Jakarta, Javanusa—Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung pelaksanaan Indonesia Summer Cooking Experience yang digelar Kementerian Perdagangan RI di Ron Gastrobar, Amsterdam, Belanda.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) yang bertujuan memperluas promosi kuliner Nusantara di pasar global.
Program ini tidak hanya mengenalkan kekayaan cita rasa Indonesia, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha internasional dengan berbagai produk pangan serta jenama kuliner unggulan nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan keberhasilan produk kuliner Indonesia menembus pasar internasional membutuhkan kolaborasi antarkementerian dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang merepresentasikan budaya, tradisi, dan kreativitas Indonesia. Melalui program S’RASA, kolaborasi menjadi sarana untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara sekaligus memperluas pengenalan produk dan jenama kuliner Indonesia di pasar internasional,” ujar Teuku Riefky.
Kolaborasi Buka Peluang Bisnis Global
Menurut Teuku Riefky, sinergi lintas sektor membuka kesempatan lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner untuk menjalin kemitraan strategis dengan importir, distributor, hingga calon mitra usaha di berbagai negara.
Kementerian Ekraf, lanjutnya, terus menghadirkan berbagai bentuk dukungan melalui promosi internasional, partisipasi dalam pameran global, hingga business matching agar produk kuliner Indonesia semakin mudah menjangkau pasar ekspor.
“Kementerian Ekraf terus menghadirkan fasilitasi promosi, partisipasi pada pameran internasional, dan business matching sebagai upaya mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan pasar global. Kolaborasi seperti ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pasar bagi produk dan jenama kuliner Indonesia,” katanya.
Peserta Belanda Belajar Langsung Memasak Hidangan Nusantara
Indonesia Summer Cooking Experience dikemas dalam konsep business engagement interaktif yang memadukan praktik memasak, makan bersama, pameran produk, dan jejaring bisnis.
Agenda tersebut diikuti pelaku usaha kuliner di Belanda, importir produk Indonesia, distributor bumbu masak, hingga jaringan ritel seperti Warung Barokah di Amsterdam dan Toko Kalimantan di Zaandam.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, membuka acara tersebut secara resmi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mempraktikkan langsung pembuatan empat menu khas Indonesia, yaitu sate kambing, cireng, otak-otak, dan bolu gula aren. Pengalaman tersebut memberi pemahaman mengenai penggunaan bahan baku autentik Indonesia sekaligus memperkenalkan karakter rasa kuliner Nusantara kepada calon mitra bisnis di Belanda.
S’RASA Jadi Kelanjutan Program Indonesia Spice Up the World
Program S’RASA merupakan transformasi dari gerakan gastrodiplomasi Indonesia Spice Up the World (ISUTW) yang diluncurkan pada Agustus 2025.
Inisiatif tersebut melibatkan enam kementerian dan lembaga melalui perjanjian kerja sama. Dalam program itu, Kementerian Ekraf berperan memperkuat promosi internasional, memperluas partisipasi pada pameran dunia, menyelenggarakan business matching, serta membangun rantai pasok dan jejaring industri bagi jenama kuliner binaannya.
Belanda Dinilai Strategis untuk Ekspansi Produk Indonesia
Belanda dipilih karena memiliki posisi sebagai salah satu pusat logistik utama di Eropa dan dinilai memiliki pasar yang terbuka terhadap perkembangan kuliner internasional.
Dalam kesempatan itu, sejumlah produk unggulan Indonesia turut diperkenalkan kepada calon pembeli dan mitra distribusi, di antaranya Kecap Bango, gula aren produksi PT Mahorahora Bumi Nusantara, serta Kopi Kapal Api yang dipersiapkan memasuki jaringan distribusi Eropa.
Founder Lakeside BV, Oswin Beingsick, menilai kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan volume impor produk pangan dan bahan baku kuliner Indonesia ke pasar Eropa. (*)






