Jakarta, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman terus memperkuat upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA) dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, Askolani, Rabu (14/1/2026), di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Pertemuan itu membahas berbagai agenda strategis terkait pemulihan pascabencana, mulai dari langkah recovery jangka pendek hingga rencana rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur serta pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati John Kenedy Azis memaparkan kondisi fiskal Kabupaten Padang Pariaman yang mengalami tekanan signifikan akibat dampak bencana.
Ia menyampaikan kemampuan keuangan daerah sangat terbatas untuk menanggung kebutuhan besar pemulihan di berbagai sektor.
Oleh karena itu, Bupati meminta dukungan pemerintah pusat melalui kebijakan fiskal yang berpihak kepada daerah terdampak bencana.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah harapan agar alokasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) untuk Padang Pariaman tidak mengalami pemotongan.
“Kebutuhan anggaran pascabencana sangat besar, tidak hanya untuk membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan perekonomian, layanan publik, dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar John Kenedy Azis.
Ia menegaskan dukungan fiskal dari pemerintah pusat menjadi faktor krusial agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan konstruktif. Bupati menyampaikan apresiasi atas sambutan dan perhatian yang diberikan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan terhadap kondisi daerahnya.
Bupati berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat demi mempercepat kebangkitan Padang Pariaman pascabencana.
“Kami berharap seluruh ikhtiar ini mendapat dukungan maksimal sehingga Padang Pariaman dapat bangkit menjadi daerah yang lebih tangguh dan bermartabat,” tutupnya. (*/red)






