Javanusa.com—Radang amandel atau tonsilitis merupakan kondisi ketika amandel mengalami peradangan akibat infeksi virus maupun bakteri. Penyakit ini sering menimbulkan gejala seperti sakit tenggorokan, amandel bengkak, nyeri saat menelan, hingga bau mulut.
Selain pengobatan dari dokter, pola makan juga berperan penting untuk membantu meredakan gejala dan mempercepat pemulihan. Karena itu, penderita amandel perlu memilih makanan yang aman dikonsumsi sekaligus menghindari makanan yang dapat memperparah iritasi tenggorokan.
Dilansir dari laman LinkSehat, berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat radang amandel.
Makanan dan Minuman yang Aman untuk Penderita Amandel
1. Makanan Berkuah dan Hangat
Sup hangat, kaldu, atau teh hangat dapat membantu menenangkan tenggorokan yang meradang. Suhu hangat memberi rasa nyaman sekaligus membantu mengurangi nyeri saat menelan.
Teh herbal yang dicampur madu juga kerap digunakan untuk membantu meredakan iritasi tenggorokan. Madu memiliki sifat antibakteri alami, meski manfaatnya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
2. Makanan Dingin
Makanan dingin seperti es krim, yogurt dingin, smoothie, atau es loli dapat memberikan efek kebas sementara pada tenggorokan sehingga rasa nyeri berkurang.
Selain itu, sensasi dingin dari permen mint atau mentol juga bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan.
3. Air Garam untuk Berkumur
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu mengurangi rasa gatal dan nyeri di tenggorokan. Caranya cukup mencampurkan seperempat sendok teh garam ke dalam segelas air hangat.
Larutan tersebut digunakan untuk berkumur beberapa detik lalu dibuang. Namun, metode ini tidak dianjurkan untuk anak kecil karena berisiko tertelan.
4. Teh Jahe dan Madu
Teh jahe hangat dapat membantu meredakan peradangan karena kandungan antiinflamasinya. Menambahkan madu ke dalam minuman juga dapat membantu menenangkan tenggorokan yang mengalami iritasi.
5. Permen Pelega Tenggorokan
Lozenges atau permen pelega tenggorokan bisa membantu mengurangi rasa sakit untuk sementara waktu. Beberapa produk mengandung bahan alami yang membantu mengurangi peradangan.
Namun, permen jenis ini tidak disarankan untuk anak kecil karena dapat menyebabkan tersedak.
6. Sayuran yang Dimasak Lunak
Sayuran seperti wortel, kentang, dan kubis yang dimasak hingga lembut lebih mudah ditelan. Selain itu, sayuran tetap memberikan asupan nutrisi penting bagi tubuh.
Sayuran juga bisa dihaluskan menjadi sup atau puree agar lebih nyaman dikonsumsi saat tenggorokan terasa sakit.
Pantangan Makanan bagi Penderita Amandel
Beberapa jenis makanan dapat memperparah iritasi tenggorokan dan membuat proses penyembuhan berlangsung lebih lama.
1. Makanan Keras dan Renyah
Keripik, biskuit, roti panggang, sereal kering, atau buah keras dapat melukai tenggorokan yang sedang meradang. Tekstur kasar dari makanan tersebut juga bisa memicu rasa nyeri yang lebih hebat.
Sebagai gantinya, penderita amandel sebaiknya memilih makanan bertekstur lembut agar lebih mudah ditelan.
2. Buah dan Minuman Asam
Jeruk, lemon, limun, atau jus dengan rasa asam dapat memicu rasa perih pada tenggorokan. Kandungan asamnya juga dapat memperparah iritasi pada jaringan yang sedang meradang.
Pisang menjadi pilihan yang lebih aman karena teksturnya lembut dan tidak menimbulkan rasa perih saat ditelan.
3. Makanan Pedas
Cabai, saus pedas, dan bumbu dengan rasa menyengat dapat memperburuk peradangan pada amandel. Karena itu, penderita radang amandel sebaiknya mengurangi konsumsi makanan pedas sampai kondisi membaik.
4. Makanan Asinan dan Cuka
Acar, asinan, atau makanan dengan kadar garam dan cuka tinggi dapat membuat tenggorokan terasa lebih sakit. Makanan jenis ini sebaiknya dihindari selama masa pemulihan.
5. Alkohol dan Rokok
Minuman beralkohol dapat menyebabkan tenggorokan semakin kering dan mengalami iritasi. Selain itu, rokok maupun asap rokok juga dapat memperlambat proses penyembuhan radang amandel.
Pemulihan Setelah Operasi Amandel
Pasien yang menjalani operasi amandel umumnya membutuhkan waktu pemulihan sekitar dua minggu. Selama beberapa hari pertama, penderita dianjurkan lebih banyak beristirahat di rumah dan menghindari aktivitas berat.
Keropeng di area operasi biasanya muncul dan lepas dalam waktu tujuh hingga 14 hari. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri sementara, tetapi umumnya menjadi bagian normal dari proses penyembuhan.
Jika muncul perdarahan atau nyeri berat setelah operasi, pasien sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (*/red)






