Pasbar, Javanusa—Penurunan luas tanam dan produksi jagung dalam beberapa tahun terakhir mendorong Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) memperkuat strategi pengembangan komoditas tersebut.
Pemerintah menggelar Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Jagung untuk merumuskan langkah konkret menghadapi berbagai kendala sektor pertanian unggulan itu.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5). Pemerintah daerah melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam forum ini, mulai dari unsur pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha jagung di daerah.
Pasbar Sentra Produksi Jagung Sumbar
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail menegaskan arah pengembangan jagung tidak hanya fokus pada peningkatan produksi.
Pemerintah juga mendorong akses permodalan, penguatan kelembagaan petani, pemasaran, hingga pengembangan industri hilir.
“Diperlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak agar sektor unggulan ini mampu berkembang secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Doddy.
Ia menjelaskan Pasbar menjadi salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sumatera Barat. Pada 2025, produksi jagung mencapai 196.101 ton dengan luas tanam 31.290 hektare dan luas panen 31.923 hektare.
Wilayah sentra produksi jagung meliputi Kecamatan Kinali, Luhak Nan Duo, Pasaman, dan Ranah Batahan yang menopang produksi daerah.
Tantangan Penurunan Produksi dan Ketersediaan Input
Meski memiliki potensi besar, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengakui sektor jagung masih menghadapi sejumlah tantangan.
Data periode 2023 hingga 2025 menunjukkan penurunan luas tanam, luas panen, dan produksi jagung di daerah tersebut.
Doddy menyebut kondisi itu terjadi akibat beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi kelangkaan pupuk, keterbatasan benih unggul, serta berkurangnya lahan integrasi jagung dengan perkebunan masyarakat.
FGD Dorong Solusi dan Kebijakan Bersama
FGD ini menjadi momentum strategis bagi seluruh pihak untuk merumuskan solusi bersama. Pemerintah daerah juga memperkuat kebijakan pengembangan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan daerah melalui forum ini.
“Kita perlu menyatukan ide, gagasan, dan langkah strategis agar komoditas jagung dapat menjadi sektor unggulan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasbar,” kata Doddy.
Penguatan Edukasi Keuangan Petani
Pemkab Pasaman Barat juga menekankan pentingnya edukasi dan inklusi keuangan bagi petani. Edukasi ini membantu petani memahami pengelolaan usaha tani, pemanfaatan kredit produktif, serta penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pembangunan sektor pertanian. Selain itu, pemerintah membuka peluang investasi dan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat ekonomi daerah.
“Mari jadikan FGD ini sebagai langkah memperkuat sinergi dan menghadirkan kebijakan serta program yang benar-benar berpihak kepada masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah,” tutup Doddy.
FGD tersebut dihadiri Plt Asisten II Ekadiana Oktavia, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Barat Risdawati beserta rombongan. Hadir juga perwakilan Bank Indonesia, OJK, Bulog, pelaku jasa keuangan, penyuluh pertanian, gapoktan, pelaku usaha jagung, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. (*/red)






