Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia, Kemenpar Dorong Perluasan Bebas Visa Kunjungan

Penulis -

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisatawan mancanagera berjalan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (Foto: Dok. Kemenpar)

Wisatawan mancanagera berjalan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (Foto: Dok. Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Indonesia perlu memperkuat kemudahan akses bagi wisatawan mancanegara agar mampu bersaing dengan destinasi unggulan di kawasan Asia Tenggara.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) menjadi salah satu instrumen penting yang dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi nasional.

BVK Jadi Instrumen Strategis Pariwisata

Kemenpar menegaskan BVK tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi keimigrasian. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan aksesibilitas dan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata global.

Kemudahan masuk ke suatu negara menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan saat menentukan tujuan perjalanan. Kondisi ini semakin relevan ketika negara-negara pesaing terus memperluas berbagai fasilitas perjalanan guna menarik lebih banyak wisatawan internasional.

Menurut Kemenpar, BVK perlu dipandang sebagai kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas. Selain berpotensi meningkatkan jumlah wisatawan, kebijakan tersebut juga dapat mendorong belanja wisatawan, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat perekonomian masyarakat di daerah tujuan wisata.

“BVK bukan sekadar fasilitas visa. BVK adalah instrumen daya saing, instrumen pertumbuhan, dan instrumen penciptaan lapangan kerja. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia perlu memastikan tidak tertinggal dalam memberikan kemudahan perjalanan bagi wisatawan mancanegara,” demikian pandangan yang disampaikan Kementerian Pariwisata.

Pengalaman Indonesia Tunjukkan Dampak Positif

Indonesia sebenarnya pernah menerapkan kebijakan BVK secara luas. Pada 2016, pemerintah memberikan fasilitas bebas visa kepada 169 negara.

Kajian World Travel & Tourism Council (WTTC) bersama Oxford Economics mencatat kebijakan tersebut sebagai salah satu contoh keberhasilan fasilitasi perjalanan. Hasil kajian menunjukkan adanya peningkatan permintaan wisatawan mancanegara sebesar 24 persen serta dukungan terhadap terciptanya sekitar 400.000 lapangan kerja.

Baca Juga :  Indonesia dan ASEAN-Japan Centre Perkuat Kerja Sama, Fokus Kembangkan Wellness Tourism

Setelah dilakukan penyempurnaan perhitungan menggunakan data realisasi kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2018, dampak BVK bahkan diperkirakan lebih besar. Peningkatan permintaan wisatawan tercatat mencapai 32,4 persen.

Data tersebut menunjukkan hubungan yang kuat antara kemudahan perjalanan dan pertumbuhan kunjungan wisatawan internasional ke Indonesia.

Dampak Bebas Visa Lebih Besar Dibanding Skema Lain

Kajian WTTC juga menemukan bahwa kebijakan bebas visa memberikan pengaruh lebih signifikan dibanding sejumlah bentuk fasilitasi visa lainnya.

Rata-rata peningkatan kedatangan wisatawan dari kebijakan visa-free mencapai 16,6 persen per tahun. Angka itu lebih tinggi dibanding kebijakan jenis visa baru yang mencatat kenaikan sekitar 8,1 persen per tahun.

Di tingkat regional, Indonesia dinilai masih memiliki ruang untuk memperkuat daya saing kebijakan visanya. Saat ini jumlah negara yang memperoleh fasilitas bebas visa ke Indonesia masih lebih sedikit dibanding beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

APEC Soroti Pentingnya Kemudahan Akses Wisatawan

Temuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) memperkuat pandangan bahwa penyederhanaan persyaratan masuk mampu meningkatkan arus wisatawan mancanegara.

Kajian APEC menunjukkan penghapusan visa atau penyederhanaan ketentuan masuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan antara 7,2 persen hingga 27 persen.

Sebaliknya, penerapan hambatan tambahan melalui travel authorization pada negara yang sebelumnya bebas visa berpotensi menurunkan kedatangan wisatawan hingga 29,3 persen.

Temuan tersebut semakin menegaskan bahwa aksesibilitas menjadi faktor penting dalam persaingan destinasi wisata global.

Perlu Sinergi Lintas Kementerian

Meski demikian, Kementerian Pariwisata mengingatkan bahwa kebijakan visa tetap harus memperhatikan aspek keamanan, prinsip resiprositas, serta kepentingan nasional.

Karena itu, pemerintah perlu mencari formulasi terbaik yang mampu menjaga kehati-hatian sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia.

Kemenpar berharap sinergi antar kementerian dan lembaga terus diperkuat agar kebijakan BVK dapat memberikan manfaat optimal bagi industri pariwisata.

Baca Juga :  Kunjungan Wisman Capai 4,68 Juta, Menpar Pastikan Pertumbuhan Pariwisata Berdampak ke Masyarakat

Menurut Kemenpar, semakin mudah wisatawan datang ke Indonesia, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga pelaku usaha, UMKM, tenaga kerja, dan masyarakat di berbagai destinasi wisata. (*/red)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB