Menpar Pastikan Geopark Ijen Siap Hadapi Revalidasi UNESCO Global Geopark

Penulis -

Senin, 27 Juli 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat melakukan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, Banyuwangi, (24/7/2026). (Foto: Kemenpar)

Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat melakukan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, Banyuwangi, (24/7/2026). (Foto: Kemenpar)

Banyuwangi, Javanusa—Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan Geopark Ijen siap menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.

Pemerintah menargetkan kawasan tersebut mempertahankan status green card melalui penguatan pengelolaan berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana  mengatakan revalidasi menjadi tahapan penting untuk memastikan kawasan geopark tetap memenuhi standar pengelolaan UNESCO secara berkelanjutan. Evaluasi ini mencakup aspek konservasi, edukasi, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Target kita adalah mempertahankan predikat green card sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Menpar Widiyanti saat berdiskusi bersama pemerintah daerah dan pengelola Geopark Ijen di Pendopo Sabha Swagatha, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Geopark Ijen memperoleh status UNESCO Global Geopark pada 9 September 2023. Kawasan seluas sekitar 4.723 kilometer persegi itu mencakup Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

Wilayah tersebut memiliki kekayaan geologi dan budaya yang terdiri atas 21 geosite, enam biosite, 10 culture site, serta delapan warisan budaya tak benda. Kawah Ijen dengan fenomena blue fire dan danau berkadar keasaman sangat tinggi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Menurut Menpar, revalidasi bukan sekadar mempertahankan pengakuan internasional. Momentum ini juga menjadi kesempatan memperkuat tata kelola destinasi wisata berbasis pelestarian alam sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, Widiyanti meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi asesor UNESCO. Langkah tersebut meliputi peningkatan promosi warisan geologi, pengembangan aksesibilitas, hingga perluasan kemitraan.

Kementerian Pariwisata, lanjutnya, akan terus mendampingi proses revalidasi hingga seluruh tahapan selesai.

“Pengelolaan Kawah Ijen harus selalu mengedepankan aspek keselamatan wisatawan dan prinsip-prinsip pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Menpar.

Baca Juga :  Kemenpar Bidik 820 Ribu Wisatawan India, Gelar Sales Mission Pariwisata Indonesia di Ahmedabad dan Hyderabad
Kualitas Destinasi Perlu Terus Ditingkatkan

Widiyanti menilai meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi menunjukkan daya tarik Geopark Ijen semakin kuat.

Sepanjang 2025, Jawa Timur mencatat lebih dari 82,3 juta kunjungan wisatawan nusantara dan sekitar 521 ribu wisatawan mancanegara.

Sementara itu, Banyuwangi menerima sekitar 529 ribu wisatawan domestik dan 73 ribu wisatawan asing pada periode yang sama.

Melihat tren tersebut, Menpar meminta pengelola terus meningkatkan kualitas amenitas, kebersihan, keamanan, kenyamanan, pengelolaan sampah, kemampuan storytelling destinasi, serta kompetensi sumber daya manusia.

“Pengalaman wisata yang berkualitas akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Menpar Tinjau Pengembangan Kawasan Wisata 4B

Selain memantau kesiapan Geopark Ijen, Menpar juga meninjau Pantai Marina Boom Banyuwangi sebagai bagian dari pengembangan konektivitas kawasan wisata 4B yang menghubungkan Banyuwangi, Bali Barat, Bali Utara, dan Bali Timur.

Peninjauan tersebut menjadi tindak lanjut Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Pengembangan Wilayah Bali yang digelar pada 20 Juli 2026. Program itu bertujuan mendorong pemerataan arus wisatawan di Bali dan wilayah sekitarnya.

Saat ini Kementerian Pariwisata tengah memperbarui konsep perjalanan wisata dari 3B menjadi 4B dengan memasukkan Bali Timur sebagai destinasi baru dalam jalur wisata.

Rute yang disiapkan dimulai dari Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, dilanjutkan ke KBS Park di Jembrana, kawasan Pemuteran dan Lovina di Bali Utara, Desa Wisata Les, hingga destinasi selam Tulamben dan Amed di Bali Timur.

Desa Wisata Osing Kemiren Didorong Tembus Pengakuan Dunia

Rangkaian kunjungan kerja di Banyuwangi ditutup dengan visitasi ke Desa Wisata Osing Kemiren. Desa tersebut sebelumnya meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dan masuk dalam UN Tourism Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025.

Baca Juga :  Percepatan Pengembangan Danau Toba, Menpar Tekankan Sinkronisasi Master Plan dan 3A

Widiyanti menilai capaian itu menjadi modal penting bagi Desa Kemiren untuk meningkatkan tata kelola, inovasi, digitalisasi, keberlanjutan, dan daya saing agar mampu meraih predikat UN Tourism Best Tourism Villages pada masa mendatang.

“Atas capaian ini, saya mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Desa Adat Osing Kemiren. Prestasi ini adalah milik bersama dan menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Banyuwangi maupun Jawa Timur, tetapi juga bagi Indonesia,” ucap Menpar.

Ia menambahkan, Desa Kemiren telah menunjukkan bahwa pelestarian budaya Osing dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan desa wisata.

Pendekatan tersebut, menurut Menpar, sejalan dengan arah pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Kabinet Merah Putih.

“Saya berharap masyarakat Desa Kemiren terus menjaga keaslian budaya Osing, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat UMKM lokal, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas promosi desa wisata sehingga semakin dikenal di tingkat dunia,” kata Menpar. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru