Javanusa.com—Menurunnya gairah saat berhubungan intim tidak selalu menandakan rasa cinta kepada pasangan telah memudar.
Berbagai faktor, mulai dari stres, perubahan hormon, hingga kondisi kesehatan tertentu, dapat memengaruhi hasrat seksual pada pria maupun wanita.
Tidak bergairah saat berhubungan intim sesekali merupakan kondisi yang masih tergolong normal. Baik suami maupun istri dapat mengalami penurunan hasrat seksual karena perubahan fisik, psikologis, maupun situasi tertentu.
Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus dan memengaruhi kualitas hubungan, ada baiknya mencari penyebab yang mendasarinya.
Hubungan intim tidak hanya bergantung pada aspek fisik, tetapi juga dipengaruhi kedekatan emosional, rasa nyaman, dan komunikasi yang sehat.
Berikut sejumlah penyebab tidak bergairah saat berhubungan yang perlu diketahui.
1. Stres dan Kelelahan
Stres berkepanjangan serta kelelahan menjadi penyebab paling umum turunnya gairah seksual. Kondisi ini dapat dialami oleh pria maupun wanita.
Saat tubuh berada dalam tekanan, sistem saraf akan lebih fokus menjaga kondisi tubuh tetap stabil dibandingkan memunculkan hasrat seksual. Akibatnya, energi dan perhatian lebih banyak tercurah untuk menyelesaikan masalah atau memulihkan kondisi tubuh.
2. Perubahan Hormon
Ketidakseimbangan hormon juga berperan besar terhadap penurunan libido.
Pada wanita, masa menopause maupun menyusui sering memicu vagina menjadi lebih kering sehingga hubungan intim terasa kurang nyaman. Sementara itu, pria dengan kadar testosteron rendah dapat mengalami penurunan dorongan seksual hingga gangguan ereksi.
3. Hubungan dengan Pasangan Kurang Harmonis
Kualitas hubungan emosional memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seksual pasangan.
Konflik yang terus terjadi, komunikasi yang buruk, atau perasaan tidak dihargai dapat mengurangi kedekatan emosional. Ketika rasa aman dan nyaman memudar, keinginan untuk melakukan hubungan intim pun ikut menurun.
4. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat diketahui dapat memengaruhi fungsi seksual. Dikutip dari NHS, antidepresan, pil kontrasepsi, dan obat untuk tekanan darah termasuk yang sering dikaitkan dengan penurunan libido.
Efek tersebut dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi dosis, jenis obat, dan kondisi kesehatan masing-masing.
5. Kurang Percaya Diri terhadap Penampilan
Perubahan bentuk tubuh sering memengaruhi rasa percaya diri seseorang saat berhubungan intim.
Kenaikan berat badan, stretch mark, atau perubahan fisik setelah melahirkan dapat memunculkan rasa minder. Kondisi ini membuat seseorang merasa kurang nyaman sehingga hasrat seksual ikut menurun.
6. Kurangnya Variasi dalam Hubungan Intim
Rutinitas yang monoton juga dapat membuat kehidupan seksual terasa membosankan, terutama pada pasangan yang telah lama menikah.
Hubungan intim yang dilakukan dengan pola yang sama secara terus-menerus, minim foreplay, dan kurang melibatkan kedekatan emosional berpotensi mengurangi gairah. Variasi suasana, komunikasi, maupun bentuk keintiman dapat membantu menghidupkan kembali hasrat seksual.
7. Penyakit Tertentu
Sejumlah penyakit dapat menjadi penyebab tidak bergairah saat berhubungan tanpa disadari.
Diabetes, gangguan tiroid, hingga depresi dapat memengaruhi keseimbangan hormon, aliran darah, maupun kondisi psikologis yang berperan dalam fungsi seksual. Dampaknya, seseorang bisa mengalami penurunan libido, sulit terangsang, atau tidak lagi menikmati hubungan intim.
Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter?
Naik turunnya gairah seksual merupakan hal yang wajar dan dapat dialami siapa saja. Meski demikian, jika kondisi berlangsung lama, menimbulkan tekanan, atau mengganggu keharmonisan hubungan, sebaiknya jangan diabaikan.
Komunikasi terbuka dengan pasangan menjadi langkah awal untuk mencari solusi. Jika penyebabnya berkaitan dengan masalah kesehatan atau sulit diatasi sendiri, konsultasi dengan dokter maupun terapis seks dapat membantu menemukan penanganan yang sesuai. (*/red)






