin Perkuat Strategi Ekspor

Kementerian Perindustrian terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis guna menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional.

Pemerintah juga menyiapkan stimulus dan insentif industri yang dinilai tepat sasaran agar pertumbuhan manufaktur berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

“Kita terus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku industri di lapangan dan merumuskan langkah-langkah solutif. Kebijakan stimulus dan insentif menjadi penting agar pertumbuhan manufaktur dapat berjalan lebih cepat, berkualitas dan berkelanjutan,” ungkap Agus.

Selain itu, Agus menyoroti pentingnya peningkatan rasio ekspor manufaktur terhadap pasar domestik.

Saat ini, sekitar 80 persen output manufaktur nasional masih diserap pasar dalam negeri, sedangkan sekitar 20 persen diekspor ke pasar global.

Baca Juga :  Investasi Manufaktur Tetap Tumbuh, 1.236 Perusahaan Siap Produksi dan Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

“Kita ingin meningkatkan kontribusi ekspor tanpa mengurangi porsi domestik. Artinya, perlindungan terhadap pasar dalam negeri tetap dijaga, namun kita juga harus meningkatkan ekspansi produk manufaktur lebih besar ke pasar global sehingga mampu meningkatkan utilitas produksi dan penyerapan tenaga kerja lebih besar lagi,” tegasnya.

Kementerian Perindustrian optimistis sektor manufaktur akan tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui dukungan kebijakan yang adaptif dan iklim industri yang ekspansif. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB