Wajib Halal Oktober 2026 Makin Dekat, Kemenag Imbau UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal Gratis

Penulis -

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar. (Foto: Kemenag)

Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kebijakan Wajib Halal Oktober 2026 semakin dekat penerapannya di Indonesia.

Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar, mengimbau pelaku usaha segera mengurus sertifikasi halal. Imbauan ini berlaku untuk usaha besar, mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Ia menegaskan pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Seluruh layanan sertifikasi halal kini telah terintegrasi secara digital melalui aplikasi SiHalal dan SEHATI (Sertifikat Halal Gratis).

Sertifikasi Halal sebagai Perlindungan Konsumen

Fuad Nasar menjelaskan jaminan produk halal menjadi bentuk perlindungan negara kepada konsumen. Selain itu, kebijakan ini memastikan produk yang beredar aman dan sesuai keyakinan agama. Produk juga harus melalui proses pengujian kehalalan yang jelas dan terstandar.

“Sertifikasi halal bukan sekadar label dan formalitas, tetapi bentuk transparansi dan perlindungan konsumen,” ujar Fuad di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Isu Halal Jadi Perhatian Global

Fuad menambahkan isu halal kini berkembang menjadi perhatian global. Sejumlah negara dalam perdagangan internasional mulai memperhatikan aspek kehalalan produk. Perubahan ini terjadi seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk aman dan berkualitas.

“Bagi masyarakat Indonesia, halal bukan sesuatu yang asing,” katanya.

Ia menegaskan konsumsi produk halal sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Peran Strategis UMKM dalam Industri Halal

Dalam konteks ekonomi nasional, UMKM memegang peran penting sebagai tulang punggung. Data BPJPH mencatat 3,9 juta sertifikat halal telah diterbitkan hingga saat ini. Total 12.748.052 produk telah bersertifikat halal di Indonesia.

“Kami ingin memastikan UMKM tidak tertinggal,” ujar Fuad.

Ia juga meminta pelaku usaha besar dan importir lebih peduli terhadap kewajiban halal ini.

Menurutnya, sertifikasi halal membuka peluang kepercayaan pasar yang lebih luas. UMKM juga dapat naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Bidik Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026, Vietnam Wajib Menang
Visi Indonesia sebagai Pusat Industri Halal Dunia

Fuad menegaskan visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, konsumen, media, hingga influencer perlu terlibat aktif. Kolaborasi ini diperlukan untuk memperkuat ekosistem halal nasional secara berkelanjutan.

“Kesadaran kolektif ini penting untuk menyemarakkan ekosistem halal nasional,” katanya.

Sosialisasi dan Dukungan Sertifikasi Halal UMKM

Kementerian Agama bersama BPJPH terus memperluas sosialisasi wajib halal. UMKM dapat memanfaatkan skema self declare yang dibiayai oleh negara. Sementara itu, usaha besar wajib menggunakan skema reguler sesuai ketentuan.

Pemerintah daerah, komunitas usaha, dan pendamping halal turut memperkuat proses sertifikasi. Langkah ini dilakukan agar layanan sertifikasi lebih mudah dijangkau di seluruh wilayah.

Dampak Sertifikasi Halal bagi UMKM

Fuad menilai produk UMKM bersertifikat halal lebih dipercaya konsumen. Produk tersebut juga memiliki peluang lebih besar masuk pasar ritel modern. Selain itu, peluang ekspor ke pasar global juga semakin terbuka.

“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM untuk segera mengurus sertifikasi halal,” tegasnya.

Ia menambahkan sertifikasi halal menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha.

Optimisme Pemerintah terhadap Industri Halal

Kementerian Agama optimistis UMKM Indonesia mampu menjadi pemain utama industri halal. Potensi tersebut berlaku di tingkat nasional maupun global. Dengan penguatan kebijakan, sektor halal diharapkan semakin berkembang dan berdaya saing tinggi. (*/red)

Berita Terkait

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB