Banjir Rendam Puluhan Rumah di Wahana 2 Sungai Lareh Padang, Warga Desak Penanganan Sungai Dipercepat

Penulis -

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah di Komplek Wahana 2 Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang yang terendam banjir akibat luapan air sungai di sekitar kawasan tersebut, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Ist)

Kondisi rumah di Komplek Wahana 2 Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang yang terendam banjir akibat luapan air sungai di sekitar kawasan tersebut, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Luapan sungai kembali membanjiri puluhan rumah di Kompleks Wahana 2 Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026).

Ketinggian air mencapai 1,5 meter di sejumlah titik, membuat warga kembali khawatir akan ancaman banjir susulan.

Air tidak hanya menggenangi halaman, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga. Yulia, salah seorang penghuni Blok D, mengatakan rumahnya menjadi salah satu yang paling parah terdampak banjir kali ini.

“Di atas rumah saya lebih 60 cm, kalau di halaman setinggi dada saya atau sekitar 150 cm,” kata Yulia, yang memiliki tinggi badan 170 sentimeter.

Banjir Berulang Sejak 2016

Yulia mengungkapkan, luapan sungai sudah menjadi ancaman berulang sejak ia bersama keluarganya menempati Kompleks Wahana 2 Sungai Lareh pada 2016. Setiap hujan turun, air dari sungai di belakang rumah kerap meluap dan menggenangi permukiman.

Menurutnya, banjir terparah terjadi pada November 2025. Saat kejadian itu, Yulia mengalami luka robek pada kaki setelah terperosok di jembatan kecil di depan rumahnya. Ia bahkan harus menjalani operasi sebanyak dua kali akibat cedera tersebut.

“ Hampir setiap tahun, kawasan ini diterjang air bah. Beberapa kali sangat dahsyat, di antaranya yang terjadi pada Agustus 2018, November 2025, 20 Juli 2026, 3 Agustus 2026 dan 10 Oktober 2026 ini,” sebutnya.

Rentetan kejadian tersebut meninggalkan trauma bagi warga. Mereka selalu diliputi kecemasan setiap kali hujan turun karena khawatir sungai kembali meluap dan menerjang rumah.

Air Datang Deras dan Membawa Lumpur

Kekhawatiran serupa dirasakan Ella, warga lainnya. Ia mengatakan air bah datang dengan cepat dari arah sungai, sehingga warga tidak memiliki banyak waktu untuk mengantisipasi genangan.

Baca Juga :  Rumah PNS di Parupuak Tabiang Ludes Dilalap Api, Damkar Padang Selamatkan 8 Bangunan

“Airnya datang sangat deras. Begitu kencang,” kata Ella.

Selain menggenangi rumah dan halaman, banjir juga membawa lumpur berwarna cokelat pekat. Kondisi tersebut menambah dampak yang harus dihadapi warga setiap kali luapan sungai mencapai permukiman.

Warga Sudah Ajukan Proposal ke BWS Sumatra V

Untuk mendorong penanganan, warga Kompleks Wahana 2 Sungai Lareh telah mengajukan proposal penanggulangan dan pengamanan sungai kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V.

Menurut Yulia dan Ella, petugas telah melakukan survei sebanyak dua kali. Survei pertama berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, sedangkan survei kedua berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Namun, hingga banjir kembali terjadi pada 10 Oktober 2026, warga mengaku belum melihat tindak lanjut penanganan yang mereka harapkan.

Mereka juga telah menyampaikan surat kepada sejumlah instansi terkait. Di antaranya Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang, Dinas Sumber Daya Air Sumatera Barat, serta BPBD Kota Padang dan BPBD Sumatera Barat.

Warga turut menyampaikan aspirasi tersebut kepada Wali Kota Padang Fadly Amran dan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi.

Warga Minta Penanganan Sungai Dipercepat

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan sungai di sekitar permukiman mereka. Mereka menilai penanganan mendesak diperlukan agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.

“Kami berharap, penanganan sungai ini disegerakan, karena kami selalu was-was setiap kali hujan. Dulu sungai itu sangat kecil, tapi belakangan terus melebar,” terang Yulia.

Bagi warga Wahana 2 Sungai Lareh, penanganan sungai bukan sekadar upaya mengurangi genangan. Mereka berharap langkah tersebut dapat memberikan rasa aman dan mencegah kejadian serupa kembali mengancam keselamatan serta tempat tinggal mereka. (*)

Berita Terkait

Resmob Polda Sumbar Selidiki Pencurian Inventaris Kantor Lurah Seberang Palinggam
Dua Pria di Padang Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Perjudian Slot Online
Satreskrim Polres Solok Selatan Sisir Lokasi PETI di Lubuk Ulang Aling, Tak Temukan Aktivitas Tambang
Bareskrim Ungkap Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang, Nilai Barang Capai Rp15 Miliar
Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka dan 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla
Pria Asal Dumai Ditangkap Usai Curi 3 Tabung Gas di Padang, Honda Beat Disita
Polda Sumbar Ungkap Dugaan Tambang Ilegal di Pasaman, Operator Excavator Diamankan
Air Deras Gunung Singgalang Terjang Pandai Sikek, Warga Bawah Lereng Waspada

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:53 WIB

Arsenal Taklukkan Liverpool 1-0 di Anfield, The Gunners Rebut Puncak Klasemen Liga Inggris

Minggu, 1 November 2026 - 21:14 WIB

3.800 Pelari Ramaikan Minang Geopark Run 2026 di Bukittinggi

Minggu, 1 November 2026 - 17:06 WIB

Marc Marquez Raih Kemenangan ke-80 MotoGP di Malaysia, Gelar Juara 2026 di Depan Mata

Minggu, 1 November 2026 - 16:30 WIB

Adhyaksa FC Wajib Bangkit Lawan Semen Padang Usai Ditahan PSPS

Minggu, 1 November 2026 - 15:28 WIB

Hari Terakhir Pendaftaran WateRun 2026, Lebih dari 1.300 Peserta Sudah Mendaftar

Minggu, 1 November 2026 - 08:48 WIB

Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026, Peluang Juara Masih Terbuka

Minggu, 1 November 2026 - 08:41 WIB

Pedro Acosta Juara Sprint MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Finis Kedua

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Alex Marquez Rebut Pole Position MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Kedua

Berita Terbaru