Tiongkok Konsisten Bidik Produk Pertanian Indonesia, Ekspor Tembus Miliaran Dolar

Penulis -

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri pada Forum Bisnis Indonesia–Tiongkok di Hotel Intercontinental Jing’an, Shanghai, Selasa (19/5). (Foto: Kemendag)

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri pada Forum Bisnis Indonesia–Tiongkok di Hotel Intercontinental Jing’an, Shanghai, Selasa (19/5). (Foto: Kemendag)

Shanghai, Javanusa—Kemitraan Indonesia dan Tiongkok terus menunjukkan posisi penting dan menjanjikan dalam perdagangan global.

Tiongkok menjadi mitra utama ekspor sektor pertanian dan pangan Indonesia dengan kontribusi yang terus meningkat setiap tahun.

Permintaan domestik Tiongkok terhadap produk pertanian dan makanan olahan Indonesia juga terus mengalami pertumbuhan signifikan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri pada Forum Bisnis Indonesia–Tiongkok bertema Advancing Trade, Enhancing Partnership.

Kegiatan berlangsung di Hotel Intercontinental Jing’an, Shanghai, Tiongkok, Selasa (19/5), dan dihadiri 80 peserta. Forum ini digelar bersamaan dengan pameran SIAL Shanghai.

Nilai Ekspor Pertanian dan Pangan Terus Tumbuh

Wamendag Roro menyampaikan Tiongkok menjadi salah satu importir terbesar dunia untuk produk pertanian dan makanan olahan. Permintaan dari Tiongkok terus meningkat termasuk untuk produk asal Indonesia.
Pada 2025, nilai ekspor sektor pertanian Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 1,55 miliar. Pertumbuhan rata-rata tercatat 10,8 persen dalam lima tahun terakhir.

Sementara itu, ekspor makanan olahan mencapai USD 386,48 juta. Pertumbuhan tahunan sektor ini berada pada angka 2 persen selama periode 2021–2025.

Komoditas Unggulan Indonesia ke Tiongkok

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Tiongkok mencakup sarang burung walet, buah-buahan, hasil perikanan, dan rumput laut.

Selain itu, produk kelapa, rempah, dan kopi juga menjadi komoditas unggulan. Minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya berperan penting dalam hubungan dagang kedua negara.

Nilai ekspor CPO dan turunannya ke Tiongkok tercatat mencapai USD 3,29 miliar pada 2025. Komoditas ini memperkuat posisi Indonesia di pasar Tiongkok.

Dukungan Perjanjian Perdagangan Internasional

Hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok diperkuat melalui berbagai perjanjian perdagangan bebas.
Instrumen tersebut meliputi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Pelaku usaha diharapkan memanfaatkan perjanjian ini untuk meningkatkan perdagangan bilateral.

Baca Juga :  Tiket FIFA ASEAN Cup 2026 Mulai Dijual Hari Ini, Cek Harga dan Cara Belinya
Potensi Pasar dan Peluang Ekspor

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan Tiongkok merupakan mitra dagang strategis Indonesia.
Potensi permintaan produk pertanian RRT mencapai USD 31 miliar. Pelaku usaha Indonesia diharapkan dapat menangkap peluang pasar yang masih terbuka luas ini.

Forum bisnis ini turut dihadiri Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dan Konsul Jenderal RI Shanghai Berlianto Situngkir.

Hadir pula Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan Miftah Farid dan Bank Indonesia Anastuty Kusumowardani.

Sebanyak 22 perusahaan Indonesia ikut serta membawa produk pertanian, buah, kopi, gula kelapa, hasil perikanan, makanan olahan, teripang, dan turunan kelapa.

Penandatanganan MoU dan Transaksi Dagang

Dalam forum tersebut, ditandatangani tujuh Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dan importir Tiongkok.

Produk yang tercakup meliputi sarang burung walet, rumput laut, kopi, rempah, teripang, produk kelapa, durian beku, dan buah tropis.

Wamendag Roro menyampaikan potensi transaksi dari MoU di SIAL Shanghai dan Misi Dagang mencapai USD 60,3 juta.

Sementara itu, business matching mencatat potensi transaksi USD 25,78 juta. Produk yang diminati meliputi rumput laut, arang kelapa, lada hitam, bubuk kakao, dan buah tropis.

Peluang Pasar Rumput Laut dan Durian

Perwakilan PT Bahari Agro Indonesia, Hanum, menyampaikan apresiasi atas peluang pertemuan dengan buyer baru.

Perusahaan mendapat permintaan rumput laut kering jenis cotoni dan spinosum dari Tiongkok, termasuk Shanghai Briliant Gum.

Sekjen Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia Adityo Pradewo menyebut permintaan durian beku sangat tinggi. Sebanyak 4.077 ton durian beku telah diekspor ke Tiongkok pada Januari–April tahun ini. Indonesia berharap protokol ekspor durian segar segera disepakati kedua negara.

Kunjungan ke Industri Pengolahan Rumput Laut

Wamendag Roro meninjau pabrik Shanghai Briliant Gum (BLG), perusahaan bioteknologi pengolah hidrokoloid.
Produk BLG digunakan di industri makanan, kesehatan, kosmetik, farmasi, dan konstruksi. Perusahaan ini memiliki pabrik di Tiongkok dan satu pabrik di Pinrang, Sulawesi Selatan sejak 2017.

Baca Juga :  Sinergi Kemendag, Diaspora, dan Mahasiswa Dorong 42 UMKM Tembus Pasar Australia

BLG berharap dapat menambah pemasok rumput laut dari Indonesia untuk kebutuhan produksi. Wamendag menyampaikan apresiasi atas investasi BLG dan memperkenalkan PT Bahari Agro Indonesia sebagai mitra potensial.

Sekilas Perdagangan Indonesia–Tiongkok

Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Periode 2021–2025 mencatat pertumbuhan perdagangan 7,24 persen.

Pada tahun lalu, ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 67 miliar. Sementara impor dari Tiongkok mencapai USD 87,5 miliar. Pada triwulan I–2026, ekspor tercatat USD 16,9 miliar dan impor USD 22,1 miliar.

Ekspor Indonesia didominasi mineral, batu bara, besi dan baja, nikel, serta CPO. Impor dari Tiongkok didominasi elektronik, kendaraan listrik, bahan baku kimia, mesin, dan barang modal industri. (*/red)

Berita Terkait

Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia
Dorong Ekspor Mamin, Indonesia Perkuat Akses Pasar di SIAL Shanghai 2026

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB