Tak Cuma Teknis, Industri Masa Kini Butuh SDM yang Menguasai IoT dan Data

Penulis -

Senin, 1 Juni 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPSDMI dalam ASEAN-Japan Forum yang berlangsung di Jakarta pada 19 Mei 2026. (Foto: Kemenperin)

BPSDMI dalam ASEAN-Japan Forum yang berlangsung di Jakarta pada 19 Mei 2026. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah terus mempercepat penguatan sumber daya manusia (SDM) industri untuk mendukung transformasi sektor manufaktur nasional yang semakin terdigitalisasi.

Langkah ini menjadi penting karena industri membutuhkan tenaga kerja yang menguasai teknologi dan mampu bersaing di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan transformasi industri tidak hanya bergantung pada modernisasi teknologi. Keberhasilan transformasi juga ditentukan oleh kesiapan tenaga kerja dalam beradaptasi terhadap perubahan.

Menurut Agus, sektor manufaktur masih menghadapi tantangan besar dalam penerapan teknologi digital. Tantangan tersebut mencakup kesiapan infrastruktur dan kualitas SDM yang mendukung proses transformasi industri.

Karena itu, Kementerian Perindustrian menjadikan pengembangan kompetensi tenaga kerja sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda transformasi industri nasional.

“Penguatan SDM industri menjadi fondasi penting untuk memastikan transformasi manufaktur berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Agus.

Upaya tersebut sejalan dengan peta jalan Making Indonesia 4.0 dan visi Indonesia Emas 2045. Kedua agenda itu menempatkan sektor manufaktur sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebutuhan Industri Semakin Kompleks

Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kementerian Perindustrian terus menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja industri dan peserta didik vokasi. Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai mitra di dalam maupun luar negeri.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan kebutuhan industri saat ini semakin kompleks. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memahami teknologi digital dan berbagai aspek transformasi industri.

Menurutnya, kompetensi yang dibutuhkan mencakup otomatisasi, Internet of Things (IoT), pengelolaan data industri, efisiensi energi, hingga penerapan industri hijau.

Doddy menilai Indonesia memiliki modal besar berupa jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Baca Juga :  Industri Baja Nasional Tertekan, Pemerintah Perkuat Proteksi Usai Krakatau Osaka Steel Tutup

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan menjadi kekuatan besar apabila didukung SDM yang memiliki keterampilan relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” ujarnya.

Selain itu, Doddy menegaskan kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, lembaga pendidikan, dan mitra internasional menjadi kunci untuk menciptakan tenaga kerja yang inovatif dan berdaya saing global.

ASEAN-Japan Forum Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta Industri

Komitmen pengembangan SDM industri juga tercermin melalui partisipasi BPSDMI dalam ASEAN-Japan Forum yang berlangsung di Jakarta pada 19 Mei 2026.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan organisasi internasional untuk membahas strategi pengembangan SDM industri di kawasan ASEAN.

Presiden Direktur JETRO Jakarta, Shinji Hirai, mengatakan industri saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Dunia kerja juga memerlukan talenta yang mampu berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.

Menurutnya, kebutuhan tersebut sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi kuat dan didukung jumlah angkatan kerja muda yang besar.

“Industri membutuhkan lebih banyak tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, menilai ASEAN-Japan Forum menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus merumuskan langkah konkret dalam mencetak talenta industri yang kompetitif.

Wulan berharap dukungan dari ASEAN-METI Economic and Industrial Cooperation Committee dapat terus diperkuat guna mendorong transformasi digital dan meningkatkan daya saing SDM industri Indonesia.

Pelatihan Industri 4.0 Terus Diperluas

Selain memperluas kerja sama internasional, Kementerian Perindustrian terus menjalankan berbagai program pengembangan kapasitas SDM industri.

Sejak 2022, Kemenperin bersama Ministry of Economy, Trade and Industry dan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships mengembangkan program peningkatan kompetensi tenaga pengajar di perguruan tinggi industri.

Baca Juga :  Friderica Widyasari Dewi Ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua OJK

Program tersebut mencakup penerapan metode 5S dan Kaizen yang bertujuan meningkatkan produktivitas serta kualitas kerja. Memasuki 2025, cakupan program diperluas dengan fokus pada Green Transformation (GX) dan Digital Transformation (DX).

BPSDMI dan AOTS juga menggelar pelatihan LeMMI 4.0 di Politeknik STMI Jakarta sejak 2021. Hingga 2026, program tersebut telah diikuti 110 dosen dan mahasiswa.

Sementara itu, pelatihan serupa yang berlangsung di Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 telah menjangkau 258 praktisi industri.

Selain LeMMI 4.0, BPSDMI juga mengembangkan berbagai pelatihan yang berfokus pada penguasaan Big Data, Internet of Things, Cloud Computing, serta transformasi industri 4.0 untuk tingkat manajerial.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap SDM industri digital Indonesia semakin siap menghadapi persaingan manufaktur global yang kian kompetitif. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB