Lampung, Javanusa—Wakil Wali Kota (Wawako) Solok H. Suryadi Nurdal menghadiri APEKSI Outlook 2026 di Bandar Lampung sebagai forum strategis refleksi dan perumusan arah pembangunan kota di Indonesia.
Kegiatan ini mempertemukan pimpinan daerah dari berbagai wilayah untuk membahas tantangan pemerintahan kota menjelang 2026, Sabtu (20/12/2025).
Forum nasional yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut menjadi ruang evaluasi atas dinamika pembangunan kota dari Sabang hingga Merauke.
Isu utama yang mengemuka meliputi keterbatasan fiskal daerah, ketahanan ekonomi, serta peningkatan risiko bencana akibat perubahan iklim.
Dalam agenda tersebut, Wawako Solok H. Suryadi Nurdal juga menyampaikan sambutan mewakili Komisariat Wilayah I APEKSI Sumatera.
Ia menggantikan Wali Kota Medan Rico Waas yang berhalangan hadir dalam kegiatan APEKSI Outlook 2026.
Dalam sambutannya, Suryadi menyoroti kondisi kapasitas keuangan daerah yang masih terbatas.
Menurutnya, pemerintah kota dituntut semakin adaptif dalam mengelola sumber daya di tengah tekanan fiskal nasional.
Banjir Bandang dan Longsor Jadi Ujian Berat Kota di Sumatera
Suryadi mengungkapkan pada November 2025, sejumlah kota di Komwil I APEKSI Sumatera menghadapi banjir bandang dan tanah longsor berskala besar.
Bencana tersebut dipicu anomali cuaca ekstrem yang melanda tiga provinsi di Sumatera bagian utara.
“Melalui tema ‘Di Tahun 2026 Kita Bisa Apa’? forum ini diharapkan mampu memformulasikan sumber daya, proses kerja, dan hasil pembangunan secara lebih akurat,” ujar Suryadi.
Ia menekankan pentingnya peningkatan ketahanan ekonomi dan ketahanan bencana secara berkelanjutan.
Dorong Infrastruktur Berbasis Lingkungan
Wawako menilai pola pembangunan infrastruktur konvensional tidak lagi memadai menghadapi intensitas banjir yang meningkat.
Ia mencontohkan banyaknya tanggul jebol saat banjir bandang November lalu sebagai bukti lemahnya daya tahan infrastruktur lama.
“Oleh karena itu, pembangunan ke depan harus mengarah pada infrastruktur berbasis lingkungan dan mitigasi bencana,” tegasnya.
Pendekatan ini dinilai penting untuk melindungi kawasan perkotaan dan masyarakat rentan.
Indonesia di Cincin Api, Kolaborasi Mitigasi Jadi Kunci
Suryadi juga mengingatkan Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang rawan bencana alam.
Menurutnya, APEKSI Outlook 2026 menjadi forum strategis untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antar kota.
“Kolaborasi mitigasi, pemulihan pascabencana, serta penyusunan rencana kontinjensi yang tepat menjadi kebutuhan mendesak,” pungkasnya.
Ia berharap hasil forum ini mampu memperkuat kesiapsiagaan kota-kota di Indonesia menghadapi risiko bencana di masa depan. (*/red)






