10 Minuman Penambah Darah yang Bisa Membantu Memenuhi Nutrisi untuk Anemia

Penulis -

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita sedang meminum susu. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi seorang wanita sedang meminum susu. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Anemia tidak cukup ditangani dengan mengandalkan satu jenis makanan atau minuman.

Namun, pilihan minuman tertentu dapat membantu memenuhi vitamin dan mineral yang mendukung pembentukan sel darah merah, terutama jika dikonsumsi bersama makanan kaya zat besi.

Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti mudah lelah, lemas, pucat, dan pusing.

Karena penyebab anemia beragam, pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dilansir dari Klikdokter, berikut sejumlah minuman yang dapat menjadi pelengkap asupan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

1. Jus jeruk

Jus jeruk dapat menjadi pilihan pendamping makanan sumber zat besi. Kandungan vitamin C di dalamnya membantu meningkatkan penyerapan zat besi nonheme yang banyak terdapat pada bahan pangan nabati.

Karena itu, jus jeruk sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan, sereal yang diperkaya zat besi, dan sayuran berdaun hijau.

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. Zat besi kemudian digunakan dalam berbagai proses penting, termasuk pembentukan hemoglobin.

2. Jus stroberi

Stroberi juga mengandung vitamin C sehingga dapat menjadi pilihan untuk mendampingi menu kaya zat besi. Buah ini dapat diolah menjadi jus atau smoothie tanpa tambahan gula berlebihan.

Kombinasi buah kaya vitamin C dengan makanan sumber zat besi dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari bahan pangan nabati.

Dengan demikian, jus stroberi lebih tepat dipandang sebagai pelengkap pola makan untuk anemia, bukan sebagai pengganti terapi medis.

3. Jus tomat

Tomat mengandung vitamin C dan sejumlah zat besi. Kandungan vitamin C tersebut dapat membantu penyerapan zat besi dari makanan lain yang dikonsumsi bersamaan.

Baca Juga :  10 Cara Membasmi Kecoa dari Rumah agar Tidak Kembali Bersarang

Jus tomat dapat menjadi alternatif minuman yang praktis. Pilih jus tomat tanpa tambahan gula berlebihan agar manfaatnya tetap mendukung pola makan sehat.

4. Jus wortel

Wortel kaya akan beta-karoten, yaitu provitamin A yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Sayuran berwarna oranye ini dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin A.

Kekurangan vitamin A juga dapat berkaitan dengan anemia. Karena itu, memasukkan wortel ke dalam menu harian dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

Jus wortel dapat dikombinasikan dengan buah atau sayuran lain agar kandungan gizinya lebih beragam.

5. Jus semangka

Semangka dapat menjadi pilihan minuman berbahan buah yang menyegarkan. Buah ini juga mengandung vitamin A dalam jumlah tertentu.

Meski demikian, jus semangka tidak dapat dianggap sebagai terapi utama anemia. Konsumsinya sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan yang menyediakan cukup zat besi, vitamin B12, folat, protein, dan nutrisi lainnya.

8. Jus prune

Jus prune, yang berasal dari buah plum kering, mengandung zat besi. Satu cangkir jus prune dalam sumber yang menjadi rujukan naskah ini disebut mengandung lebih dari 3 miligram zat besi.

Kandungan tersebut membuat jus prune dapat menjadi salah satu pelengkap asupan zat besi. Namun, kebutuhan zat besi setiap orang berbeda sehingga konsumsi jus saja tidak cukup untuk mengatasi anemia.

7. Jus sayuran

Sayuran berdaun hijau, termasuk bayam, merupakan salah satu sumber zat besi nonheme. Bayam juga dapat dikombinasikan dengan bahan makanan lain untuk membuat jus atau smoothie.

Agar penyerapan zat besi dari sumber nabati lebih optimal, padukan dengan bahan yang kaya vitamin C. Pilihannya antara lain tomat, stroberi, jeruk, atau buah lain yang mengandung vitamin C.

Baca Juga :  Mahyeldi Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Layanan Kesehatan Sumbar
8. Smoothie tofu

Tahu atau tofu dapat diolah menjadi smoothie dengan mengombinasikannya bersama buah. Bahan ini juga dapat menjadi sumber protein sekaligus menyumbang sejumlah zat besi.

Untuk membuatnya lebih mudah dikonsumsi, tahu sutra dapat dicampurkan dengan buah beku seperti blueberry atau stroberi. Madu dapat ditambahkan secukupnya sebagai pemanis.

Namun, kandungan zat besi pada tofu dapat berbeda menurut jenis dan proses pengolahannya. Karena itu, jangan menjadikan satu bahan sebagai satu-satunya sumber zat besi.

9. Susu

Susu dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12, terutama pada orang yang mengalami anemia akibat kekurangan vitamin tersebut. Secangkir susu rendah lemak dalam naskah rujukan disebut mengandung sekitar 1 mikrogram vitamin B12.

Bagi vegetarian, vegan, atau orang dengan intoleransi laktosa, alternatifnya dapat berupa minuman nabati yang telah diperkaya vitamin B12. Kandungan nutrisi setiap produk dapat berbeda sehingga periksa informasi gizi pada kemasannya.

10. Smoothie dengan biji wijen

Biji wijen atau sesame seed dapat ditambahkan ke dalam smoothie sebagai pelengkap sumber zat besi. Sekitar 28 gram biji wijen dalam sumber rujukan disebut mengandung hampir 2 miligram zat besi.

Anda dapat mencampurkannya dengan buah, susu, atau minuman nabati sesuai kebutuhan. Kombinasi dengan buah kaya vitamin C juga dapat membantu penyerapan zat besi nonheme.

Minuman bukan pengganti terapi anemia

Berbagai minuman tersebut dapat membantu memenuhi asupan nutrisi, tetapi tidak semua jenis anemia dapat diatasi melalui makanan dan minuman.

Penyebab anemia perlu diketahui terlebih dahulu. Kekurangan zat besi, vitamin B12, folat, perdarahan, penyakit kronis, dan kondisi medis lainnya dapat memerlukan penanganan yang berbeda.

Jika kadar hemoglobin sangat rendah atau dokter telah mendiagnosis anemia defisiensi zat besi, pasien mungkin membutuhkan suplemen zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan terapi lain, termasuk transfusi darah.

Baca Juga :  Jamin Keamanan Pangan, Disperdakop UKM Gelar Uji Petik

Karena itu, minuman penambah darah sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan bergizi, bukan sebagai pengganti pengobatan yang telah direkomendasikan dokter. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru