Solsel, Javanusa—Memasuki usia ke-22 tahun pada 7 Januari 2026, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) terus menunjukkan kemajuan yang signifikan dan kian sejajar dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Seiring dengan itu, Pemkab Solsel juga terus berupaya memenuhi kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Salah satu sektor strategis yang dikembangkan adalah pengelolaan energi panas bumi yang dikelola oleh PT Supreme Energy Muara Laboh (PT SEML).
Kontribusi Panas Bumi Muara Laboh untuk Daerah
PT SEML mulai memproduksi panas bumi tahap pertama atau stage 1 pada akhir Desember 2019. Sejak beroperasi, proyek ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Solsel.
Dalam lima tahun terakhir, keberadaan PLTP Muara Laboh juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dampaknya terlihat dari peningkatan aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, dan perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Evaluasi RKAB di Kementerian ESDM
Sebagai bentuk penguatan tata kelola sektor energi terbarukan, pemerintah daerah menghadiri pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Agenda ini digelar pada Kamis (9/1/2026) di Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Cikini, Jakarta.
Pembahasan meliputi evaluasi RKAB Tahun 2025 sekaligus rencana RKAB Tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan dan perencanaan berkelanjutan sektor panas bumi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi, hadir langsung dalam agenda tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada PT SEML atas kontribusi nyata perusahaan bagi pembangunan daerah.
“Keberadaan PT SEML telah memberi dampak positif terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Syamsurizaldi.
Sekda berharap pengembangan panas bumi dapat berlanjut hingga stage 3. Ia menegaskan eksploitasi stage 2 harus mengedepankan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.
Selain aspek lingkungan, pemerintah daerah mendorong keterlibatan ekonomi masyarakat. Optimalisasi peran UMKM local penting agar manfaat energi terbarukan dirasakan secara merata.
Pendekatan ini memperkuat posisi Solok Selatan sebagai daerah yang tidak hanya kaya sumber daya energi. Lebih dari itu, Solok Selatan diarahkan menjadi model pembangunan energi terbarukan yang inklusif dan berkelanjutan. (*/red)






