Sering Terpapar Kabut Asap? Kenali 5 Tanda Tubuh Mulai Terdampak Polusi Udara

Penulis -

Selasa, 8 September 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sejumlah warga saat beraktivitas di tengah kondisi kabut asap. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi sejumlah warga saat beraktivitas di tengah kondisi kabut asap. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat memengaruhi saluran pernapasan dan mata.

Tenggorokan gatal, batuk, mata merah, hingga sesak napas menjadi sejumlah tanda yang perlu diperhatikan setelah beraktivitas di udara tercemar.

Paparan kabut asap sulit dihindari bagi masyarakat yang harus bekerja, bepergian, atau menjalankan aktivitas di luar rumah.

Karena itu, mengenali respons tubuh sejak awal dapat membantu mengurangi paparan sebelum keluhan berkembang menjadi lebih berat. Dilansir dari Klik Medika, berikut 5 tanda tubuh mulai terdampak kabut asap.

1. Tenggorokan gatal dan terasa kering

Tenggorokan yang mendadak terasa gatal, kering, atau mengganjal dapat muncul setelah seseorang menghirup udara tercemar.

Partikel dan polutan dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kondisi tersebut juga dapat memicu rasa tidak nyaman hingga batuk.

Jika keluhan muncul setelah cukup lama berada di luar ruangan, segera kurangi paparan. Berpindahlah ke lingkungan dengan kualitas udara yang lebih baik.

2. Batuk muncul atau semakin sering

Batuk merupakan respons alami tubuh untuk mengeluarkan zat yang mengiritasi saluran pernapasan.

Paparan kabut asap dapat memicu batuk kering. Kondisi ini juga dapat membuat batuk yang sudah ada menjadi semakin sering.

Orang dengan asma atau penyakit paru tertentu perlu lebih waspada. Polusi udara dapat memperburuk keluhan pernapasan pada kelompok tersebut.

3. Mata perih, merah, atau berair

Mata juga dapat merasakan dampak langsung dari udara yang tercemar.

Partikel dan zat iritan dapat membuat mata terasa perih, panas, kering, berair, atau kemerahan. Keluhan tersebut dapat muncul setelah seseorang berada di area dengan kabut asap.

Hindari menggosok mata meski terasa gatal atau perih. Tangan yang tidak bersih dapat memperburuk iritasi.

Baca Juga :  Penderita Amandel Wajib Tahu, Ini Makanan yang Aman dan Harus Dihindari
4. Bersin dan hidung tersumbat

Saluran hidung dapat memberikan respons ketika terkena udara yang mengandung partikel dan polutan.

Respons tersebut bisa berupa bersin, hidung berair, atau hidung tersumbat. Tingkat keluhannya dapat berbeda pada setiap orang.

Orang dengan alergi atau saluran pernapasan sensitif mungkin merasakan gejala lebih kuat ketika kualitas udara memburuk.

5. Napas terasa berat atau tidak nyaman

Kesulitan bernapas menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian lebih serius. Keluhannya dapat berupa sesak, napas terasa berat, atau muncul suara napas berbunyi.

Risiko tersebut perlu menjadi perhatian khusus bagi penderita asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.

Jika kondisi pernapasan memburuk setelah terpapar kabut asap, hentikan aktivitas. Segera cari tempat dengan kualitas udara yang lebih baik.

Kelompok yang Perlu Lebih Waspada

Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap polusi udara. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru dan jantung termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

Kelompok tersebut sebaiknya mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Langkah ini dapat membantu menekan jumlah paparan polutan yang masuk ke tubuh.

Langkah Saat Gejala Mulai Muncul

Mengurangi paparan menjadi langkah awal ketika tubuh mulai menunjukkan keluhan.

Jika memungkinkan, segera masuk ke ruangan dengan kualitas udara lebih baik. Hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan dan gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai saat harus bepergian.

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dan jauhi sumber iritan lain, termasuk asap rokok. Bagi orang yang memiliki obat resep untuk kondisi tertentu, gunakan obat sesuai petunjuk dokter.

Jangan Abaikan Gejala Berat

Beberapa gejala membutuhkan pertolongan medis segera. Kondisi tersebut antara lain sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, pingsan, serta bibir atau wajah yang membiru.

Baca Juga :  Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kesulitan bernapas yang terus memburuk juga memerlukan pemeriksaan segera. Begitu pula batuk yang disertai darah.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, masyarakat dapat lebih cepat mengurangi paparan kabut asap dan mengambil tindakan ketika kondisi mulai mengganggu kesehatan. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru