Presiden Prabowo Sebut 290 BUMN Ditutup, Penghematan Tembus Rp50 Triliun

Penulis -

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menutup 290 BUMN dalam proses restrukturisasi besar-besaran bersama Danantara.

Langkah tersebut bertujuan memangkas perusahaan yang tidak produktif sekaligus meningkatkan efisiensi dan kontribusi BUMN bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Presiden menegaskan pemerintah akan mempertahankan BUMN yang produktif dan mampu memberi nilai tambah bagi rakyat.

“BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. BUMN tidak boleh milik direksi, bukan milik komisaris, bukan pula sumber dana bagi penguasa,” tegas Prabowo.

Pemerintah Pangkas 290 BUMN

Presiden mengatakan pemerintah menemukan 1.074 BUMN saat Danantara mulai dibentuk. Jumlah tersebut mencakup anak, cucu, hingga cicit perusahaan.

Menurut dia, struktur tersebut terlalu besar dan sebagian perusahaan tidak lagi produktif. Pemerintah pun mulai melakukan penataan secara menyeluruh.

Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Pemerintah menargetkan jumlah perusahaan negara maksimal 300 pada akhir 2026.

“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia,” ujar Prabowo.

Efisiensi BUMN Hemat Rp50 Triliun

Restrukturisasi juga berdampak pada biaya operasional perusahaan negara. Pemerintah mencatat penghematan biaya overhead telah melampaui Rp50 triliun.

Penghematan itu berasal dari berbagai pos, termasuk biaya direksi dan komisaris. Selain itu, pemerintah memangkas pengeluaran untuk sewa gedung, kendaraan, dan perjalanan dinas.

Pemerintah menargetkan efisiensi tersebut mencapai lebih dari Rp70 triliun pada akhir 2026.

“Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun, berapa puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Fadly Amran Dorong Pameran Bonsai Padang Naik Kelas Jadi Kontes Nasional
Kinerja Sejumlah BUMN Meningkat

Selain menekan biaya, pemerintah mencatat peningkatan kinerja sejumlah perusahaan negara sepanjang enam bulan pertama 2026.

PT TIMAH mencatat keuntungan Rp2,7 triliun. Angka tersebut mencapai sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif juga terlihat pada sejumlah BUMN lain. Laba bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, dan PT Pertamina 86 persen.

Pegadaian mencatat kenaikan 84,4 persen. Sementara itu, laba Pelindo naik 60,4 persen dan PTPN meningkat 54,4 persen.

Garuda Indonesia Aktifkan 20 Pesawat

Pembenahan juga menyentuh Garuda Indonesia. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat yang sebelumnya tidak beroperasi kembali aktif.

Dengan tambahan tersebut, jumlah pesawat Garuda Indonesia yang beroperasi mencapai 104 unit. Prabowo berharap maskapai tersebut kembali mencatat keuntungan secara berkelanjutan pada awal 2027.

Di sisi tata kelola, pemerintah juga memperketat akurasi laporan keuangan BUMN. Prabowo menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap manipulasi angka.

“Saya tidak mau toleransi permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” tegasnya.

Laba dan Dividen BUMN Naik

Prabowo menyebut pembenahan tata kelola turut mendorong kenaikan keuntungan BUMN. Laba meningkat dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025.

Kenaikan tersebut mencapai 75,3 persen dalam satu tahun. Sementara itu, dividen BUMN pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun.

Setelah dikurangi penyertaan modal negara atau PMN, kontribusi bersih BUMN juga meningkat. Nilainya naik dari Rp53 triliun pada 2024 menjadi Rp138 triliun pada 2025.

Pemerintah memproyeksikan kontribusi bersih tersebut mencapai Rp200 triliun pada 2026 tanpa PMN.

“Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Hanyut Diterjang Banjir Bandang, Musala An Nur Kini Berdiri Kembali dan Diresmikan Fadly Amran

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh jajaran Danantara atas proses pembenahan tersebut.

Danantara Dorong Hilirisasi

Pemerintah selanjutnya mengarahkan peningkatan kinerja BUMN untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi.

Melalui Danantara, pemerintah telah melakukan groundbreaking 26 proyek hilirisasi sepanjang 2026. Proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, serta pengolahan garam industri.

Pemerintah juga mengembangkan proyek smelter alumina menjadi aluminium. Langkah tersebut diharapkan membuka puluhan ribu lapangan kerja.

Selain hilirisasi, pemerintah akan memperkuat strategi upstreaming. Salah satunya melalui akuisisi perusahaan terbaik dunia.

Menurut pemerintah, langkah itu bertujuan memperoleh teknologi, kekayaan intelektual, manajemen, pasar, dan pengalaman. Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional. (*/BPMI Setpres)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru