Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Kecamatan Bayang, sebagai upaya mempercepat pembangunan dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesisir Selatan (Pessel), Zainal Arifin, Jumat (23/1) mengatakan TMMD ke-127 tahun 2026 merupakan program strategis nasional yang membutuhkan sinergi kuat lintas sektor agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemkab Pessel bersama Kodim 0311/Pessel telah melaksanakan rapat koordinasi teknis sebagai langkah awal dalam mematangkan dan mengoptimalkan persiapan pelaksanaan TMMD.
Ia menjelaskan, rapat koordinasi tersebut digelar di Ruang Rapat Bupati Pesisir Selatan dan dihadiri oleh unsur asisten daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran Kodim 0311/Pessel.
“Pelaksanaan TMMD ke-127 tahun 2026 direncanakan berlangsung selama satu bulan, mulai 11 Februari hingga 11 Maret 2026, dan dipusatkan di Kecamatan Bayang,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat tiga nagari di Kecamatan Bayang yang menjadi sasaran kegiatan TMMD dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Zainal Arifin menyebutkan, sasaran fisik TMMD meliputi pembukaan jalan usaha tani yang dimulai dari Nagari Talaok, melewati Nagari Gurun Panjang Utara, dan berakhir di Nagari Koto Berapak.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat, memperpendek jalur distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah setempat.
Selain kegiatan fisik, TMMD ke-127 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kegiatan nonfisik akan difokuskan pada penyuluhan dan pembinaan masyarakat guna memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” jelasnya.
Ia menambahkan Pemkab Pessel akan melibatkan seluruh OPD untuk bergotong royong mendukung pelaksanaan TMMD, baik dari sisi teknis, pendampingan program, maupun dukungan anggaran.
Zainal Arifin juga menilai pelaksanaan TMMD di Kecamatan Bayang sangat relevan karena sejumlah nagari di wilayah tersebut sebelumnya terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
“Melalui TMMD ini, kami berharap dapat mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pascabencana,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pessel, Deny Anggara, menilai TMMD ke-127 sebagai program kolaboratif yang mampu mendorong percepatan pembangunan desa secara terpadu.
Menurut Deny, keterlibatan aktif seluruh instansi terkait menjadi kunci utama agar pelaksanaan TMMD berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mengatakan, sinergi antara TNI, OPD, pemerintah nagari, dan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap sasaran kegiatan dapat tercapai sesuai rencana.
Deny Anggara berharap, kegiatan TMMD tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan.
Ia menilai, TMMD merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong serta kepedulian sosial di tengah masyarakat desa.
“TMMD ke-127 tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan mempercepat pembangunan berkelanjutan di daerah ini,” tutupnya. (yoniks)






