Javanusa.com—Jeroan sapi masih menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat Indonesia. Berbagai olahan, seperti gulai paru, sate hati, babat, hingga usus goreng, kerap menjadi pilihan karena cita rasanya yang khas dan teksturnya yang unik.
Di balik kelezatannya, jeroan sapi menyimpan beragam nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, makanan ini juga mengandung kolesterol dan purin dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu, masyarakat perlu membatasi konsumsinya, terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu.
Dikutip dari laman, Alodokter, jeroan merupakan bagian organ dalam sapi yang meliputi hati, paru-paru, usus, babat, lidah, hingga otak. Setiap jenis jeroan memiliki kandungan gizi yang berbeda. Meski demikian, secara umum jeroan mengandung protein, vitamin, dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Kandungan Nutrisi Jeroan Sapi
Dalam setiap 100 gram jeroan sapi terdapat sekitar 150–300 kalori serta berbagai zat gizi penting, antara lain:
-
- Protein sekitar 25 gram
- Lemak 3–20 gram
- Vitamin A sekitar 50 mikrogram
- Vitamin B12 sekitar 10–70 mikrogram
- Zat besi sekitar 9 miligram
- Zinc 2–5 miligram
- Fosfor 200–400 miligram
- Kalium 250–350 miligram
- Selenium sekitar 40 mikrogram
Selain itu, jeroan juga mengandung vitamin B kompleks, kolin, tembaga, serta senyawa antioksidan yang membantu menjaga berbagai fungsi tubuh.
Manfaat Jeroan Sapi bagi Kesehatan
Jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, jeroan sapi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan.
1. Membantu Memelihara Jaringan Tubuh
Kandungan protein yang tinggi berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein juga mendukung fungsi otot, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta membantu proses pemulihan setelah sakit atau cedera.
2. Mendukung Pembentukan Sel Darah Merah
Hati sapi dikenal kaya akan zat besi dan vitamin B12. Kedua nutrisi tersebut dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah sehingga dapat membantu mencegah anemia.
Anemia umumnya ditandai dengan gejala mudah lelah, lemas, dan pusing. Oleh sebab itu, asupan zat besi dan vitamin B12 yang cukup menjadi penting untuk menjaga kesehatan darah.
3. Menjaga Daya Tahan Tubuh
Vitamin A, zinc, dan selenium yang terdapat dalam jeroan berperan penting dalam mendukung sistem imun. Nutrisi tersebut membantu tubuh melawan infeksi sekaligus mempercepat perbaikan jaringan yang mengalami kerusakan.
4. Menunjang Kesehatan Otak dan Saraf
Jeroan mengandung vitamin B kompleks, terutama vitamin B12 dan kolin. Kedua zat gizi ini membantu menjaga fungsi saraf serta mendukung kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi.
5. Membantu Produksi Energi
Berbagai vitamin dan mineral yang terkandung dalam jeroan mendukung proses metabolisme tubuh. Melalui proses tersebut, tubuh dapat mengubah makanan menjadi energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal.
Risiko Konsumsi Jeroan Sapi Berlebihan
Meski kaya nutrisi, konsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
1. Meningkatkan Kadar Kolesterol
Beberapa jenis jeroan, terutama hati dan otak, mengandung kolesterol dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, kadar kolesterol darah dapat meningkat dan memicu penumpukan plak pada pembuluh darah.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke apabila tidak dikendalikan dengan baik.
2. Memicu Kenaikan Asam Urat
Jeroan termasuk kelompok makanan tinggi purin. Di dalam tubuh, purin akan diubah menjadi asam urat.
Pada orang yang rentan, konsumsi jeroan secara berlebihan dapat memicu serangan asam urat yang ditandai dengan nyeri dan pembengkakan pada persendian.
3. Berisiko Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Jeroan yang tidak dibersihkan atau dimasak hingga matang berpotensi terkontaminasi bakteri, virus, maupun parasit. Kondisi tersebut dapat menyebabkan mual, muntah, diare, sakit perut, hingga keracunan makanan.
4. Memperberat Penyakit Tertentu
Penderita kolesterol tinggi, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, maupun gangguan ginjal sebaiknya membatasi konsumsi jeroan.
Kandungan kolesterol, lemak, dan purin yang tinggi dapat memperburuk kondisi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan dalam jangka panjang.
5. Menyebabkan Kelebihan Vitamin A
Khusus hati sapi, kandungan vitamin A yang tinggi dapat memicu hipervitaminosis A apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu lama.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti sakit kepala, mual, nyeri tulang, gangguan penglihatan, hingga kerusakan hati.
Tips Aman Mengonsumsi Jeroan Sapi
Agar manfaat jeroan sapi tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko kesehatan, beberapa langkah berikut perlu diperhatikan:
-
- Batasi konsumsi jeroan sekitar 100–200 gram per minggu.
- Pilih metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus, mengukus, atau memanggang.
- Bersihkan jeroan secara menyeluruh dan pastikan matang sempurna sebelum dikonsumsi.
- Imbangi konsumsi jeroan dengan sayur, buah, dan air putih yang cukup.
- Konsultasikan dengan dokter apabila memiliki riwayat kolesterol tinggi, asam urat, penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal.
Konsumsi Secukupnya untuk Mendapatkan Manfaat
Jeroan sapi dapat menjadi sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh. Namun, kandungan kolesterol, purin, dan vitamin A yang cukup tinggi membuat makanan ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan. (*/red)






