Javanusa.com—Menjaga hubungan tetap harmonis tidak selalu membutuhkan kejutan romantis atau perayaan khusus. Justru, perhatian sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membuat pasangan merasa dicintai dan dihargai.
Dalam keseharian, pasangan membutuhkan lebih dari sekadar status sebagai orang terdekat. Mereka juga ingin merasa didengar, diperhatikan, diapresiasi, dan menjadi bagian penting dalam kehidupan satu sama lain.
Sejumlah kajian mengenai hubungan, termasuk penelitian psikolog John Gottman, menunjukkan pentingnya interaksi positif dalam membangun hubungan yang sehat dan bertahan lama.
Dilansir dari Once Upon a Habit, berikut beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan bersama pasangan.
1. Luangkan Waktu untuk Benar-Benar Mendengarkan
Kesibukan pekerjaan dan aktivitas harian terkadang membuat pasangan hanya berbagi ruang tanpa benar-benar berkomunikasi. Kondisi ini bisa terjadi meski keduanya tinggal dalam satu rumah.
Menyediakan waktu sekitar 10 menit setiap hari dapat menjadi langkah sederhana. Gunakan momen tersebut untuk berbicara tanpa gangguan dari pekerjaan, ponsel, atau aktivitas lainnya.
Pertanyaan seperti, “Apa saja yang terjadi hari ini?” atau “Ada yang bisa aku bantu?” dapat membuka percakapan. Kalimat sederhana tersebut menunjukkan perhatian terhadap kondisi pasangan.
Ketika pasangan bercerita, berikan perhatian penuh. Letakkan ponsel dan dengarkan tanpa langsung mencari solusi. Terkadang, pasangan hanya membutuhkan seseorang yang mau memahami ceritanya.
2. Biasakan Mengucapkan Terima Kasih
Perhatian kecil sering kehilangan makna ketika hubungan sudah berlangsung lama. Bantuan mengerjakan pekerjaan rumah, menyiapkan makanan, atau menjemput pasangan akhirnya dianggap sebagai kewajiban.
Padahal, apresiasi sederhana dapat memberikan pengaruh emosional yang berarti. Ucapan terima kasih menunjukkan bahwa pasangan menyadari usaha yang telah dilakukan.
Cobalah mengatakan, “Terima kasih sudah selalu menemani aku,” atau “Aku benar-benar menghargai bantuanmu tadi.” Kalimat tersebut dapat membuat pasangan merasa usahanya diperhatikan.
Kebiasaan menghargai hal-hal kecil juga membantu pasangan lebih fokus pada sisi positif hubungan. Dengan begitu, suasana dalam rumah dapat terasa lebih hangat dan suportif.
3. Berikan Pujian yang Tulus dan Spesifik
Pujian biasanya lebih sering muncul pada awal hubungan. Setelah bertahun-tahun bersama, pasangan justru dapat lupa mengungkapkan hal-hal yang mereka kagumi dari satu sama lain.
Padahal, kebutuhan untuk mendapatkan apresiasi tidak otomatis hilang setelah hubungan berjalan lama. Pujian juga tidak harus berkaitan dengan penampilan.
Kamu bisa memuji kesabaran pasangan ketika menghadapi masalah. Kamu juga dapat mengapresiasi tanggung jawabnya terhadap keluarga atau usaha yang ia lakukan dalam pekerjaan.
Pujian spesifik terasa lebih personal daripada sekadar mengatakan, “Kamu hebat.” Pasangan akan lebih memahami bagian dari dirinya yang benar-benar kamu hargai.
4. Sampaikan Kebutuhan Secara Jujur
Konflik sering muncul ketika seseorang berharap pasangannya mampu membaca pikiran. Padahal, kebutuhan emosional setiap orang berbeda dan tidak selalu mudah dikenali.
Jika membutuhkan perhatian, waktu bersama, atau bantuan tertentu, sampaikan secara jelas. Misalnya, katakan bahwa kamu ingin ditemani berbicara atau membutuhkan bantuan menyelesaikan pekerjaan rumah.
Pemilihan waktu juga penting ketika membahas persoalan sensitif. Pastikan pasangan memiliki kesempatan untuk mendengarkan dan merespons percakapan tersebut.
Mulailah pembicaraan dengan nada yang tenang. Cara ini biasanya lebih efektif daripada membuka percakapan dengan kritik atau keluhan.
5. Tunjukkan Kasih Sayang Lewat Sentuhan
Sentuhan sederhana dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi dalam hubungan. Gestur tersebut tidak selalu berkaitan dengan aktivitas seksual.
Menggenggam tangan, memberikan pelukan sebelum berangkat kerja, atau mengusap punggung pasangan ketika lelah dapat menjadi bentuk perhatian. Sentuhan yang nyaman juga dapat membantu membangun rasa aman dan kedekatan.
Penelitian mengenai sentuhan penuh kasih menunjukkan kaitannya dengan oksitosin, hormon yang berperan dalam ikatan sosial dan rasa percaya. Karena itu, pasangan dapat menggunakan kontak fisik sebagai salah satu cara mengekspresikan kasih sayang.
Pelukan setelah seharian beraktivitas atau menggenggam tangan ketika berjalan bersama mungkin terlihat sederhana. Namun, kebiasaan tersebut dapat memiliki makna emosional bagi pasangan.
6. Sisihkan Waktu untuk Kencan Berdua
Pekerjaan, urusan rumah, dan pengasuhan anak dapat membuat pasangan kehilangan waktu untuk menikmati kebersamaan. Jika berlangsung terus-menerus, hubungan berisiko terasa seperti sekadar menjalankan rutinitas bersama.
Karena itu, sisihkan waktu khusus untuk berdua. Durasi satu atau dua jam setiap minggu pun dapat menjadi pilihan.
Kencan tidak harus berlangsung di restoran mahal atau melalui perjalanan jauh. Menonton film di rumah, berjalan sore, mencoba kafe baru, atau memasak bersama juga dapat menjadi pilihan.
Hal terpenting terletak pada kualitas dan konsistensi waktu tersebut. Ketika pasangan menyediakan ruang khusus untuk bersama, komunikasi dapat tetap terjaga dan kedekatan emosional pun lebih mudah dipelihara.
Pada akhirnya, hubungan harmonis terbentuk dari banyak kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Mendengarkan, mengapresiasi, memberikan kasih sayang, serta menyediakan waktu bersama dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kedekatan pasangan. (*)






