Padang, Javanusa—Pernahkah Anda menghitung jumlah sisa sayuran, kulit buah, atau ampas kopi yang dibuang setiap hari? Banyak orang masih menganggapnya sebagai sampah biasa.
Padahal, tangan kreatif mampu mengubah sisa dapur dan daun kering menjadi “emas hitam” berupa pupuk kompos bernutrisi.
Warga Kecamatan Pauh, Kota Padang, membuktikan hal tersebut melalui aksi nyata di Kompleks Palimo Indah, Kelurahan Cupak Tangah. Ketua RT setempat, Ruzi Zulfita, menggerakkan warga untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos bernilai guna.
“Kami di sini fokus mengelola kompos,” ujar Ruzi saat menerima kunjungan Tim Juri I Padang Rancak Award 2026, Kamis (30/4/2026).
Hampir Setiap Rumah Miliki Komposter
Ruzi menjelaskan ia telah mengajak seluruh warga terlibat aktif dalam kegiatan pengomposan. Warga merespons ajakan tersebut dengan menyediakan komposter di rumah masing-masing.
“Di sini hampir setiap rumah sudah memiliki komposter,” jelasnya.
Selain mengolah sampah organik, warga Palimo Indah juga mengembangkan potensi lingkungan sekitar. Mereka memanfaatkan bunga telang menjadi produk bernilai ekonomi, seperti minuman segar, sirup, dan bahan campuran kue.
Inovasi ini menunjukkan kepedulian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Semangat Menular ke Wilayah Lain
Gerakan “emas hitam” juga menyebar ke kawasan Koto Parak, Kecamatan Pauh. Warga RT 01/RW 05 menerapkan sistem pengomposan serupa dengan memanfaatkan komposter ember tumpuk di setiap rumah.
“Kami melakukan pengomposan dan memanfaatkan kompos cair untuk pemupukan,” kata Ketua RT 01/RW 05, Aznir.
Ketua RW setempat aktif mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengajak masyarakat mengelola limbah secara mandiri dan berkelanjutan.
Jadi Penilaian Padang Rancak Award
Ketua Tim Juri I Padang Rancak Award 2026, Andri Rusta, mengapresiasi inisiatif warga dalam mengelola sampah organik. Ia juga mengajak masyarakat Kota Padang untuk menerapkan pengomposan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, inovasi pengomposan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Padang Rancak Award 2026.
Upaya warga Pauh ini membuktikan pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (*/red)






