Javanusa.com—Teh bukan sekadar minuman untuk menemani waktu santai. Sejumlah jenis teh mengandung kafein dan polifenol yang dapat mendukung pola makan sehat.
Selain rasanya yang beragam, teh juga mudah disiapkan dan dapat dikonsumsi dalam berbagai kesempatan. Namun, manfaatnya dapat berbeda sesuai jenis teh, jumlah konsumsi, cara penyeduhan, serta kondisi kesehatan setiap orang.
Dikutip dari Halodoc, teh tidak dapat menggantikan obat atau terapi medis. Karena itu, konsumsi teh tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.
Jenis Teh yang Perlu Dikenal
Teh hijau, teh hitam, teh putih, dan teh oolong berasal dari tanaman yang sama, yakni Camellia sinensis. Perbedaan proses pengolahan membuat masing-masing jenis memiliki karakteristik berbeda.
Proses tersebut memengaruhi warna, rasa, kadar kafein, serta komposisi senyawa alami yang terdapat di dalamnya.
Sementara itu, teh herbal seperti chamomile dan peppermint berasal dari tanaman lain. Secara teknis, minuman tersebut bukan teh yang berasal dari Camellia sinensis.
Kandungan Teh dan Manfaatnya
Teh tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan minuman dengan kalori rendah. Kandungan kafeinnya juga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.
Selain kafein, teh mengandung polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan dalam berbagai penelitian. Meski demikian, kandungan tersebut tidak berarti teh mampu mencegah atau mengobati seluruh jenis penyakit.
Manfaat teh juga tidak dapat dilepaskan dari cara konsumsinya. Penambahan gula, krimer, atau susu dapat meningkatkan jumlah kalori dalam satu sajian.
Karena itu, orang yang sedang mengatur berat badan atau kadar gula darah dapat memilih teh tanpa gula. Jika tetap menggunakan pemanis, jumlahnya sebaiknya dibatasi.
Tips Minum Teh dengan Aman
Konsumsi teh perlu memperhatikan jumlah dan waktu minumnya. Beberapa orang juga lebih sensitif terhadap kafein dibandingkan orang lain.
Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan:
-
- Batasi penggunaan gula tambahan dan sesuaikan dengan ukuran porsi.
- Hindari teh berkafein menjelang tidur jika kafein membuat sulit tidur.
- Perhatikan keluhan seperti jantung berdebar, gelisah, atau sakit perut setelah mengonsumsi kafein.
- Jangan mengganti kebutuhan air putih dan makanan bergizi dengan teh.
- Beri jeda antara minum teh dan konsumsi obat atau suplemen tertentu.
Teh juga dapat memengaruhi penyerapan zat besi dan berpotensi berinteraksi dengan obat tertentu. Karena itu, orang yang rutin mengonsumsi obat atau suplemen sebaiknya memperhatikan waktu konsumsinya. (*)






