Minuman Energi Dikonsumsi Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Penulis -

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mengonsumsi minuman energi. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi mengonsumsi minuman energi. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Minuman energi kerap menjadi pilihan saat tubuh terasa lelah dan aktivitas masih padat. Namun, kebiasaan mengonsumsinya setiap hari membuat tubuh terus menerima kafein, gula, serta berbagai bahan stimulan.

Efeknya memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dalam waktu tertentu. Akan tetapi, dampaknya berbeda pada setiap orang dan bergantung pada jumlah konsumsi serta sensitivitas tubuh terhadap kafein.

Kandungan Minuman Energi Tidak Selalu Sama

Setiap produk minuman energi memiliki komposisi yang berbeda. Secara umum, satu kaleng dapat mengandung sekitar 80 hingga 200 miligram kafein.

Kafein tersebut dapat berasal dari sejumlah bahan, seperti guarana, ginseng, taurine, dan carnitine. Beberapa produk juga menambahkan vitamin, mineral, antioksidan, adaptogen, atau asam amino.

Caroline Thomason, RD, CDCES, ahli diet yang memiliki spesialisasi dalam perawatan dan edukasi diabetes, mengingatkan konsumen agar tidak hanya melihat klaim energi pada kemasan.

Menurutnya, kandungan setiap produk bisa berbeda. Karena itu, membaca label menjadi langkah penting sebelum menjadikan minuman energi sebagai konsumsi rutin.

Dilansir dari Eating Well, berikut ini beberapa dampak yang bisa terjadi ke tubuh kalau mengonsumsi minuman energi setiap hari:

1. Kafein Dapat Meningkatkan Kewaspadaan

Saat mengantuk atau membutuhkan tambahan energi, kafein dalam minuman energi dapat memberikan efek yang cukup terasa. Sejumlah penelitian mengaitkan kafein dengan peningkatan kewaspadaan, suasana hati, kecepatan reaksi, dan daya tahan fisik.

Roxana Ehsani, M.S., RD, CSSD, menjelaskan efek tersebut membuat minuman energi populer di kalangan orang yang aktif. Sebagian orang juga mengonsumsinya sebelum berolahraga atau menjalani aktivitas dalam waktu lama.

Meski demikian, respons terhadap kafein tidak sama pada setiap orang. Frances Largeman-Roth, RDN, menjelaskan bahwa toleransi dan sensitivitas seseorang turut menentukan seberapa kuat efek yang muncul.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Raya Fase VII Rampung, BPPW Sumbar Serah Terima Pengelolaan ke Pemko Padang

Jumlah kafein yang sudah dikonsumsi sebelumnya juga berpengaruh. Satu porsi dapat terasa ringan bagi seseorang, tetapi memberikan efek lebih kuat pada orang lain.

2. Konsumsi Berlebihan Bisa Memicu Gangguan pada Sistem Saraf

Frekuensi konsumsi menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang menjadikan minuman energi sebagai kebiasaan. Produk dengan kadar kafein tinggi dapat memberikan stimulasi kuat, terutama jika beberapa porsi diminum dalam waktu berdekatan.

Patricia Bannan, M.S., RDN, menjelaskan kafein dan stimulan dalam jumlah besar dapat memengaruhi sistem saraf. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan laju pernapasan.

Asupan kafein berlebihan juga dapat menimbulkan rasa cemas dan tubuh gemetar. Pada sebagian orang, efek tersebut bahkan dapat membuat tidur menjadi lebih sulit.

Gangguan tidur tentu dapat berdampak pada pemulihan energi tubuh. Karena itu, rasa lelah setelah kurang tidur tidak selalu berarti tubuh membutuhkan tambahan minuman energi.

3. Gula dalam Minuman Energi Perlu Diperhatikan

Selain kandungan kafein, jumlah gula juga penting untuk diperiksa. Caroline Thomason, RD, CDCES, mengatakan banyak produk minuman energi mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi.

Menurut Thomason, rekomendasi asupan gula tambahan mencapai 25 gram per hari untuk perempuan dan 36 gram untuk laki-laki. Sebagian produk minuman energi dapat memenuhi atau bahkan melampaui jumlah tersebut.

Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat. Setelah mengalami lonjakan, kadar tersebut dapat kembali turun dan membuat tubuh terasa lebih lelah.

Frances Largeman-Roth, RDN, menilai kondisi tersebut justru dapat berlawanan dengan tujuan seseorang mengonsumsi minuman energi. Bagi orang yang ingin mengurangi gula tambahan, produk tanpa gula dapat menjadi salah satu pilihan.

Baca Juga :  7 Buah untuk Penderita Diabetes yang Aman Dikonsumsi, Ini Pilihannya

Namun, Thomason juga mengingatkan bahwa pemanis pengganti memiliki pertimbangan tersendiri. Konsumen tetap perlu memperhatikan keseluruhan komposisi sebelum memilih produk untuk dikonsumsi secara rutin.

Tidak Semua Orang Mengonsumsi Minuman Energi

Minuman energi tidak cocok untuk semua orang. Kelompok tertentu perlu menghindari atau membatasi asupan kafein dari berbagai sumber.

Anak-anak dan remaja termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Anak berusia di bawah 12 tahun sebaiknya tidak mengonsumsi kafein.

Sementara itu, remaja berusia 12 hingga 18 tahun perlu membatasi konsumsi kafein hingga maksimal 100 miligram per hari.

Ibu hamil juga perlu menghitung total kafein dari seluruh sumber makanan dan minuman. Mengutip Eating Well, konsumsi kafein selama kehamilan sebaiknya tidak melebihi 200 miligram per hari.

Selain itu, hindari mencampurkan minuman energi dengan alkohol. Patricia Bannan, M.S., RDN, menjelaskan bahwa kombinasi tersebut sering dikaitkan dengan perilaku minum berlebihan dan peningkatan risiko perilaku berbahaya.

Perhatikan Kandungan Sebelum Menjadi Kebiasaan

Dampak minuman energi terhadap tubuh dapat berbeda pada setiap orang. Jumlah konsumsi, kadar kafein, kandungan gula, serta sensitivitas individu menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Minuman energi memang dapat memberikan dorongan kewaspadaan dalam kondisi tertentu. Namun, konsumsi setiap hari perlu dipertimbangkan dengan melihat kebutuhan dan komposisi produk.

Membaca label sebelum membeli dapat membantu mengetahui jumlah kafein, gula, serta bahan lain yang masuk ke tubuh. Dengan begitu, konsumsi minuman energi dapat dilakukan secara lebih bijak dan sesuai kebutuhan. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Lapak PKL yang Gunakan Fasum di Jalan Khatib Sulaiman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Residivis Pencurian Ponsel Ditangkap  di Belakang Plaza Andalas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB