Javanusa.com—Payudara kendur merupakan kondisi yang umum dialami banyak wanita seiring bertambahnya usia, perubahan berat badan, hingga kehamilan.
Kondisi ini sering memengaruhi rasa percaya diri. Kabar baiknya, ada sejumlah cara mengencangkan payudara yang dapat dipilih, mulai dari latihan fisik hingga prosedur medis.
Penyebab Payudara Kendur
Kekencangan payudara dipengaruhi oleh elastisitas ligamen dan jaringan penyangganya. Ketika elastisitas tersebut menurun, bentuk payudara perlahan berubah dan tampak mengendur.
Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah kehamilan. Selama masa kehamilan, ukuran payudara membesar sebagai persiapan menyusui.
Kondisi ini membuat ligamen penyangga meregang sehingga beberapa bulan setelah melahirkan payudara dapat terlihat lebih kendur, baik pada ibu yang menyusui maupun yang tidak.
Selain itu, kebiasaan merokok, pertambahan usia, dan kelebihan berat badan juga berkontribusi terhadap berkurangnya elastisitas jaringan payudara.
Olahraga untuk Membantu Mengencangkan Payudara
Meski olahraga tidak dapat mengubah jaringan payudara secara langsung, latihan yang memperkuat otot dada mampu membuat area dada terlihat lebih padat dan menopang bentuk payudara dengan lebih baik.
Beberapa latihan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Bench Press
Berbaring di atas bangku datar (flat bench) sambil memegang barbel dengan kedua tangan. Rentangkan lengan ke atas, lalu turunkan barbel hingga sejajar dengan dada sebelum mengangkatnya kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan sesuai kemampuan.
2. Push-Up
Posisikan kedua telapak tangan sedikit lebih lebar dari bahu. Tumpukan berat badan pada ujung jari kaki dengan tubuh tetap lurus dari kepala hingga tumit.
Turunkan tubuh hingga dada mendekati lantai tanpa menyentuh permukaan, kemudian dorong tubuh kembali ke posisi semula. Lakukan beberapa repetisi secara bertahap.
3. Dumbbell Fly atau Barbell Fly
Berbaring di atas flat bench dengan kedua kaki menapak lantai. Pegang beban di kedua tangan, lalu rentangkan lengan perlahan ke samping hingga sejajar dengan dada. Setelah itu, angkat kembali ke posisi awal.
Pemilihan beban yang sesuai menjadi faktor penting dalam latihan ini. Beban yang cukup menantang membantu melatih otot dada secara optimal. Penggunaan sport bra juga disarankan agar payudara tetap mendapat penyangga selama berolahraga.
Operasi Mastopeksi untuk Mengencangkan Payudara
Selain olahraga, prosedur bedah dapat menjadi pilihan bagi wanita yang menginginkan perubahan bentuk payudara secara lebih signifikan.
Salah satu tindakan yang umum dilakukan adalah mastopeksi atau operasi pengencangan payudara. Dokter akan mengangkat kelebihan kulit sekaligus mengencangkan jaringan di sekitar payudara sehingga bentuknya tampak lebih kencang.
Sebelum menjalani operasi, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan prosedur sesuai dengan kondisi kesehatan. Dokter juga biasanya menyarankan pasien menghentikan kebiasaan merokok serta sementara waktu tidak mengonsumsi obat tertentu yang dapat meningkatkan risiko perdarahan saat operasi.
Mana yang Lebih Aman?
Olahraga menjadi pilihan yang lebih aman karena tidak melibatkan tindakan bedah. Latihan rutin juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sebaliknya, operasi mastopeksi memang mampu memberikan hasil yang lebih cepat, tetapi tetap memiliki risiko seperti perdarahan, infeksi, dan terbentuknya jaringan parut.
Apa pun metode yang dipilih, menjaga berat badan tetap ideal dan menerapkan pola makan bergizi tetap menjadi langkah penting untuk membantu mempertahankan bentuk payudara dalam jangka panjang. (*)






