Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Ungkap Faktor Penguat

Penulis -

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah terus mencermati dinamika global yang ditandai ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan.

Namun demikian, Pemerintah memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan resilien. Selain itu, koordinasi kebijakan dinilai solid dan daya tahan ekonomi domestik tetap terjaga.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan Pemerintah menghormati berbagai pandangan masyarakat.

Selanjutnya, pandangan tersebut menjadi masukan dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat menghadapi tekanan global.

“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, dan Pemerintah memastikan fundamental ekonomi tetap kuat,” ujar Haryo.

Lebih lanjut, Haryo menjelaskan stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan.

Sementara itu, capaian tersebut relatif tinggi dibandingkan negara sejenis. Di sisi lain, inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen. Oleh karena itu, Pemerintah terus menjaga stabilitas melalui pengendalian inflasi dan kebijakan harga.

Konsumsi dan Sektor Riil Menguat

Dari sisi domestik, konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Selain itu, berbagai stimulus fiskal dan bantuan sosial turut mendukung daya beli masyarakat.

Selanjutnya, aktivitas manufaktur menunjukkan kinerja kuat dengan PMI sebesar 53,8. Angka tersebut berada pada fase ekspansi dan menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Ketahanan fiskal juga tetap terjaga melalui kinerja APBN yang solid. Hingga Februari 2026, penerimaan pajak tumbuh sebesar 30,4 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut didorong reformasi perpajakan dan digitalisasi melalui sistem coretax. Selain itu, sistem tersebut memperkuat basis penerimaan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Ketahanan Pangan dan Energi

Selain fiskal, ketahanan pangan dan energi nasional juga semakin menguat. Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama.

Baca Juga :  Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Di sisi lain, surplus energi tercatat melalui program biodiesel nasional. Dengan demikian, kondisi ini menjadi bantalan penting menghadapi gejolak global.

Pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri dan penguatan investasi. Selain itu, akselerasi digitalisasi juga menjadi fokus dalam mendorong pertumbuhan baru. Pengembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan terus dipacu sebagai strategi jangka panjang.

Ke depan, Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekitar 5,4 persen pada 2026. Stabilitas ekonomi diproyeksikan tetap terjaga seiring reformasi struktural berjalan. Pemerintah juga mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons dinamika global.

“Kami akan menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan tetap adaptif terhadap perkembangan global,” pungkas Haryo. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru