Padang, Javanusa—Prestasi pelajar Kota Padang kembali menembus panggung internasional.
Puan Malika Jomantara, siswi kelas XII SMA Adabiah 2 Padang, dipercaya menjadi Ketua Delegasi Indonesia dalam ajang Asia Youth Leader 2026 yang digelar di Okinawa, Jepang, pada 24 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Kepercayaan yang diberikan kepada Puan sekaligus menjadikannya satu-satunya wakil Sumatera Barat dalam forum kepemimpinan pemuda tingkat Asia tersebut.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi saat menerima audiensi Puan Malika Jomantara di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026). Dalam pertemuan itu, Fadly didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova.
Menurut Fadly, pencapaian Puan menjadi kebanggaan bagi Kota Padang karena mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional. Ia menilai Puan memiliki kemampuan kepemimpinan, wawasan global, dan penguasaan bahasa asing yang baik.
“Kita doakan semoga semakin banyak anak-anak Kota Padang yang seperti Puan. Tadi saya juga memotivasi Puan agar nantinya mendaftar ke kampus-kampus yang bekerja sama dalam Program Padang Juara ataupun kampus-kampus terbaik di dunia. Mudah-mudahan nantinya Puan dapat menjadi salah satu pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Fadly Amran.
Wakili Sumbar dan Pimpin Delapan Pelajar Indonesia
Asia Youth Leader 2026 merupakan program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia bersama AEON 1% Club Foundation.
Forum tersebut mempertemukan sekitar 80 peserta dari tujuh negara Asia, yaitu Indonesia, Jepang, Thailand, Kamboja, Laos, Filipina, dan Malaysia.
Dalam kegiatan itu, Puan Malika memimpin delegasi Indonesia yang beranggotakan delapan pelajar terbaik dari berbagai provinsi, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, serta Sumatera Barat.
Bawa Misi Perdamaian dan Edukasi Kebencanaan
Puan menjelaskan Asia Youth Leader 2026 menjadi ruang bagi generasi muda Asia untuk memperkuat kepemimpinan, memperluas jejaring, serta bertukar gagasan dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan global, terutama isu perdamaian.
Ia menambahkan, Okinawa dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki nilai sejarah sebagai simbol perdamaian dan rekonsiliasi setelah peristiwa Battle of Okinawa.
Selain mengikuti agenda diplomasi budaya, Puan membawa misi khusus untuk mempelajari sistem kesiapsiagaan bencana di Jepang.
“Sebagai daerah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami, saya ingin belajar bagaimana Jepang membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Ilmu yang saya dapatkan nanti akan saya bawa pulang dan saya implementasikan di Padang, Sumatera Barat,” tutur Puan.
Pemerintah Kota Padang menyatakan akan terus mendorong lahirnya generasi muda berprestasi melalui berbagai dukungan dan kesempatan agar mampu bersaing di tingkat internasional serta membawa nama baik daerah di berbagai forum dunia. (*)






