OJK: Industri Perbankan Tetap Optimistis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Penulis -

Kamis, 10 September 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Foto: OJK)

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Foto: OJK)

Jakarta, Javanusa—Industri perbankan Indonesia masih menunjukkan keyakinan terhadap prospek bisnis pada triwulan III-2026.

OJK mencatat Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) mencapai 56 atau tetap berada di zona optimistis.

Optimisme tersebut muncul di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik yang masih tinggi. Ekspektasi terhadap pertumbuhan kinerja perbankan serta kemampuan mengendalikan risiko menjadi penopang utama sentimen positif tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperoleh gambaran itu melalui Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) triwulan III-2026. Survei tersebut melibatkan 99 bank responden pada Juli 2026.

Jumlah responden itu mencakup 97,91 persen dari total aset bank umum berdasarkan data Juni 2026. Dengan cakupan tersebut, hasil survei mencerminkan kondisi industri perbankan secara luas.

Kinerja Perbankan Masih Jadi Penopang Optimisme

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan industri perbankan masih optimistis terhadap prospek bisnis.

Menurutnya, pelaku industri juga memiliki keyakinan dalam mengelola berbagai risiko. Proyeksi pertumbuhan kinerja perbankan menjadi salah satu indikator yang memperkuat optimisme tersebut.

Dari sisi kinerja, Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) tercatat 83. Angka tersebut menunjukkan tingkat optimisme yang kuat terhadap perkembangan bisnis perbankan pada triwulan III-2026.

Responden memperkirakan kredit terus tumbuh seiring peningkatan permintaan. Pipeline kredit yang tersedia juga menjadi salah satu faktor pendukung ekspansi penyaluran kredit.

Sektor Industri Pengolahan masih menjadi sektor ekonomi dengan porsi penyaluran kredit perbankan terbesar. Pada Juli 2026, kredit sektor tersebut tumbuh 16,85 persen secara tahunan.

Pelaku industri memperkirakan Industri Pengolahan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan kredit pada periode berikutnya.

Risiko Perbankan Dinilai Tetap Terkendali

Selain melihat prospek bisnis, OJK mencatat persepsi risiko perbankan juga masih positif. Indeks Persepsi Risiko (IPR) berada pada level 57 atau masuk zona optimistis.

Baca Juga :  Kemenperin Buka Pendaftaran Penghargaan RINTEK 2026, Akselerasi Kemandirian Industri Lewat Inovasi Teknologi

Mayoritas responden menilai kualitas kredit masih terjaga. Kondisi Posisi Devisa Netto (PDN) juga dinilai tetap rendah.

Perbankan mencatat aset dan tagihan valuta asing lebih besar dibandingkan kewajiban valuta asing atau berada dalam posisi long position. Sementara itu, risiko likuiditas juga diperkirakan tetap terkendali.

Responden memperkirakan alat likuid perbankan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) masih tumbuh selama triwulan III-2026.

Pertumbuhan DPK yang diproyeksikan lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit turut memperkuat net cashflow perbankan. Kondisi tersebut memberi ruang bagi bank untuk menopang ekspansi kredit sekaligus mempertahankan likuiditas.

Ketidakpastian Global Masih Menjadi Perhatian

Meski sentimen industri tetap positif, bank umum tetap mencermati perkembangan ekonomi global. Seluruh responden dalam survei menunjukkan kewaspadaan tinggi terhadap risiko yang dapat berlangsung dalam waktu panjang.

Pelaku industri bahkan mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemburukan kondisi global yang lebih dalam. Dinamika tersebut dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap prospek ekonomi nasional.

Ekspektasi terhadap kondisi makroekonomi pada triwulan III-2026 juga masih berkaitan erat dengan perkembangan global. Salah satu perhatian utama ialah potensi peningkatan inflasi dan suku bunga acuan global.

Kendati demikian, indikator utama sektor jasa keuangan masih memperlihatkan ketahanan yang baik. Pertumbuhan kredit tetap positif, sementara permodalan dan likuiditas perbankan masih memadai.

Ekosistem Ekonomi Perlu Tetap Kondusif

OJK menilai kesinambungan kinerja industri perbankan membutuhkan dukungan lingkungan ekonomi yang sehat dan stabil. Kondisi tersebut penting agar fungsi intermediasi bank dapat berjalan optimal.

Perbankan memiliki peran penting dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor ekonomi produktif. Karena itu, stabilitas dan produktivitas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Ke depan, penguatan daya saing nasional juga perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga stabilitas. Fundamental ekonomi yang kuat diharapkan mampu menopang pertumbuhan perbankan secara sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pertanian Jadi Bantalan Ekonomi Nasional, Mentan Amran: Desa Tidak Bergantung pada Penguatan Dolar

Kondisi tersebut sekaligus dapat memperkuat kemampuan industri perbankan dalam menghadapi berbagai tekanan dari perekonomian global.

Mengenal Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK

OJK menjalankan SBPO setiap triwulan untuk memetakan arah perekonomian dan perkembangan bisnis perbankan. Survei tersebut juga mengukur persepsi industri terhadap risiko serta kecenderungan bisnis pada periode berikutnya.

Salah satu hasil utama SBPO ialah Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP). Indeks komposit tersebut memiliki rentang nilai 1 hingga 100.

Nilai IBP di atas 50 menunjukkan persepsi optimistis. Angka 50 menunjukkan kondisi stabil, sedangkan nilai di bawah 50 mencerminkan persepsi pesimistis.

IBP terdiri dari tiga subindeks utama. Ketiganya meliputi Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM), Indeks Persepsi Risiko (IPR), dan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK).

SBPO juga memuat isu yang berkembang dalam industri perbankan. Survei tersebut mencakup berbagai faktor yang dinilai dapat memengaruhi kinerja perbankan.

Secara historis, hasil SBPO relatif akurat dalam membaca arah sejumlah indikator makroekonomi dan indikator perbankan di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru