Javanusa.com—Aksi para penjaga gawang menjadi sorotan utama pada Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026.
Sejumlah penyelamatan krusial dan distribusi bola yang efektif membuat beberapa kiper mencatat lonjakan signifikan dalam Power Rankings FIFA yang didukung Aramco.
Pemeringkatan tersebut menunjukkan peran kiper tidak lagi sebatas menjaga gawang. Mereka kini menjadi elemen penting dalam membangun serangan sekaligus menentukan hasil pertandingan di fase gugur.
Power Rankings FIFA Ukur Kontribusi Menyeluruh
Power Rankings FIFA menggunakan sistem analisis berbasis metrik untuk mengukur pengaruh pemain sepanjang turnamen. Penilaian terhadap kiper terbagi dalam dua kategori utama.
Kategori Dalam Penguasaan Bola mengukur kontribusi saat membangun serangan melalui distribusi dan kemampuan memainkan bola.
Sementara itu, kategori Bertahan di Gawang menilai kualitas penyelamatan, pencegahan gol, serta aksi langsung di depan gawang.
Memasuki babak 16 besar, peringkat tidak lagi sekadar mencerminkan konsistensi sejak fase grup. Penampilan pada pertandingan hidup-mati kini menjadi faktor utama yang menentukan posisi pemain.
Di kategori Bertahan di Gawang, kiper Portugal Diogo Costa berhasil merebut posisi teratas setelah tampil impresif meski timnya kalah tipis 0-1 dari Spanyol.
Sementara itu, Ronwen Williams dari Afrika Selatan tetap bertahan di posisi pertama kategori Dalam Penguasaan Bola, walaupun negaranya sudah tersingkir sejak Babak 32 Besar oleh salah satu tuan rumah, Kanada.
Kiper Cabo Verde, Vozinha, juga tetap mencuri perhatian. Meski timnya tersingkir setelah kalah melalui perpanjangan waktu dari juara bertahan Argentina, ia masih menempati posisi kedua kategori Penguasaan Bola dan peringkat ketujuh kategori Bertahan di Gawang.
Pickford Bersinar, Gill Konsisten, Unai Simon Catat Rekor
Pada kategori Dalam Penguasaan Bola, Orlando Gill dari Paraguay memperoleh nilai 7,12. Penampilannya saat membantu Paraguay menyingkirkan Jerman serta menghadapi Prancis membuatnya naik dua peringkat ke posisi ketiga.
Gill membukukan empat penyelamatan dari lima tembakan yang mengarah ke gawang, mencatat 15 aksi pencegahan gol, serta menghasilkan tujuh terobosan garis pertahanan. Kini ia berada di posisi ketiga pada dua kategori sekaligus.

Kiper Inggris Jordan Pickford juga mencatat kenaikan signifikan. Nilai 7,12 membawanya melonjak delapan peringkat ke posisi keempat setelah tampil menentukan saat Inggris mengalahkan Meksiko.
Dalam laga tersebut, Pickford melakukan tiga penyelamatan dari lima tembakan, menciptakan sepuluh terobosan garis pertahanan, dan membantu Inggris bertahan meski hanya menguasai bola sebesar 31,5 persen. Berkat performa itu, ia juga naik sepuluh peringkat ke posisi kedelapan kategori Bertahan di Gawang.

Sementara itu, Unai Simon membawa Spanyol mempertahankan soliditas pertahanan. Penjaga gawang nomor satu La Roja itu naik 12 peringkat ke posisi ke-10 setelah mencatat lima clean sheet beruntun di Piala Dunia.
Saat menghadapi Portugal, Simon menggagalkan dua peluang lawan, menyelesaikan 29 operan, serta delapan kali menembus garis pertahanan melalui distribusi bolanya.

Diogo Costa Pimpin Kategori Bertahan di Gawang
Di kategori Bertahan di Gawang, Diogo Costa mencatat nilai tertinggi, yakni 8,90. Meski Portugal harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1, penampilan Costa tetap mendapat apresiasi tinggi.
Ia membukukan lima penyelamatan dari enam tembakan tepat sasaran serta menghasilkan 15 aksi pencegahan gol. Sepanjang lima pertandingan di Piala Dunia 2026, Costa telah menggagalkan 19 dari 23 tembakan yang mengarah ke gawang dan mencatat total 69 pencegahan gol.

Posisi kedua ditempati Gregor Kobel dari Swiss dengan nilai 8,22. Ia naik dua tingkat setelah tampil solid pada babak 16 besar.
Kobel berhasil menggagalkan seluruh tiga tembakan yang dihadapinya, menyelesaikan 43 dari 54 operan, lalu membantu Swiss memenangkan adu penalti. Penampilannya menjadi modal penting menjelang duel perempat final menghadapi Argentina.

Kenaikan paling mencolok dibukukan Orjan Nyland dari Norwegia. Kiper berusia berpengalaman itu melesat 18 peringkat ke posisi keenam dengan nilai 7,57 usai membawa Norwegia mengalahkan Brasil 2-
Nyland menjadi pahlawan kemenangan setelah menggagalkan penalti Bruno Guimaraes pada babak pertama dan mencatat empat penyelamatan sepanjang pertandingan. Menariknya, performa impresif di Piala Dunia tersebut hadir setelah musim lalu ia hanya tampil lima kali di La Liga bersama Sevilla.
Selain itu, Nyland juga naik satu posisi dalam kategori Dalam Penguasaan Bola dan kini menempati peringkat kelima. (*)







