Jakarta, Javanusa—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat penghargaan Transformative Leadership in Agricultural Governance dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Penghargaan tersebut mengapresiasi kepemimpinan Amran dalam membenahi tata kelola pertanian nasional. Sejumlah langkah yang menjadi perhatian meliputi reformasi birokrasi, penyederhanaan regulasi, modernisasi pertanian, serta peningkatan pengawasan dan akuntabilitas organisasi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menerima penghargaan tersebut mewakili Mentan Amran. Ia menyebut apresiasi ini mencerminkan berbagai perubahan besar yang berlangsung di sektor pertanian.
Menurut Suwandi, kebijakan strategis pemerintah telah mendorong peralihan sistem pertanian tradisional menuju pola produksi modern. Perubahan tersebut juga memberikan hasil nyata terhadap penguatan produksi dan cadangan beras nasional.
“Berkat kepemimpinan Bapak Menteri Pertanian, banyak perubahan besar yang terjadi di sektor pertanian. Berbagai kebijakan yang dijalankan telah membuahkan hasil yang bisa kita rasakan sekarang. Cadangan beras kita pernah mencapai 5 juta ton. Ini luar biasa, sebelumnya belum pernah terjadi seperti ini,” kata Suwandi.
Deregulasi dan Modernisasi Jadi Kunci Transformasi Pertanian
Mentan Amran sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah mengandalkan dua strategi utama untuk mencapai swasembada pangan. Kedua strategi tersebut mencakup deregulasi dan perubahan sistem pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern.
“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” ucap Mentan Amran.
Sejalan dengan strategi tersebut, Kementan membenahi berbagai aspek tata kelola pertanian. Pemerintah menyederhanakan regulasi, memangkas jalur birokrasi, dan menata kembali distribusi sarana produksi pertanian.
Salah satu perubahan penting menyasar distribusi pupuk bersubsidi. Kementan menyederhanakan 145 regulasi yang sebelumnya membuat petani menghadapi proses penyaluran pupuk cukup panjang dan berbelit.
Pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan NPK berkurang dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.
Kebijakan tersebut bertujuan menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan keuntungan petani. Dengan akses pupuk yang lebih mudah dan harga lebih terjangkau, pemerintah berharap produktivitas pertanian semakin meningkat.
Mekanisasi Dorong Efisiensi Produksi Pertanian
Selain membenahi regulasi, Kementan mempercepat modernisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Pemerintah memperluas pemanfaatan traktor, combine harvester, serta berbagai teknologi pendukung kegiatan produksi. Penggunaan peralatan tersebut membantu petani mengolah lahan dan memanen hasil pertanian secara lebih efisien.
Modernisasi ini mengubah pola kerja pertanian yang sebelumnya bergantung pada tenaga manusia. Kini, teknologi dan mekanisasi mulai mengambil peran lebih besar dalam proses produksi.
Penggunaan combine harvester, misalnya, mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Teknologi tersebut juga membantu menekan biaya operasional dan kehilangan hasil panen.
Penindakan Mafia Pangan Perkuat Pengawasan
Di bidang pengawasan, Mentan Amran memperkuat upaya pemberantasan praktik mafia pangan. Pemerintah menindak berbagai dugaan penyimpangan yang merugikan petani maupun konsumen.
Sejumlah kasus yang menjadi perhatian meliputi manipulasi distribusi pupuk, beras oplosan, hingga permainan tata niaga pangan.
Sepanjang 2024 hingga 2026, Satgas Pangan Polri menetapkan 102 tersangka dalam berbagai kasus mafia pangan. Pemerintah juga mencabut 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa transformasi pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pemerintah juga membenahi sistem distribusi dan memperkuat penegakan hukum untuk melindungi kepentingan petani serta masyarakat.
Produksi Beras Nasional Tumbuh 13,29 Persen
Berbagai pembenahan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja sektor pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton.
Angka tersebut meningkat 13,29 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya. Capaian ini memperkuat posisi produksi dalam negeri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Indonesia juga mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Sementara itu, cadangan beras pemerintah pada Oktober 2026 mencapai sekitar 4,56 juta ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator penguatan ketersediaan pangan nasional.
Dari sisi ekonomi, sektor pertanian mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,74 persen pada 2025. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Kesejahteraan petani juga menunjukkan perkembangan positif. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2026 mencapai 132,60.
Kontribusi sektor pertanian turut terlihat dalam perdagangan nasional. Pemerintah mencatat kenaikan nilai ekspor pertanian sekitar Rp166 triliun dan penurunan impor pangan sebesar Rp41 triliun pada 2025.
Capaian tersebut menunjukkan penguatan kapasitas produksi dalam negeri. Selain itu, sektor pertanian semakin berperan dalam menopang perekonomian nasional.
CNN Indonesia Apresiasi Kepemimpinan Transformatif
Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Mentan Amran memperoleh pengakuan dari sejumlah pihak, baik nasional maupun internasional.
Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menghasilkan perubahan nyata.
Menurut Titin, Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, mampu membaca peluang, serta menghadirkan solusi dan terobosan di berbagai sektor.
Ia menjelaskan bahwa penghargaan CNN Indonesia tidak sekadar memberikan pengakuan atas keberhasilan seseorang atau institusi. Apresiasi tersebut juga bertujuan menyebarluaskan berbagai karya dan pencapaian agar menginspirasi masyarakat.
“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Teruslah berkarya, menginspirasi, dan bekerja nyata untuk Indonesia,” ucap Titin.
Melalui tema Karya Nyata untuk Indonesia Berdaya, CNN Indonesia Awards 2026 memberikan apresiasi kepada tokoh dan institusi yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Kementan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi pertanian melalui penguatan tata kelola, modernisasi teknologi, dan peningkatan produksi.
Pemerintah juga akan melanjutkan kebijakan yang berpihak kepada petani. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan swasembada sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)






