Menko PMK Pratikno Tinjau Banjir Bandang Solok, Pencarian Korban dan Mitigasi Jadi Prioritas

Penulis -

Kamis, 24 September 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMK Pratikno meninjau wilayah terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumbar, Kamis (24/9/2026). (Foto: Adpsb)

Menko PMK Pratikno meninjau wilayah terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumbar, Kamis (24/9/2026). (Foto: Adpsb)

Solok, Javanusa—Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (24/9/2026).

Kunjungan tersebut berfokus pada percepatan penanganan warga terdampak, pencarian korban yang masih hilang, pemenuhan kebutuhan dasar, serta langkah antisipasi terhadap kemungkinan bencana susulan.

Pratikno datang bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala BNPB Suharyanto, Bupati Solok Jon Firman Pandu, dan sejumlah pihak terkait. Mereka kemudian menggelar rapat koordinasi di Posko Utama untuk membahas penanganan banjir bandang Solok.

Pencarian Korban Jadi Prioritas

Pratikno meminta seluruh unsur terkait bergerak secara bersamaan selama masa tanggap darurat. Menurut dia, pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak harus berjalan beriringan dengan mitigasi bencana susulan.

“Dalam masa tanggap darurat, pencarian korban yang masih hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas. Pada saat yang sama, kita juga harus mengantisipasi potensi bencana susulan,” ujar Pratikno.

Selain pencarian korban, pemerintah perlu membersihkan serta menyusuri aliran sungai. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Pratikno juga menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah perlu menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan kajian menyeluruh.

Sumbar Dorong Normalisasi Sungai

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan normalisasi sungai dan saluran air menjadi salah satu prioritas penanganan bencana di Kabupaten Solok.

Menurut Mahyeldi, langkah tersebut penting karena wilayah Sumbar masih menghadapi potensi curah hujan tinggi berdasarkan prakiraan BMKG.

“Karena memang, berdasarkan prakiraan BMKG curah hujan masih berpotensi tinggi, oleh sebab itu kita mengusulkan agar normalisasi sungai menjadi salah satu prioritas selain pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Mahyeldi.

Baca Juga :  Kuota 120 orang, SMAN 1 Padang Panjang Buka PPDB Kelas Asrama

Ia juga meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar melakukan penyusuran sungai secara berkala. Pemeriksaan itu bertujuan menemukan potensi hambatan aliran air, seperti pohon tumbang maupun material longsor.

“Seluruh sungai yang ada di Sumbar kita harapkan disusuri oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota, untuk dicek apakah ada hambatan atau ada potensi longsoran. Itu penting agar bencana serupa tidak kembali terjadi di Sumbar,” ujarnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Mahyeldi mendorong kajian kebencanaan yang lebih komprehensif. Kajian tersebut dapat melibatkan Universitas Andalas melalui Pusat Studi Kebencanaan bersama BNPB dan pemerintah pusat.

BNPB Minta Pengungsi Segera Ditangani

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan penanganan korban, warga terdampak, dan pemenuhan kebutuhan dasar harus berlangsung secara simultan.

Ia meminta tim gabungan melanjutkan pencarian terhadap warga yang masih hilang dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Suharyanto juga meminta pemerintah daerah tidak membiarkan warga terlalu lama tinggal di tenda pengungsian. Pendataan setiap keluarga diperlukan untuk menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai.

Pemerintah daerah nantinya dapat menentukan apakah warga membutuhkan tempat tinggal sementara, tinggal bersama keluarga, atau memperoleh hunian sementara.

Untuk memasuki tahap pemulihan, BNPB mendorong percepatan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen tersebut akan menjadi dasar penentuan kebutuhan perbaikan rumah, fasilitas umum, infrastruktur, hingga pembangunan pengendali bencana atau relokasi apabila diperlukan.

Dua Warga Hilang, Satu Ditemukan Meninggal

Bupati Solok Jon Firman Pandu melaporkan perkembangan pencarian korban dalam rapat koordinasi tersebut.

Dari dua warga yang sebelumnya dinyatakan hilang, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, satu korban lainnya masih dalam pencarian.

Tim gabungan terus menyisir kawasan bantaran sungai yang terdampak galodo untuk menemukan korban yang belum ditemukan.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Evakuasi Tiga Pemuda Hilang Kontak di Pemandian Lubuk Tongga, Seluruh Korban Selamat

Selain korban jiwa, banjir bandang juga merusak puluhan rumah warga. Sebanyak 44 rumah terdampak, terdiri atas 11 unit rusak berat dan 32 unit rusak ringan.

Bencana tersebut turut berdampak pada lahan pertanian, infrastruktur, serta sejumlah gedung perkantoran. Kondisi itu membuat pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok ikut terganggu.

Kebutuhan Rehabilitasi Capai Rp819 Miliar

Pemerintah Kabupaten Solok memperkirakan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana mencapai sekitar Rp819 miliar.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan sabo dam sekitar Rp250 miliar dan normalisasi sungai sekitar Rp300 miliar. Dana lainnya diperlukan untuk memperbaiki rumah warga, lahan pertanian, gedung perkantoran, serta berbagai sarana dan prasarana umum.

Pada masa tanggap darurat, Pemkab Solok juga membutuhkan tambahan peralatan untuk mempercepat proses penanganan.

Peralatan yang diperlukan antara lain mini ekskavator untuk menjangkau lokasi yang sulit dimasuki alat berat. Pemerintah daerah juga membutuhkan breaker untuk memecah material batu berukuran besar.

Selain peralatan berat, Pemkab Solok membutuhkan sekitar 10 unit tenda berukuran besar. Tenda tersebut akan digunakan sebagai lokasi pelayanan sementara agar aktivitas pelayanan publik tetap berlangsung.

Kebutuhan Pengungsi Terus Dipenuhi

Jon Firman Pandu mengatakan pemerintah daerah terus memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi. Bantuan mencakup selimut, matras, obat-obatan, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan.

Anak-anak, bayi, dan balita menjadi kelompok yang mendapat perhatian dalam penanganan pengungsian.

Sebagian warga terdampak juga sementara menempati rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Solok. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan mereka tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. (*)

Berita Terkait

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita
Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan
Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan
BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal
Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang
Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib
Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin
Balita Hilang Tiga Hari di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal, 200 Meter dari Lokasi Awal

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru