Pariwisata Indonesia Semester I 2026 Tumbuh Positif, Wisman Capai 7,45 Juta Kunjungan

Penulis -

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisatawan berkunjung ke Bali. (Foto: Kemenpar)

Wisatawan berkunjung ke Bali. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Jumlah wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta kunjungan, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 630,41 juta perjalanan.

Pertumbuhan juga terlihat dari investasi pariwisata yang mencapai Rp39,68 triliun. Tingkat okupansi hotel pun naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan sektor pariwisata menghadapi perubahan pasar global.

Pemerintah, menurutnya, terus menyesuaikan strategi promosi dan pengembangan destinasi berdasarkan dinamika pasar.

“Capaiannya tidak terjadi dengan sendirinya. Pemerintah terus menjalankan strategi yang adaptif, termasuk melakukan pivot atau penyesuaian pasar, memperkuat promosi ke negara-negara yang masih memiliki potensi pertumbuhan, menjaga pergerakan wisatawan di dalam negeri, serta mengembangkan produk dan destinasi yang semakin berkualitas,” kata Menpar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Kunjungan Wisman Tumbuh 5,71 Persen

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari-Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan. Angka tersebut tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Sejumlah pasar mencatat pertumbuhan cukup kuat. Kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya meningkat hampir 10 persen, sedangkan Asia Tenggara tumbuh 8,22 persen.

Pasar Oseania juga mencatat pertumbuhan 6,60 persen. Kinerja tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisman tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Menurut Kementerian Pariwisata, perkembangan tersebut menunjukkan strategi diversifikasi pasar mulai memberikan hasil. Pemerintah tidak hanya mengandalkan pasar tradisional, tetapi juga membidik negara yang memiliki prospek pertumbuhan wisatawan.

Selain jumlah kunjungan, kualitas belanja wisatawan juga mengalami peningkatan. Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan naik 6,36 persen menjadi sekitar 1.313 dolar AS.

“Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah,” katanya.

Wisatawan Nusantara Jadi Penopang Utama

Mobilitas wisatawan domestik turut menopang kinerja pariwisata Indonesia. Selama Semester I 2026, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan.

Jumlah tersebut tumbuh 2,71 persen dibandingkan Semester I 2025. Pada periode yang sama, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri justru turun 2,40 persen menjadi 4,46 juta perjalanan.

Kondisi tersebut menghasilkan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta perjalanan. Data ini memperlihatkan kuatnya aktivitas perjalanan masyarakat di dalam negeri.

Pergerakan wisatawan kemudian memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi. Akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, jasa perusahaan, hingga berbagai jasa lainnya ikut menikmati peningkatan aktivitas wisata.

Baca Juga :  Dramatis! PSP Padang Juara Liga 4 Sumbar Setelah Bungkam PSPP Padang Panjang 3-2
Investasi Pariwisata Tembus Rp39,68 Triliun

Dari sisi investasi, sektor pariwisata mencatat realisasi Rp39,68 triliun pada Semester I 2026. Nilai tersebut meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp12,19 triliun. Nilainya tumbuh 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp27,48 triliun. Angka tersebut meningkat 9,39 persen.

Widiyanti menilai investasi pariwisata memiliki dampak lebih luas daripada pembangunan fasilitas wisata. Aktivitas investasi juga memperkuat rantai pasok lokal dan membuka kesempatan kerja.

“Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi,” kata Menpar.

Pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas akomodasi. Tingkat okupansi hotel mencapai 48,20 persen atau naik 2,48 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pariwisata Beri Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional

Kinerja pariwisata juga tercermin dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen.

Sejumlah lapangan usaha yang berkaitan erat dengan pariwisata mencatat pertumbuhan tinggi. Akomodasi dan makan minum tumbuh 10,60 persen.

Transportasi dan pergudangan tumbuh 5,65 persen. Sementara itu, jasa perusahaan tumbuh 5,08 persen dan jasa lainnya mencapai 6,36 persen.

Secara keseluruhan, sektor-sektor tersebut memberikan kontribusi sekitar 0,86 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan wisata mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus,” kata Menpar.

Indonesia Perkuat Promosi di Pasar India

Pemerintah juga memperluas promosi pariwisata ke pasar internasional yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Salah satunya melalui penguatan promosi Indonesia di India.

Pada Juli 2026, Widiyanti mendampingi Presiden Republik Indonesia dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi. Salah satu agenda tersebut berlangsung di Kompleks Candi Prambanan.

Kementerian Pariwisata memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada pasar India. Promosi dilakukan melalui kanal Wonderful Indonesia, media India dan internasional, kampanye digital, iklan, serta kolaborasi dengan industri pariwisata.

Pemerintah kemudian mendorong tindak lanjut melalui familiarization trip. Program tersebut melibatkan agen perjalanan dan online travel agent dari India.

“Tingginya perhatian masyarakat India terhadap kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mereka untuk datang ke Indonesia, mengenal Prambanan, serta menjelajahi lebih banyak destinasi di berbagai daerah,” kata Menpar.

Baca Juga :  Kemenpar Targetkan 19,1 Juta Wisman pada 2027, Fokus Perkuat Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Pariwisata Terintegrasi dengan Program Sosial

Kementerian Pariwisata juga memperluas kolaborasi lintas kementerian. Salah satunya melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial dalam mendukung Program Sekolah Rakyat.

Dalam kerja sama tersebut, Kementerian Pariwisata menyediakan lahan di kawasan Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana pendidikan dan fasilitas pendukung.

Kolaborasi juga mencakup penguatan kurikulum sadar wisata. Pemerintah akan menyelaraskan program peningkatan kesejahteraan sosial di desa wisata dan destinasi.

Selain itu, tersedia jalur pendidikan lanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat. Kementerian Pariwisata juga menyiapkan kuota 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata melalui program beasiswa.

Pemerintah Siapkan Dispersi Wisatawan di Bali

Pemerataan aktivitas wisata menjadi perhatian pemerintah, khususnya di Bali. Widiyanti menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai pengembangan wilayah Bali yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Pertemuan tersebut membahas lima persoalan strategis. Isunya mencakup infrastruktur dasar, kepadatan wisatawan, pengelolaan sampah, tata ruang pengembangan pariwisata, serta wisata kapal pesiar.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menyusun masterplan dispersi wisatawan. Rencana tersebut bertujuan mengurangi konsentrasi wisatawan di Bali Selatan.

Pemerintah juga mendorong pengembangan Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat. Pengembangan kawasan akan berjalan bersama peningkatan konektivitas, pelayanan dasar, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Penguatan Geopark dan Desa Wisata

Pengembangan destinasi berkualitas juga menjadi agenda Kementerian Pariwisata. Di Belitung, Menpar meninjau kesiapan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Kementerian Pariwisata mendukung persiapan tersebut melalui pemasangan rambu di geosite prioritas. Dukungan lain mencakup seminar internasional dan penyediaan papan informasi dwibahasa.

Dalam kunjungan yang sama, pemerintah meluncurkan integrasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui Koperasi Desa bersama Kementerian Koperasi.

Program tersebut bertujuan memperkuat ekosistem desa wisata. Pemerintah juga ingin meningkatkan kapasitas usaha masyarakat dan memperluas pemasaran produk lokal.

Di Jawa Timur, Menpar meninjau kesiapan Geopark Ijen menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark. Pemerintah menargetkan predikat green card tetap dipertahankan.

Menurut Widiyanti, pengakuan UNESCO membutuhkan pengelolaan kawasan yang konsisten. Pelestarian lingkungan, edukasi, kolaborasi pemangku kepentingan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga status tersebut.

Event Daerah Dorong Ekonomi Lokal

Kementerian Pariwisata juga mengandalkan event sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi daerah. Salah satu agenda yang mendapat perhatian ialah Jember Fashion Carnaval 2026.

Baca Juga :  8 Petak Ruko di Jalan Imam Bonjol Terbakar, Damkar Padang Berjibaku Hingga Malam

Ajang tersebut masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Perkembangannya menjadikan Jember Fashion Carnaval sebagai salah satu ikon pariwisata Jember sekaligus wadah promosi kreativitas Indonesia.

Sepanjang 2026, Kementerian Pariwisata mendukung 125 event daerah yang masuk dalam Karisma Event Nusantara di 38 provinsi.

Hingga akhir Juli, sebanyak 61 event telah berlangsung. Dari 47 event yang sudah melalui evaluasi, tercatat 4,77 juta pengunjung.

Rangkaian event tersebut menghasilkan transaksi ekonomi langsung sebesar Rp276,84 miliar. Kegiatan juga melibatkan ribuan UMKM, pekerja seni, dan tenaga kerja.

“Kami juga menyelenggarakan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) bersama Indonesia Business Event Mart,” kata Menpar.

Pariwisata Berkualitas Jadi Arah Pengembangan

Pemerintah kini tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah wisatawan. Kementerian Pariwisata juga mendorong produk wisata yang memberikan nilai ekonomi lebih besar dan memperkuat kualitas pengalaman wisatawan.

Pengembangan wisata kebugaran dilakukan melalui BRI Wellness Experience Plataran Xtravaganza 2026. Sementara itu, sektor gastronomi, wastra, seni, dan desain mendapat penguatan melalui dukungan terhadap Jakarta Fashion and Food Festival serta Food and Hospitality Indonesia.

Arah tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperluas variasi produk pariwisata. Wisata minat khusus diharapkan dapat meningkatkan lama tinggal sekaligus belanja wisatawan.

Kementerian Pariwisata Raih WTP ke-11

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Kementerian Pariwisata kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Opini tersebut diberikan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Capaian ini sekaligus menjadi WTP ke-11 secara berturut-turut yang diraih Kementerian Pariwisata sejak 2015.

Menpar menilai rangkaian capaian Semester I 2026 menunjukkan fondasi pariwisata Indonesia semakin kuat. Sektor ini juga dinilai memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi global.

Pemerintah selanjutnya akan memperkuat berbagai program strategis dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran.

Langkah tersebut diarahkan agar manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya terkonsentrasi di destinasi utama. Pemerintah ingin dampaknya menjangkau masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.

“Tujuan kami jelas, menjadikan pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, sumber devisa, sekaligus jalan menuju pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Menpar Widiyanti Putri Wardhana. (*)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB