Javanusa.com—Anemia tidak cukup ditangani dengan mengandalkan satu jenis makanan atau minuman.
Namun, pilihan minuman tertentu dapat membantu memenuhi vitamin dan mineral yang mendukung pembentukan sel darah merah, terutama jika dikonsumsi bersama makanan kaya zat besi.
Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti mudah lelah, lemas, pucat, dan pusing.
Karena penyebab anemia beragam, pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dilansir dari Klikdokter, berikut sejumlah minuman yang dapat menjadi pelengkap asupan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
1. Jus jeruk
Jus jeruk dapat menjadi pilihan pendamping makanan sumber zat besi. Kandungan vitamin C di dalamnya membantu meningkatkan penyerapan zat besi nonheme yang banyak terdapat pada bahan pangan nabati.
Karena itu, jus jeruk sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan, sereal yang diperkaya zat besi, dan sayuran berdaun hijau.
Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. Zat besi kemudian digunakan dalam berbagai proses penting, termasuk pembentukan hemoglobin.
2. Jus stroberi
Stroberi juga mengandung vitamin C sehingga dapat menjadi pilihan untuk mendampingi menu kaya zat besi. Buah ini dapat diolah menjadi jus atau smoothie tanpa tambahan gula berlebihan.
Kombinasi buah kaya vitamin C dengan makanan sumber zat besi dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari bahan pangan nabati.
Dengan demikian, jus stroberi lebih tepat dipandang sebagai pelengkap pola makan untuk anemia, bukan sebagai pengganti terapi medis.
3. Jus tomat
Tomat mengandung vitamin C dan sejumlah zat besi. Kandungan vitamin C tersebut dapat membantu penyerapan zat besi dari makanan lain yang dikonsumsi bersamaan.
Jus tomat dapat menjadi alternatif minuman yang praktis. Pilih jus tomat tanpa tambahan gula berlebihan agar manfaatnya tetap mendukung pola makan sehat.
4. Jus wortel
Wortel kaya akan beta-karoten, yaitu provitamin A yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Sayuran berwarna oranye ini dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin A.
Kekurangan vitamin A juga dapat berkaitan dengan anemia. Karena itu, memasukkan wortel ke dalam menu harian dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.
Jus wortel dapat dikombinasikan dengan buah atau sayuran lain agar kandungan gizinya lebih beragam.
5. Jus semangka
Semangka dapat menjadi pilihan minuman berbahan buah yang menyegarkan. Buah ini juga mengandung vitamin A dalam jumlah tertentu.
Meski demikian, jus semangka tidak dapat dianggap sebagai terapi utama anemia. Konsumsinya sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan yang menyediakan cukup zat besi, vitamin B12, folat, protein, dan nutrisi lainnya.
8. Jus prune
Jus prune, yang berasal dari buah plum kering, mengandung zat besi. Satu cangkir jus prune dalam sumber yang menjadi rujukan naskah ini disebut mengandung lebih dari 3 miligram zat besi.
Kandungan tersebut membuat jus prune dapat menjadi salah satu pelengkap asupan zat besi. Namun, kebutuhan zat besi setiap orang berbeda sehingga konsumsi jus saja tidak cukup untuk mengatasi anemia.
7. Jus sayuran
Sayuran berdaun hijau, termasuk bayam, merupakan salah satu sumber zat besi nonheme. Bayam juga dapat dikombinasikan dengan bahan makanan lain untuk membuat jus atau smoothie.
Agar penyerapan zat besi dari sumber nabati lebih optimal, padukan dengan bahan yang kaya vitamin C. Pilihannya antara lain tomat, stroberi, jeruk, atau buah lain yang mengandung vitamin C.
8. Smoothie tofu
Tahu atau tofu dapat diolah menjadi smoothie dengan mengombinasikannya bersama buah. Bahan ini juga dapat menjadi sumber protein sekaligus menyumbang sejumlah zat besi.
Untuk membuatnya lebih mudah dikonsumsi, tahu sutra dapat dicampurkan dengan buah beku seperti blueberry atau stroberi. Madu dapat ditambahkan secukupnya sebagai pemanis.
Namun, kandungan zat besi pada tofu dapat berbeda menurut jenis dan proses pengolahannya. Karena itu, jangan menjadikan satu bahan sebagai satu-satunya sumber zat besi.
9. Susu
Susu dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12, terutama pada orang yang mengalami anemia akibat kekurangan vitamin tersebut. Secangkir susu rendah lemak dalam naskah rujukan disebut mengandung sekitar 1 mikrogram vitamin B12.
Bagi vegetarian, vegan, atau orang dengan intoleransi laktosa, alternatifnya dapat berupa minuman nabati yang telah diperkaya vitamin B12. Kandungan nutrisi setiap produk dapat berbeda sehingga periksa informasi gizi pada kemasannya.
10. Smoothie dengan biji wijen
Biji wijen atau sesame seed dapat ditambahkan ke dalam smoothie sebagai pelengkap sumber zat besi. Sekitar 28 gram biji wijen dalam sumber rujukan disebut mengandung hampir 2 miligram zat besi.
Anda dapat mencampurkannya dengan buah, susu, atau minuman nabati sesuai kebutuhan. Kombinasi dengan buah kaya vitamin C juga dapat membantu penyerapan zat besi nonheme.
Minuman bukan pengganti terapi anemia
Berbagai minuman tersebut dapat membantu memenuhi asupan nutrisi, tetapi tidak semua jenis anemia dapat diatasi melalui makanan dan minuman.
Penyebab anemia perlu diketahui terlebih dahulu. Kekurangan zat besi, vitamin B12, folat, perdarahan, penyakit kronis, dan kondisi medis lainnya dapat memerlukan penanganan yang berbeda.
Jika kadar hemoglobin sangat rendah atau dokter telah mendiagnosis anemia defisiensi zat besi, pasien mungkin membutuhkan suplemen zat besi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan terapi lain, termasuk transfusi darah.
Karena itu, minuman penambah darah sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan bergizi, bukan sebagai pengganti pengobatan yang telah direkomendasikan dokter. (*)






