Padang, Javanusa—Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, resmi membuka kegiatan Talk on Taste di Mini Stage Kawasan Kota Tua, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Talk on Taste menghadirkan diskusi inspiratif bersama pelaku dan ahli kuliner. Sejumlah tokoh kuliner hadir, di antaranya pakar kuliner William Wongso dan juru masak utama Lord Ardi.
Selain itu, Dewan Kuliner Indonesia Roby Bagindo, Gupta Sitorus, dan Ray Janson turut mengikuti kegiatan tersebut.
Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, dan Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa juga menghadiri acara.
Turut hadir Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Fadly Amran dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.
Ketua DWP Padang Ny. Nova Raju Minropa serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang juga mengikuti kegiatan itu.
Masak 1.000 Porsi Nasi Goreng Rendang untuk Penggalangan Dana Banjir
Rangkaian Talk on Taste juga menghadirkan kegiatan masak besar nasi goreng rendang sebanyak 1.000 porsi.
Panitia menjual nasi goreng rendang tersebut dengan harga Rp357 per porsi.
Hasil penjualan akan digunakan untuk penggalangan dana bagi korban banjir yang terjadi pada 3 Agustus lalu.
Kegiatan tersebut menggabungkan agenda gastronomi dengan aksi sosial dalam rangka peringatan HJK Padang ke-357.
Dukung Padang Masuk City of Gastronomy UNESCO
Teuku Riefky Harsya menyampaikan dukungannya terhadap keseriusan Pemerintah Kota Padang dalam mengusulkan Padang sebagai City of Gastronomy.
Usulan tersebut diajukan melalui jaringan UNESCO Creative Cities Network atau UCCN.
Menurut Teuku Riefky, jika usulan itu berhasil, Padang akan menjadi kota gastronomi pertama dari Indonesia.
Ia menilai gastronomi dapat menjadi lokomotif dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Padang.
Karena itu, seluruh subsektor ekonomi kreatif perlu terus diperkuat. Langkah tersebut penting untuk membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang saling mendukung.
“Perjuangan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab Wali Kota dan masyarakat Padang, tetapi juga menjadi perjuangan bersama Pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif,” kata Teuku Riefky.
Ia menegaskan, konsep gastronomi tidak hanya berbicara tentang makanan.
“Gastronomi bukan hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga tentang cerita, budaya, desain, musik, seni pertunjukan. Hal ini harus diperkuat baik dari segi anggaran maupun kebijakan untuk mendukung terwujudnya Gastronomy City,” ujarnya.
Fadly Amran Siap Benahi Pendukung Pariwisata dan Gastronomi
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran berharap dukungan Menteri Ekonomi Kreatif semakin memperkuat langkah Padang menuju City of Gastronomy.
Fadly menyatakan Pemerintah Kota Padang siap menerima berbagai masukan dan melakukan pembenahan.
Pembenahan tersebut diharapkan dapat membantu Padang memenuhi persyaratan untuk masuk dalam UCCN.
Ia juga menyoroti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Padang dalam dua tahun terakhir.
Jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari sekitar 4,3 juta kunjungan pada 2024 menjadi 5,5 juta kunjungan pada 2025.
Menurut Fadly, peningkatan tersebut perlu diperkuat melalui rekognisi internasional.
Pemerintah Kota Padang juga akan membenahi berbagai aspek pendukung pariwisata dan gastronomi.
“Kita akan terus melakukan pembenahan, baik kawasan Kota Tua, restoran, rating, sertifikasi, kebersihan dapur, kebersihan toilet, pelayanan, maupun infrastruktur. Kita ingin setiap tamu yang datang mendapatkan pengalaman kuliner yang baik, nyaman, bersih, serta didukung pelayanan dan infrastruktur yang baik,” kata Fadly Amran. (*)






