Javanusa.com—Pingsan dapat terjadi karena dehidrasi, kelelahan, kepanasan, tekanan darah turun, hingga gangguan jantung.
Meski kesadaran sering kembali dalam waktu singkat, kondisi ini tetap membutuhkan pemeriksaan awal.
Pertolongan pertama pada orang pingsan harus berfokus pada respons pasien, pernapasan, serta kemungkinan cedera. Penanganan yang tepat dapat mencegah sumbatan jalan napas dan risiko cedera lebih lanjut.
Dilansir dari Hellosehat, berikut beberapa langkah pertolongan pertama orang yang pingsan.
1. Periksa respons dan pernapasan
Langkah pertama adalah memastikan kondisi sekitar aman. Setelah itu, periksa apakah orang tersebut merespons panggilan atau sentuhan ringan pada bahu.
Selanjutnya, perhatikan pernapasannya. Pemeriksaan respons dan pernapasan sebaiknya dilakukan tidak lebih dari 10 detik.
Jika pasien tidak merespons dan tidak bernapas normal, segera minta bantuan medis. Lakukan CPR dan gunakan AED jika tersedia serta Anda memiliki kemampuan untuk menggunakannya.
Periksa pula kemungkinan perdarahan atau cedera akibat pasien terjatuh. Jika terdapat perdarahan berat, berikan tekanan langsung pada luka sambil menunggu bantuan medis.
2. Baringkan pasien dengan posisi yang tepat
Jika pasien masih bernapas tetapi belum sadar sepenuhnya, posisikan tubuhnya dengan aman. Pada pingsan tanpa dugaan cedera, posisi pemulihan dapat membantu menjaga jalan napas tetap terbuka.
Untuk membuat posisi pemulihan, miringkan tubuh pasien secara perlahan. Pastikan kepala dan mulut menghadap ke samping agar cairan tidak mudah masuk ke jalan napas.
Namun, jangan memindahkan pasien secara sembarangan jika terdapat dugaan cedera kepala, leher, tulang belakang, panggul, atau pinggul. Pertahankan posisi tubuh sampai bantuan medis datang, kecuali jalan napas terancam.
Jika pasien sadar dan mengalami tanda-tanda akan pingsan, bantu ia duduk atau berbaring. Jangan biarkan pasien langsung berdiri setelah kesadarannya kembali.
3. Jangan paksa pasien segera bangun
Orang yang baru pingsan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi. Longgarkan pakaian yang terasa terlalu ketat dan jaga suhu tubuh tetap nyaman.
Hindari mengguncang tubuh, mencubit, menempelkan es ke wajah, atau memberikan wewangian menyengat. Tindakan tersebut tidak diperlukan dalam pertolongan pertama modern.
Jika pasien mulai sadar, ajak berbicara dengan tenang. Perhatikan apakah ia mampu menjawab pertanyaan sederhana dan mengenali keadaan sekitarnya.
Jangan memberikan makanan atau minuman ketika pasien belum sepenuhnya sadar. Cairan yang masuk saat kesadaran menurun dapat meningkatkan risiko tersedak atau aspirasi.
4. Pantau kondisi setelah pasien sadar
Setelah sadar, biarkan pasien beristirahat terlebih dahulu. Jangan langsung meminta pasien berdiri atau berjalan.
Tanyakan keluhan yang masih dirasakan. Perhatikan apakah pasien mengalami pusing, lemas, nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, atau kebingungan.
Jika pasien sudah benar-benar sadar dan mampu menelan dengan baik, Anda dapat menawarkan air minum. Namun, jangan memaksanya minum jika masih mual atau belum pulih sepenuhnya.
Tetap dampingi pasien dan pantau perubahan kondisi. Pingsan dapat berkaitan dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kapan orang pingsan harus segera mendapat bantuan medis?
Tidak semua episode pingsan menunjukkan penyakit serius. Namun, beberapa keadaan memerlukan pertolongan medis segera.
Segera cari bantuan jika pasien tidak bernapas normal, tidak kunjung sadar, atau mengalami kondisi yang mengancam nyawa. Situasi tersebut memerlukan penanganan kegawatdaruratan.
Perhatian khusus juga diperlukan jika pingsan terjadi setelah benturan atau kecelakaan. Jangan menggerakkan pasien secara sembarangan ketika terdapat dugaan cedera kepala atau tulang belakang.
Pasien juga perlu segera mendapat pemeriksaan jika mengalami nyeri dada, sesak napas, gangguan irama jantung, kebingungan, atau gangguan penglihatan dan bicara.
Pingsan berulang juga tidak boleh diabaikan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan tekanan darah, sistem saraf, atau masalah kardiovaskular.
Apa yang dilakukan jika merasa akan pingsan?
Pingsan terkadang didahului tanda tertentu. Gejalanya dapat berupa pusing, lemas, berkeringat, mual, pandangan kabur, atau tubuh terasa hangat.
Saat gejala muncul, segera cari posisi aman. Duduk atau berbaring dapat membantu mencegah seseorang jatuh dan mengalami cedera.
Jika memungkinkan, berbaring telentang. Pada kondisi pingsan sederhana tanpa cedera, meninggikan kedua kaki juga dapat dipertimbangkan.
Pada pingsan yang berkaitan dengan respons vasovagal atau tekanan darah turun, kontraksi otot kaki dapat membantu mempertahankan tekanan darah. Teknik ini dikenal sebagai physical counterpressure maneuvers.
Jika keluhan tidak membaik dalam satu hingga dua menit, semakin berat, atau kembali muncul, segera cari bantuan medis.
Pertolongan pertama pada orang pingsan bukan sekadar membuat pasien cepat sadar. Prioritas utamanya adalah memastikan jalan napas, pernapasan, dan keselamatan pasien. (*)






