Wamena Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya Kelas Dunia

Penulis -

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenpar Ni Luh Puspa melihat mumi yang berusia lebih dari 300 tahun di Desa Wisata Aikima, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (6/8/2026). (Foto: Kemenpar)

Wamenpar Ni Luh Puspa melihat mumi yang berusia lebih dari 300 tahun di Desa Wisata Aikima, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (6/8/2026). (Foto: Kemenpar)

Wamena, Javanusa—Kekayaan budaya masyarakat adat dan potensi agrowisata membuat Wamena dinilai punya peluang besar menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia.

Pemerintah kini mendorong pengembangan potensi tersebut agar mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa melihat langsung berbagai daya tarik wisata Wamena dalam kunjungannya pada Kamis (6/8). Ia menilai kekuatan budaya lokal dapat menjadi fondasi utama pengembangan pariwisata di wilayah tersebut.

Kekayaan Budaya Jadi Daya Tarik Wamena

Salah satu lokasi yang dikunjungi Ni Luh adalah Desa Wisata Kumugima. Desa ini menawarkan pengalaman langsung tentang kehidupan masyarakat adat Papua.

Wisatawan dapat menyaksikan tradisi bakar batu dan pertunjukan tari tradisional. Rumah adat honai juga menjadi bagian penting dari pengalaman budaya yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Senang sekali ini pertama kalinya saya datang ke Wamena. Tadi melihat Desa Wisata Kumugima, kemudian dilanjutkan mengunjungi mumi di Aikima. Saya sangat senang bisa melihat langsung potensi wisata yang luar biasa di sini, didampingi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati,” ujar Wamenpar Ni Luh di sela-sela kunjungan.

Dari Kumugima, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya. Di kawasan tersebut, Ni Luh melihat langsung salah satu peninggalan budaya yang menjadi daya tarik wisata Wamena.

Mumi di Aikima telah berusia lebih dari 300 tahun. Masyarakat setempat menjaga keberadaannya sebagai bagian dari warisan budaya yang diwariskan antargenerasi.

Mumi tersebut merupakan jasad Kepala Suku Wirafak Elosak. Ia diyakini hidup pada masa perang antarsuku.

Cerita yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa Wirafak Elosak berpesan agar jasadnya diawetkan setelah meninggal. Pesan tersebut bertujuan agar keturunannya tetap mengenang dirinya.

Baca Juga :  Kopi Ateng, Kopi Jenis Apa Itu?

Kini, keberadaan mumi tersebut menjadi salah satu atraksi wisata budaya Wamena. Daya tariknya bahkan telah menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.

Wisatawan Asing Mulai Menjadikan Wamena Tujuan Perjalanan

Potensi tersebut terlihat dari pertemuan Ni Luh dengan sejumlah wisatawan asal Italia. Mereka mengaku memasukkan Wamena dalam rute perjalanan setelah mengunjungi Raja Ampat.

Para wisatawan itu ingin menikmati keunikan budaya Wamena sekaligus menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem.

“Saya sempat bertemu wisatawan dari Italia. Kami berbincang dan mereka mengaku sangat menikmati pengalaman berada di Wamena setelah dari Raja Ampat, kemudian melanjutkan perjalanan ke sini,” kata Ni Luh.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan posisi Wamena dalam jalur perjalanan wisata Papua. Wisatawan dapat menggabungkan wisata alam Raja Ampat dengan pengalaman budaya di Wamena.

Pola perjalanan tersebut membuka peluang bagi Wamena untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Pemerintah daerah juga dapat mengembangkan paket wisata yang menghubungkan sejumlah destinasi unggulan Papua.

Noken hingga Kopi Wamena Punya Nilai Ekonomi

Ni Luh kemudian mengunjungi Workshop Noken Street Fashion. Ia melihat langsung aktivitas para perajin yang mengembangkan noken khas Papua.

Menurut Ni Luh, produk kerajinan masyarakat memiliki peran penting dalam ekosistem pariwisata. Selain memperkuat identitas budaya, produk tersebut dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Potensi Wamena tidak berhenti pada sektor budaya. Wilayah ini juga memiliki peluang besar dalam pengembangan agrowisata.

Ni Luh meninjau kebun nanas di Kumugima serta melihat potensi kopi Wamena. Kopi tersebut dikenal memiliki cita rasa khas dan menjadi salah satu komoditas unggulan Papua Pegunungan.

Pengembangan agrowisata dapat berjalan beriringan dengan wisata budaya. Wisatawan nantinya memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di Wamena.

Baca Juga :  Hari Kedua Pencarian KMP Virgo Transport 8, Total 114 Penumpang Ditemukan
Pemerintah Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Ni Luh menilai masih banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pemerintah juga perlu mendorong wisatawan agar tinggal lebih lama di Wamena.

“Jadi, saya pikir masih banyak pekerjaan rumah yang bisa kita kerjakan bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang length of stay wisatawan yang datang ke sini,” ujar Ni Luh.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Kerja sama tersebut diperlukan agar pengembangan destinasi berjalan secara berkelanjutan.

Wisata budaya, sejarah, alam, dan agrowisata dapat dikemas dalam satu pengalaman perjalanan. Strategi tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing Wamena sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata.

“Mudah-mudahan dengan mengembangkan dan mengemas lebih banyak daya tarik wisata yang ada di sini, kita bisa meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata maupun agrowisata,” kata Wamenpar.

Ia juga menyoroti potensi kopi dan agrowisata nanas di Kumugima sebagai bagian dari kekuatan lokal Wamena.

“Kami ingin mendorong agar pariwisata tumbuh dengan bertumpu pada kekuatan budaya dan potensi lokal yang dimiliki daerah,” kata Wamenpar.

Dalam kunjungan tersebut, Ni Luh didampingi Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata Raden Wisnu Sindhutrisno. Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere turut mendampingi rombongan. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru