Javanusa.com—Penderita asam lambung sering kali bingung memilih makanan yang aman agar gejala tidak kambuh.
Kabar baiknya, ubi jalar termasuk salah satu pilihan yang umumnya aman dikonsumsi karena kaya serat, rendah lemak, dan mengandung nutrisi yang mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Saat asam lambung naik, pemilihan makanan menjadi faktor penting untuk membantu mengurangi keluhan. Makanan pedas, berlemak, atau terlalu panas umumnya perlu dibatasi karena dapat memperburuk gejala.
Di antara berbagai sumber karbohidrat, ubi jalar menjadi salah satu makanan yang kerap direkomendasikan bagi penderita maag maupun gastroesophageal reflux disease (GERD). Kandungan gizinya dinilai mampu membantu menjaga sistem pencernaan tetap bekerja dengan baik.
Berikut beberapa alasan mengapa ubi jalar layak masuk dalam menu penderita asam lambung.
1. Kandungan Serat Membantu Mengurangi Gejala Refluks
Ubi jalar mengandung serat dalam jumlah tinggi yang berperan penting menjaga kesehatan saluran cerna.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam World Journal of Gastroenterology melibatkan 36 pasien dengan penyakit asam lambung. Peserta penelitian mendapat suplemen serat alami sebanyak 5 gram, tiga kali sehari.
Hasilnya menunjukkan penurunan jumlah pasien yang mengalami heartburn dari 93 persen menjadi 40 persen. Peneliti menjelaskan bahwa asupan serat dapat meningkatkan tekanan pada otot katup kerongkongan bagian bawah sehingga refluks asam lebih sulit terjadi.
2. Mengandung Karbohidrat Kompleks dengan Indeks Glikemik Sedang
Selain kaya serat, ubi jalar juga menjadi sumber karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik (IG) sedang.
Karakteristik ini membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dibandingkan makanan dengan indeks glikemik tinggi. Meski lonjakan gula darah tidak secara langsung menyebabkan asam lambung, kondisi tersebut dapat memengaruhi munculnya kembali gejala pada sebagian orang.
Karena itu, memilih sumber karbohidrat yang lebih stabil menjadi salah satu langkah yang dapat membantu mengontrol keluhan.
3. Rendah Lemak sehingga Lebih Ramah untuk Lambung
Cara pengolahan turut menentukan manfaat ubi jalar bagi penderita GERD. Ubi jalar yang direbus atau dikukus mengandung lemak sangat rendah sehingga lebih aman dibandingkan makanan yang digoreng. Sebaliknya, makanan tinggi lemak dapat melemahkan otot sfingter atau katup yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
Selain membuat katup lebih mudah mengendur, makanan berlemak juga memerlukan produksi asam lambung lebih banyak selama proses pencernaan.
4. Kaya Senyawa Antiradang
Ubi jalar mengandung beta-karoten dan vitamin C yang memiliki sifat antiradang alami. Pada penderita asam lambung, naiknya asam ke kerongkongan dapat memicu iritasi dan peradangan. Kandungan antioksidan dalam ubi jalar membantu mengurangi proses peradangan tersebut sekaligus memberikan efek menenangkan pada dinding lambung dan kerongkongan.
5. Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama
Perut yang kosong terlalu lama juga dapat memicu keluhan asam lambung pada sebagian penderita. Mengutip AARP, ubi jalar rebus atau kukus dapat menjadi pilihan camilan maupun makanan utama karena mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, lambung tidak dibiarkan kosong dalam waktu panjang yang berpotensi memicu kambuhnya gejala.
Cara Mengolah Ubi Jalar agar Aman untuk Asam Lambung
Meski bermanfaat, cara mengolah ubi jalar tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak berkurang.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
-
- Pilih metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang tanpa tambahan minyak berlebihan.
- Konsumsi dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar lambung tidak terlalu penuh.
- Hindari menyantap ubi saat masih sangat panas karena dapat mengiritasi kerongkongan.
- Padukan dengan sayuran rendah gas seperti wortel, bayam, atau labu kuning. Jika perut sensitif, sebaiknya batasi kol dan brokoli.
Tetap Perhatikan Respons Tubuh
Meskipun ubi jalar tergolong aman bagi sebagian besar penderita asam lambung, respons setiap orang dapat berbeda.
Jika gejala justru muncul atau memburuk setelah mengonsumsi ubi jalar, kurangi porsinya atau ubah cara pengolahannya. Apabila keluhan terus berulang atau tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (*/red)






