7 Penyebab Tidak Bergairah saat Berhubungan Intim, Mulai dari Stres hingga Gangguan Hormon

Penulis -

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pasangan yang sedang berbaring berjauhan di tempat tidur. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi pasangan yang sedang berbaring berjauhan di tempat tidur. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Menurunnya gairah saat berhubungan intim tidak selalu menandakan rasa cinta kepada pasangan telah memudar.

Berbagai faktor, mulai dari stres, perubahan hormon, hingga kondisi kesehatan tertentu, dapat memengaruhi hasrat seksual pada pria maupun wanita.

Tidak bergairah saat berhubungan intim sesekali merupakan kondisi yang masih tergolong normal. Baik suami maupun istri dapat mengalami penurunan hasrat seksual karena perubahan fisik, psikologis, maupun situasi tertentu.

Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus dan memengaruhi kualitas hubungan, ada baiknya mencari penyebab yang mendasarinya.

Hubungan intim tidak hanya bergantung pada aspek fisik, tetapi juga dipengaruhi kedekatan emosional, rasa nyaman, dan komunikasi yang sehat.

Berikut sejumlah penyebab tidak bergairah saat berhubungan yang perlu diketahui.

1. Stres dan Kelelahan

Stres berkepanjangan serta kelelahan menjadi penyebab paling umum turunnya gairah seksual. Kondisi ini dapat dialami oleh pria maupun wanita.

Saat tubuh berada dalam tekanan, sistem saraf akan lebih fokus menjaga kondisi tubuh tetap stabil dibandingkan memunculkan hasrat seksual. Akibatnya, energi dan perhatian lebih banyak tercurah untuk menyelesaikan masalah atau memulihkan kondisi tubuh.

2. Perubahan Hormon

Ketidakseimbangan hormon juga berperan besar terhadap penurunan libido.

Pada wanita, masa menopause maupun menyusui sering memicu vagina menjadi lebih kering sehingga hubungan intim terasa kurang nyaman. Sementara itu, pria dengan kadar testosteron rendah dapat mengalami penurunan dorongan seksual hingga gangguan ereksi.

3. Hubungan dengan Pasangan Kurang Harmonis

Kualitas hubungan emosional memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seksual pasangan.

Konflik yang terus terjadi, komunikasi yang buruk, atau perasaan tidak dihargai dapat mengurangi kedekatan emosional. Ketika rasa aman dan nyaman memudar, keinginan untuk melakukan hubungan intim pun ikut menurun.

Baca Juga :  Wawako Ekos Albar Optimis Pasar Alai Raih SNI Lagi
4. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat diketahui dapat memengaruhi fungsi seksual. Dikutip dari NHS, antidepresan, pil kontrasepsi, dan obat untuk tekanan darah termasuk yang sering dikaitkan dengan penurunan libido.

Efek tersebut dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi dosis, jenis obat, dan kondisi kesehatan masing-masing.

5. Kurang Percaya Diri terhadap Penampilan

Perubahan bentuk tubuh sering memengaruhi rasa percaya diri seseorang saat berhubungan intim.

Kenaikan berat badan, stretch mark, atau perubahan fisik setelah melahirkan dapat memunculkan rasa minder. Kondisi ini membuat seseorang merasa kurang nyaman sehingga hasrat seksual ikut menurun.

6. Kurangnya Variasi dalam Hubungan Intim

Rutinitas yang monoton juga dapat membuat kehidupan seksual terasa membosankan, terutama pada pasangan yang telah lama menikah.

Hubungan intim yang dilakukan dengan pola yang sama secara terus-menerus, minim foreplay, dan kurang melibatkan kedekatan emosional berpotensi mengurangi gairah. Variasi suasana, komunikasi, maupun bentuk keintiman dapat membantu menghidupkan kembali hasrat seksual.

7. Penyakit Tertentu

Sejumlah penyakit dapat menjadi penyebab tidak bergairah saat berhubungan tanpa disadari.

Diabetes, gangguan tiroid, hingga depresi dapat memengaruhi keseimbangan hormon, aliran darah, maupun kondisi psikologis yang berperan dalam fungsi seksual. Dampaknya, seseorang bisa mengalami penurunan libido, sulit terangsang, atau tidak lagi menikmati hubungan intim.

Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter?

Naik turunnya gairah seksual merupakan hal yang wajar dan dapat dialami siapa saja. Meski demikian, jika kondisi berlangsung lama, menimbulkan tekanan, atau mengganggu keharmonisan hubungan, sebaiknya jangan diabaikan.

Komunikasi terbuka dengan pasangan menjadi langkah awal untuk mencari solusi. Jika penyebabnya berkaitan dengan masalah kesehatan atau sulit diatasi sendiri, konsultasi dengan dokter maupun terapis seks dapat membantu menemukan penanganan yang sesuai. (*/red)

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Kemenag Gelar Gerakan Bersih Masjid dan Tanam Pohon Serentak se-Indonesia

Berita Terkait

Anatomi Vagina dan Selaput Dara: Bentuk, Fungsi, serta Fakta yang Perlu Diketahui
Saat Masturbasi, Ini 7 Perubahan yang Terjadi pada Tubuh
7 Persiapan Pengantin Pria Sebelum Malam Pertama, Jangan Abaikan Hal Ini
5 Cara Meningkatkan Vitalitas Pria agar Stamina Tetap Prima dan Tubuh Lebih Bugar
7 Ciri-Ciri Libido Tinggi yang Masih Normal, Kenali Bedanya dengan Hiperseksual
Mimpi Berhubungan Intim, Pertanda Apa? Berikut Penjelasan Psikologisnya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru