Padang, Javanusa—Seorang perempuan berinisial DF (46) meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres di jalur rel depan Bundaran Universitas Negeri Padang (UNP), Kecamatan Padang Utara, Selasa (4/8/2026) siang.
Polisi menduga korban mundur ke arah rel saat kereta melintas setelah mengalami pusing.
Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 13.10 WIB di kilometer 12/700, tepat di depan Bundaran Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara.
Kapolsek Padang Utara AKP Yuliadi membenarkan kejadian itu. Korban diketahui berinisial DF (46), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Raya Piai Tanah Sirah, Kelurahan Tanah Sirah Nan Tigo, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
“Korban meninggal dunia di lokasi akibat tertabrak Kereta Api Pariaman Ekspres B5 yang melaju dari arah Pariaman menuju Simpang Haru,” ujar AKP Yuliadi.
Korban Diduga Mundur ke Rel Saat Kereta Melintas
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula ketika Kereta Api Pariaman Ekspres B5 melintas menuju Shalter Air Tawar. Saat itu, korban berada di tepi jalur rel.
Sejumlah saksi melihat korban tiba-tiba melangkah mundur seolah kehilangan keseimbangan karena pusing. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berteriak memperingatkan datangnya kereta, tetapi korban tidak merespons.
Akibatnya, bagian kepala korban terkena rangkaian kereta yang melintas dengan kecepatan tinggi. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
AKP Yuliadi mengatakan polisi telah meminta keterangan dari tiga saksi mata. Mereka terdiri atas DN (50), seorang agen yang berdomisili di Siteba, PZ (32), petugas keamanan UNP yang tinggal di Air Tawar Barat, serta EA (34), warga Bandar Buat.
“Begitu mengetahui kejadian tersebut, saksi segera melaporkan ke Polsek Padang Utara,” kata AKP Yuliadi.
Polisi dan Tim Medis Lakukan Penanganan
Usai menerima laporan masyarakat, personel Piket SPK bersama fungsi terkait yang dipimpin Pawas Ipda Roy Fandra langsung menuju lokasi kejadian.
Saat petugas tiba, warga bersama personel kesehatan Batalyon 133 telah memberikan pertolongan kepada korban. Selanjutnya, korban dievakuasi menggunakan ambulans Batalyon 133 ke Rumah Sakit Hermina.
Namun, tim medis Rumah Sakit Hermina memastikan korban telah meninggal dunia. Setelah itu, polisi segera menghubungi pihak keluarga untuk menyampaikan informasi mengenai musibah tersebut.
Keluarga Jemput Jenazah di Rumah Sakit
AKP Yuliadi menjelaskan keluarga korban berhasil dihubungi sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka berasal dari kawasan Piai, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
“Sekitar pukul 15.50 WIB, pihak keluarga tiba di Rumah Sakit Hermina dan membawa pulang jenazah korban,” ungkapnya.
Dari keterangan keluarga, DF dikenal aktif sebagai relawan yang menggalang sumbangan untuk anak-anak yatim di sebuah yayasan.
Keluarga juga menyampaikan bahwa beberapa hari sebelum kejadian korban sering mengeluhkan sakit kepala atau pusing saat berada di rumah. (*)






