Penantian Puluhan Tahun Terjawab, Pompanisasi Tenaga Surya Aliri 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak

Penulis -

Senin, 7 September 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya kini mulai mengalirkan air ke lahan persawahan masyarakat Tanjung Barulak, Tanah Datar. (Foto: ADPSB)

Pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya kini mulai mengalirkan air ke lahan persawahan masyarakat Tanjung Barulak, Tanah Datar. (Foto: ADPSB)

Tanah Datar, Javanusa—Penantian puluhan tahun warga Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, untuk mendapatkan pasokan air pertanian mulai berakhir. Pompanisasi berbasis tenaga surya kini mengalirkan air ke sekitar 400 hektare sawah yang selama ini banyak bergantung pada hujan.

Program tersebut hadir melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (UID Sumbar).

Pompanisasi menjadi bagian dari program “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” yang diresmikan pada Minggu (6/9/2026). Program PLN Peduli itu sekaligus menyemarakkan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81.

Sistem tersebut memanfaatkan air dari Batang Manganan. Panel tenaga surya kemudian memasok energi untuk mengoperasikan pompa yang mengalirkan air menuju persawahan masyarakat.

Air Membuka Peluang Tiga Kali Tanam

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebut fasilitas tersebut menjawab kebutuhan warga yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurut Mahyeldi, kepastian pasokan air dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan. Kondisi itu juga membuka peluang peningkatan produktivitas dan frekuensi tanam.

“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai ketersediaan air memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan. Dampaknya juga berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mahyeldi mengapresiasi kerja sama sejumlah pihak dalam mewujudkan pompanisasi tersebut. Kolaborasi itu melibatkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang, dan pihak lainnya.

“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat, Tiga Daerah Jadi Perhatian
Jaringan Pipa Mencapai 4 Kilometer

Mahyeldi juga meminta masyarakat menjaga fasilitas pompa dan jaringan distribusi air. Jaringan pipa yang membentang sekitar empat kilometer menjadi infrastruktur penting untuk menjaga kontinuitas aliran air ke lahan pertanian.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan cukup tanpa pengelolaan dan perawatan secara bersama. Ia juga meminta masyarakat menyelesaikan persoalan yang muncul melalui musyawarah.

“Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama,” pesan Mahyeldi.

Selain jaringan yang sudah tersedia, pemerintah juga membahas rencana pembangunan bak penampungan air. Fasilitas itu diharapkan dapat mengoptimalkan distribusi dan pemanfaatan air bagi petani.

Mahyeldi mendorong pembahasan rencana tersebut melibatkan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta pihak terkait lainnya.

Layani 400 Hektare Persawahan

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdul Rahman Hadi mengatakan pompanisasi tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 400 hektare sawah di Tanjung Barulak.

Jangkauan distribusi air juga berpotensi bertambah. Pemerintah membuka peluang pengembangan jaringan hingga nagari yang berbatasan dengan Tanjung Barulak.

Abdul Rahman menyebut Tanjung Barulak memiliki sekitar 1.700 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 5.000 jiwa.

Sebagian besar petani sebelumnya masih mengandalkan sistem pertanian tadah hujan. Keterbatasan air menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan produktivitas lahan.

Kondisi tersebut juga berdampak pada pelaksanaan program bajak sawah gratis. Lahan dengan pasokan air terbatas cenderung lebih sulit diolah.

PLN Dorong Pemanfaatan Energi Bersih

General Manager PT PLN (Persero) UID Sumbar Ririn Rachma Wardini mengatakan pompanisasi lahir dari kolaborasi PLN, Universitas Andalas, dan sejumlah pemangku kepentingan.

Fakultas Teknik Universitas Andalas sebelumnya mengembangkan prototipe pompanisasi berbasis tenaga surya. PLN kemudian mendukung pengembangannya melalui program TJSL agar teknologi tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Diluncurkan Presiden Prabowo, Wako Padang Siap Sukseskan Koperasi Merah Putih

Ririn berharap teknologi energi bersih untuk sektor pertanian itu dapat diterapkan di wilayah lain Sumatera Barat. Selain membantu menyediakan air, inovasi tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Diharapkan Berlanjut ke Fasilitas Pendukung

Mahyeldi berharap keberadaan pompanisasi juga mendorong pembangunan fasilitas pendukung bagi masyarakat Tanjung Barulak.

Ia menyebut musala dan ruang aktivitas anak sebagai contoh fasilitas yang dapat dikembangkan. Menurutnya, pembangunan perlu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Dengan adanya air ini, mudah-mudahan akan ada pengembangan-pengembangan lain yang dilakukan untuk masa yang akan datang. Nikmat yang sudah ada ini harus kita syukuri dengan cara menjaga, memelihara dan merawatnya dengan sebaik-baiknya,” tutur Mahyeldi.

Pompanisasi tenaga surya tersebut diharapkan menjadi langkah awal peningkatan produktivitas pertanian Tanjung Barulak. Pemerintah dan para pemangku kepentingan juga mendorong keberlanjutan program melalui kolaborasi serta gotong royong masyarakat.

Peresmian turut dihadiri Kepala BIN Daerah Sumatera Barat Ahad Dailimi, Sekda Tanah Datar Abdul Rahman Hadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar Rifda Suriani, serta Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto.

Hadir pula GM PLN UID Sumbar Ririn Rachma Wardini beserta jajaran, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, perwakilan PT Semen Padang Nurwan, perwakilan Fakultas Teknik Universitas Andalas Dendi Adi Saputra, Forkopimda dan Forkopimca.

Wali Nagari dan KAN Tanjung Barulak, kelompok tani Saiyo, serta tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, cadiak pandai, dan bundo kanduang juga hadir dalam kegiatan tersebut. (*)

Baca Juga :  Samsat Nagari Sungai Rumbai Resmi Dibuka, Permudah Layanan Pajak Kendaraan di Perbatasan Sumbar–Jambi

Berita Terkait

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027
Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru