Sleep Call Makin Populer di Kalangan Pasangan LDR, Kenali Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Penulis -

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita sedang melakukan sleep call. (Foto: Pexels)

Ilustrasi seorang wanita sedang melakukan sleep call. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Kebiasaan melakukan sleep call atau tetap terhubung melalui panggilan suara maupun video hingga tertidur semakin populer, terutama di kalangan pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh (long distance relationship/LDR).

Aktivitas ini dianggap mampu menghadirkan rasa dekat meski terpisah oleh jarak. Namun, di balik manfaatnya, kebiasaan tersebut juga menyimpan sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.

Apa Itu Sleep Call?

Dikutip dari laman Alodokter, sleep call merupakan aktivitas berkomunikasi melalui telepon atau video call dengan pasangan hingga salah satu atau kedua pihak tertidur.

Dalam praktiknya, banyak pasangan membiarkan sambungan telepon tetap aktif sepanjang malam dan baru berakhir saat mereka bangun keesokan harinya.

Kebiasaan ini tidak hanya dilakukan oleh pasangan yang berpacaran, tetapi juga pasangan suami istri yang menjalani LDR maupun mereka yang sedang dalam tahap pendekatan.

Perkembangan teknologi komunikasi dan meningkatnya penggunaan aplikasi perpesanan serta kencan daring turut mendorong popularitas tren ini. Situasi pandemi COVID-19 yang membatasi interaksi langsung beberapa tahun lalu juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat kebiasaan tersebut.

Memberikan Rasa Nyaman bagi Pasangan LDR

Banyak pasangan mengaku merasa lebih tenang dan nyaman setelah melakukan sleep call. Kehadiran suara pasangan dinilai mampu mengurangi rasa kesepian yang kerap muncul dalam hubungan jarak jauh.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan mendengarkan suara orang terdekat dapat memberikan efek psikologis positif.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nursing in Critical Care pada 2024 menyebutkan bahwa rekaman suara dari orang yang dicintai berpotensi membantu menurunkan tingkat kecemasan.

Karena itu, sebagian orang merasa lebih mudah tertidur atau mendapatkan rasa aman ketika mendengar suara pasangan sebelum tidur. Meski tidak dapat menggantikan interaksi tatap muka, komunikasi melalui telepon tetap berperan dalam menjaga kedekatan emosional dan keberlangsungan hubungan.

Baca Juga :  MK Putuskan Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah Mulai 2029
Risiko Sleep Call Jika Berlebihan

Meski menawarkan manfaat emosional, kebiasaan sleep call yang dilakukan terlalu sering dapat menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap kualitas istirahat dan keamanan penggunaan perangkat elektronik.

1. Mengganggu Kualitas Tidur

Salah satu risiko utama berasal dari paparan cahaya biru (blue light) yang dipancarkan layar ponsel. Cahaya ini dapat memengaruhi produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur.

Ketika seseorang terus menatap layar ponsel sebelum tidur, otak dapat menganggap kondisi lingkungan masih terang seperti siang hari. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit merasa mengantuk dan waktu tidur pun bisa berkurang.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas tidur dan membuat tubuh kurang bugar saat beraktivitas keesokan harinya.

2. Meningkatkan Risiko Perangkat Mengalami Overheating

Sebagian pengguna melakukan sleep call sambil mengisi daya ponsel di dekat tempat tidur. Kebiasaan ini dapat meningkatkan suhu perangkat karena ponsel tetap bekerja selama proses pengisian berlangsung.

Ketika ponsel diletakkan di atas kasur, bantal, atau selimut yang sulit melepaskan panas, suhu perangkat berpotensi meningkat lebih cepat. Dalam kondisi tertentu, panas berlebih dapat memicu kerusakan baterai dan meningkatkan risiko korsleting maupun kebakaran.

Meski kasusnya relatif jarang terjadi, para pengguna tetap disarankan untuk tidak menggunakan perangkat secara intensif saat sedang diisi daya, terutama ketika ditinggalkan semalaman.

Tips Aman Melakukan Sleep Call

Bagi pasangan yang ingin tetap menjalani kebiasaan ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar manfaatnya tetap diperoleh tanpa mengganggu kesehatan maupun keselamatan.

    • Tentukan jadwal dan durasi panggilan sebelum tidur.
    • Akhiri panggilan ketika salah satu pihak mulai mengantuk atau tertidur.
    • Jauhkan ponsel dari tempat tidur setelah telepon selesai untuk menghindari penggunaan berlebihan.
    • Terapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten setiap hari.
    • Manfaatkan waktu lain, seperti jam istirahat atau waktu senggang, untuk berkomunikasi sehingga tidak bergantung pada panggilan larut malam.
Baca Juga :  Pemko Padang Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, PAD Tembus Rp924,53 Miliar
Tetap Bijak dalam Menjaga Komunikasi

Sleep call dapat menjadi salah satu cara menjaga kedekatan emosional, khususnya bagi pasangan yang terpisah jarak. Namun, kebiasaan ini sebaiknya dilakukan secara wajar agar tidak mengorbankan kualitas tidur maupun keselamatan penggunaan perangkat elektronik.

Jika sleep call mulai menyebabkan gangguan tidur, kelelahan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pasangan perlu mengevaluasi kembali pola komunikasi yang dijalankan.

Menentukan cara berkomunikasi yang nyaman dan sehat bagi kedua belah pihak menjadi langkah penting untuk menjaga hubungan tetap harmonis tanpa mengabaikan kebutuhan istirahat. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:29 WIB

SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  

Rabu, 30 September 2026 - 12:23 WIB

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari

Selasa, 29 September 2026 - 17:42 WIB

Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas

Minggu, 27 September 2026 - 16:36 WIB

Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Sabtu, 26 September 2026 - 21:58 WIB

Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terbaru