Tanah Datar, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperkuat strategi promosi wisata ke pasar internasional melalui audiensi bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, bertemu dengan Asisten Deputi (Asdep) Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar RI di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Selasa (28/4/2026).
Pertemuan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, Asisten Administrasi Umum Riswandi, kepala OPD, serta sejumlah undangan lainnya.
Audiensi tersebut membahas penguatan sinergi dalam mempromosikan potensi wisata Tanah Datar ke pasar global.
Potensi Budaya dan Alam Jadi Andalan
Eka Putra menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kemenpar sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan pariwisata daerah.
Ia menilai dukungan tersebut memberi motivasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi wisata di Tanah Datar.
Menurutnya, daerah ini memiliki potensi wisata unggulan yang mencakup budaya, sejarah, dan keindahan alam.
“Tanah Datar memiliki kekayaan budaya Minangkabau yang autentik, warisan sejarah, serta panorama alam yang indah,” ujarnya.
Ia menegaskan potensi tersebut menjadi modal utama untuk menarik wisatawan mancanegara.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pembenahan sektor pariwisata melalui pengembangan destinasi dan peningkatan sarana prasarana.
Selain itu, pemerintah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Eka Putra menilai sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan Kemenpar semakin kuat melalui pertemuan ini.
“Pariwisata tidak hanya memperkenalkan budaya daerah ke dunia internasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Strategi Promosi: Digitalisasi hingga Pameran Internasional
Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar RI, Yulia, menilai Tanah Datar memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata budaya di Sumatera Barat.
Ia menyebut kekayaan adat dan ikon budaya seperti Istano Basa Pagaruyung menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah strategi promosi pariwisata.
Strategi itu mencakup penguatan branding destinasi, promosi digital melalui platform internasional, serta partisipasi dalam pameran wisata dunia.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan paket wisata terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.
Fokus pada Kesiapan Destinasi dan Kolaborasi
Yulia menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menyambut wisatawan mancanegara. Kesiapan tersebut meliputi pelayanan, kebersihan, aksesibilitas, dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat sekitar destinasi.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan digitalisasi dalam promosi pariwisata.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan strategi dengan mengundang agen perjalanan dan menggelar kegiatan kunjungan langsung.
“Kami mendorong kolaborasi melalui undangan travel agent dan funtrip agar mereka merasakan langsung potensi wisata Tanah Datar,” ujarnya. (*/red)






