Strategi Swasembada Pangan: Mentan Paparkan Deregulasi dan Modernisasi Pertanian di Outlook 2026

Penulis -

Minggu, 15 Februari 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Andi Amran Sulaiman memaparkan strategi swasembada pangan di hadapan pelaku usaha dan ekonom dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2). (Foto: Kementan)

Mentan Andi Amran Sulaiman memaparkan strategi swasembada pangan di hadapan pelaku usaha dan ekonom dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2). (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan strategi swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas ekonomi nasional di hadapan pelaku usaha dan ekonom dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2).

Menurut Mentan Amran, terdapat dua langkah utama yang menjadi pilar percepatan swasembada pangan, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional menuju modern.

“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” tegasnya.

Dalam satu tahun terakhir, pemerintah menerbitkan 13 Peraturan Presiden di sektor pertanian. Selain itu, sekitar 500 regulasi internal dicabut karena dinilai menghambat percepatan program.

Menurut Amran, deregulasi memangkas rantai birokrasi dan mempercepat distribusi sarana produksi. Biaya produksi petani pun ditekan melalui prosedur yang lebih ringkas.

Kementerian Pertanian juga merombak alur layanan perizinan dan distribusi input pertanian. Kebijakan ini diarahkan agar proses tanam tidak lagi tertunda karena hambatan administratif.

Tata Kelola Pupuk Dipangkas, Biaya Turun 20 Persen

Reformasi terbesar terjadi pada tata kelola pupuk bersubsidi. Pemerintah menyederhanakan jalur distribusi dari kementerian langsung ke Pupuk Indonesia hingga ke petani.

Sebelumnya, distribusi pupuk melewati banyak tahapan persetujuan lintas daerah. Kini, jalur dipersingkat sehingga penyaluran menjadi lebih cepat dan terukur.

“Dulu petani sudah mau tanam, pupuk belum tiba. Sekarang distribusi langsung, cepat, dan tepat sasaran,” ujar Amran.

Data Kementan menunjukkan biaya pupuk turun hingga 20 persen. Volume pupuk yang tersalurkan juga meningkat sekitar 700 ribu ton tanpa tambahan beban anggaran negara.

Modernisasi Pertanian Dorong Lonjakan Produktivitas

Selain deregulasi, pemerintah mempercepat mekanisasi pertanian di berbagai sentra produksi. Penggunaan alat dan mesin pertanian meningkatkan efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen.

Baca Juga :  Perkuat Kemandirian Pangan Indonesia, Cadangan Beras Nasional Tembus 5,3 Juta Ton

Modernisasi juga mendorong percepatan masa tanam dan panen. Indeks pertanaman di sejumlah wilayah naik dari satu kali menjadi tiga kali tanam per tahun.

Efisiensi tersebut menurunkan biaya produksi hingga 50 persen. Dampaknya langsung terasa pada peningkatan pendapatan dan daya beli petani.

NTP 125 dan Harga Gabah Perkuat Daya Saing Petani

Nilai Tukar Petani (NTP) dilaporkan mencapai angka 125, tertinggi dalam catatan pemerintah. Angka ini mencerminkan perbaikan rasio penerimaan terhadap pengeluaran petani.

Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah dipatok Rp6.500 per kilogram. Skema ini memicu perputaran ekonomi di tingkat petani hingga Rp132 triliun.

Cadangan pangan nasional juga mengalami penguatan. Stok beras yang dikelola Badan Urusan Logistik disebut berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Produksi Beras dan Ekspansi Lahan Pangan Baru

Presiden Prabowo Subianto dalam forum yang sama menyebut produksi beras 2025 mencapai 34,7 juta ton. Angka itu naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Cadangan beras pemerintah dilaporkan menembus 4,2 juta ton. Pemerintah menilai capaian ini sebagai indikator penguatan ketahanan pangan nasional.

Untuk jangka panjang, pemerintah mengembangkan kawasan pangan baru melalui optimalisasi lahan rawa. Tahap awal dilakukan dengan revitalisasi 200 ribu hektare lahan di Kalimantan berbasis sistem irigasi modern.

Pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai jangkar stabilitas ekonomi nasional. Kombinasi deregulasi, modernisasi, dan penguatan harga di tingkat petani menjadi strategi utama.

Kementerian Pertanian menargetkan swasembada pangan berkelanjutan dengan dukungan teknologi dan reformasi kebijakan. Model ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah, termasuk sentra produksi di luar Jawa. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru