Yesi Endriani Dorong UMKM Bukittinggi dan Agam Perluas Pasar hingga Tingkat Nasional

Penulis -

Sabtu, 7 November 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sumbar Yesi Endriani saat menggelar sosialisasi Perda Sumbar Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. (Foto: Ist)

Anggota DPRD Sumbar Yesi Endriani saat menggelar sosialisasi Perda Sumbar Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. (Foto: Ist)

Bukittinggi, Javanusa—Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam perlu memperkuat kreativitas serta inovasi agar mampu bersaing di pasar nasional.

Peningkatan kualitas produk, kemasan, dan strategi pemasaran menjadi langkah penting untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Yesi Endriani, SM, saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Kegiatan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Sabtu (7/11/2026).

Sosialisasi tersebut berlangsung selama dua hari, 7–8 November 2026. Agenda ini menjadi bagian dari kegiatan kerja DPRD Sumbar di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Yesi Endriani Tekankan Kreativitas dan Inovasi UMKM

Dalam kegiatan itu, Yesi mengajak pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha memperkuat kolaborasi. Menurutnya, kerja sama lintas sektor diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Ia menilai Bukittinggi mempunyai peluang besar dalam mengembangkan sektor tersebut. Aktivitas pariwisata yang terus menggerakkan perekonomian kota juga membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai usaha kreatif.

“Bukittinggi ini hidup dari ekonomi kreatif. Dengan adanya pariwisata, tumbuh pula ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari penggerak perekonomian kota ini,” kata Yesi.

Selain pariwisata, Bukittinggi dan Agam memiliki kekayaan budaya, kerajinan, serta potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Namun, pelaku usaha perlu menghadirkan inovasi agar produknya mempunyai karakter dan keunikan tersendiri.

Yesi mengingatkan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan produksi. Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan dalam meningkatkan mutu produk, merancang kemasan, memanfaatkan pemasaran digital, hingga menyusun storytelling yang menarik.

Baca Juga :  Gustami Hidayat Dorong Perempuan Sumbar Aktif Berpolitik dan Jadi Pemimpin

Ia mencontohkan produk selendang yang memiliki peluang meningkatkan nilai jual melalui kemasan menarik dan cerita mengenai keunikan budaya di balik pembuatannya.

“Produk itu bukan hanya dilihat dari barangnya, tetapi bagaimana kita mengemas dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Ada nilai dan cerita yang bisa membuat orang tertarik untuk membeli,” jelasnya.

Dorong UMKM Menjadi Mitra Binaan BUMN dan BUMD

Selain meningkatkan kualitas produk, Yesi mendorong perluasan akses pemasaran melalui kemitraan dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Ia berharap UMKM yang telah memperoleh pembinaan maupun bantuan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dapat berkembang menjadi mitra binaan perusahaan tersebut.

Menurutnya, kemitraan itu berpotensi membuka akses permodalan, pendampingan bisnis, jaringan distribusi, serta kesempatan mengikuti pameran nasional dan internasional.

“Harapan saya, ketika ada pameran di Jakarta, setiap BUMD bisa membawa UMKM Bukittinggi untuk ikut mempromosikan produknya. Jadi, bukan hanya pemerintah yang menyiapkan anggaran, tetapi perusahaan daerah juga ikut berperan,” ungkapnya.

Dengan dukungan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mengandalkan pemasaran lokal. Mereka juga berpeluang memperkenalkan produk unggulan daerah kepada konsumen di berbagai wilayah.

Perda Ekonomi Kreatif Perkuat Perlindungan Pelaku Usaha

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Wahendra, menjelaskan bahwa Perda Sumbar Nomor 2 Tahun 2023 menjadi landasan pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Regulasi tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus membuka ruang perlindungan dan pengembangan bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Wahendra menjelaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki cakupan lebih luas daripada kegiatan UMKM pada umumnya. Sektor ini bertumpu pada kreativitas, inovasi, penciptaan nilai tambah, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Baca Juga :  Muhidi Dukung KWT Sumber Rizki Padang Kembangkan Budidaya Jahe dan Usaha Olahan

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan Pentahelix dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Pendekatan ini melibatkan lima unsur, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan komunitas.

Kolaborasi kelima unsur tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Bukittinggi Siapkan Penataan Kawasan Wisata Malam

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofi Hendria, S.STP., M.Si., menyambut pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Ia menilai kegiatan ini dapat menyatukan pemahaman pemerintah dan masyarakat mengenai arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yesi atas kesempatan sosialisasi Perda ini. Melalui kegiatan ini, kita memiliki kesempatan menyamakan persepsi, sehingga masyarakat memahami konsep dan rencana pemerintah serta dapat mendukung pelaksanaannya bersama,” ujar Rofi.

Rofi juga memaparkan sejumlah rencana pemerintah kota untuk memperkuat daya tarik pariwisata. Salah satunya melalui penataan instalasi lampu bernuansa ekonomi kreatif di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Pemerintah Kota Bukittinggi menjalankan program tersebut melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Penataan kawasan itu ditargetkan rampung pada Desember mendatang.

Selain memperkuat estetika kota, program tersebut diharapkan meningkatkan daya tarik wisata malam. Aktivitas wisata yang semakin berkembang juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat

Sosialisasi Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif ini turut melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan organisasi masyarakat.

Peserta yang hadir antara lain jajaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Camat Guguk Panjang, para lurah, pengurus TP-PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), IWAPI, LKKS, serta pelaku UMKM.

Melalui kegiatan tersebut, Yesi berharap pengembangan ekonomi kreatif di Bukittinggi dan Agam memiliki arah yang lebih terukur. Ia juga menginginkan keterlibatan berbagai pihak dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.

Baca Juga :  Muhidi Dorong Wakil Kepala Sekolah Perkuat Kepemimpinan dan Karakter Siswa di Sumbar

Penguatan kualitas produk, perlindungan HKI, serta perluasan jaringan pemasaran menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Dengan pengembangan yang berkelanjutan, ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya mendukung sektor pariwisata. Sektor ini juga berpotensi membuka lapangan kerja, menciptakan peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Warga Ampuan Lumpo Keluhkan Kondisi Sungai Batang Lumpo, Doni Harsiva Yandra Siap Perjuangkan Penanganan
DPRD Sumbar Perjuangkan Pengangkatan Guru Honorer R4 dan R5 Jadi PPPK
Muhidi Ajak Warga Sumbar Jaga Lingkungan, Warga Minta Sanksi Tegas bagi Pelanggar
DPRD Sumbar Dorong Penataan Aset Daerah, Sejumlah Persoalan Kepemilikan Jadi Sorotan
Muhidi Ajak Siswa Hormati Guru dan Perkuat Literasi untuk Raih Masa Depan
Muhidi Kunjungi SMKN 2 Batusangkar, Panen Melon Hasil Budidaya Siswa
Jalan RW 04 Limau Manis Selatan Kini Mulus, Warga Apresiasi Perhatian Muhidi
Muhidi Dukung KWT Sumber Rizki Padang Kembangkan Budidaya Jahe dan Usaha Olahan

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:37 WIB

Milad ke-39, RSU Aisyiyah Padang Gelar Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit Gratis

Rabu, 4 November 2026 - 22:07 WIB

7 Cara Menghilangkan Jerawat Batu yang Efektif, dari Perawatan Alami hingga Medis

Rabu, 4 November 2026 - 21:18 WIB

8 Cara Mengecilkan Perut Buncit secara Sehat, Efektif, dan Aman

Selasa, 3 November 2026 - 17:43 WIB

Dinkes Padang Telusuri Kontak TB di 104 Kelurahan, Sasar 24.200 Orang

Senin, 2 November 2026 - 19:41 WIB

6 Penyebab Perut Terasa Panas, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Minggu, 1 November 2026 - 15:20 WIB

Maigus Nasir Dorong Sinergi IDI dan Pemko Padang, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:01 WIB

IDI Padang Gelar Pertemuan Ilmiah Tahunan 2026, Perkuat Kompetensi Dokter dan Keselamatan Pasien

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:36 WIB

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya

Berita Terbaru