Pessel, Javanusa—Ribuan jamaah dari berbagai masjid di Painan memadati pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) di GOR H. Ilyas Yakub Painan, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pessel, Hendrajoni, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pessel Yufrizal, Kapolres Pessel AKBP Derry Indra, Wakapolres Kompol Syafrizen, Ketua PHBI Pessel Afrizal Dt Rangkayo Basa, jajaran OPD, serta masyarakat dan perantau.
Salat Idul Adha tersebut dipimpin Imam Ustadz Zainul Fikri Al Hafidz, dengan khatib Ustadz Wawan Gunawan.
Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menyampaikan Idul Adha bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi.
Ia mengajak masyarakat menjadikan nilai pengorbanan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Idul Adha mengajarkan arti pengorbanan yang sesungguhnya, yaitu rela berbagi dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mendoakan jamaah haji asal Pessel agar dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali sebagai haji mabrur.
Selain itu, ia juga menyampaikan duka atas wafatnya jamaah haji asal Lunang, Imam Kanapi (81), yang meninggal dunia di Makkah pada 20 Mei 2026.
“Atas nama pemerintah daerah, kami turut berduka cita. Semoga almarhum yang tergabung pada kloter 11 Kota Padang ini mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” katanya.
Dalam kesempatan itu Hendrajoni juga menjelaskan, jumlah jamaah haji asal Pessel tahun ini sebanyak 209 orang, dan dijadwalkan kembali ke tanah air pada bulan Juni 2026 nanti.
Ia juga menegaskan semangat berkurban harus terus hidup, tidak hanya pada 10 Dzulhijjah, tetapi dalam bentuk pengorbanan waktu, tenaga, dan harta demi kepentingan bersama.
Pada kesempatan itu, Hendrajoni turut memaparkan sejumlah program strategis daerah, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Lakitan senilai Rp160 miliar, Labkesmas di Sago Rp20 miliar, serta pembangunan sejumlah puskesmas di Tapan, Airpura, Air Haji, dan Surantih.
Pemerintah daerah juga melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan gantung, serta hunian tetap pascabencana.
Ia menambahkan, sekitar 40.000 masyarakat kurang mampu diusulkan menerima layanan BPJS kesehatan gratis pada 2026 melalui pendanaan APBN.
Sementara itu, Kepala Kemenag Pessel Yufrizal menyampaikan jamaah haji, termasuk asal Pessel, tengah melaksanakan puncak ibadah wukuf di Arafah. Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan kelancaran seluruh jamaah.
Ketua PHBI Pessel Afrizal Dt Rangkayo Basa mengungkapkan, jumlah hewan kurban di Kenagarian Painan tahun ini mencapai 164 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam berkurban sebagai bentuk solidaritas sosial.
“Kurban adalah wujud nyata kepedulian dan kebersamaan umat,” katanya.
Sedangkan dalam khutbahnya, Ustad Wawan Gunawan mengajak jamaah meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Ia menjelaskan ibadah kurban tidak hanya bermakna penyembelihan hewan, tetapi juga pengendalian diri dari sifat buruk seperti kesombongan dan egoisme.
“Makna kurban adalah kemampuan mengendalikan diri dan menjadi pribadi yang lebih ikhlas serta peduli,” ujarnya. (niks)






