Padang, Javanusa—Sebanyak 176 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Sumatera Barat (Sumbar) menuntaskan orientasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Penutupan orientasi berlangsung di Aula Bawaslu Sumbar, Senin (10/8/2026). Deputi Administrasi Bawaslu RI La Bayoni menutup kegiatan tersebut secara virtual.
Orientasi ini berlangsung secara mandiri dalam lima gelombang. Pembagian tersebut mengikuti instruksi Bawaslu RI.
176 PPPK Ikuti Orientasi Lima Gelombang
Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar Rinaldi Aulia mengatakan, seluruh peserta telah mengikuti rangkaian pembekalan sesuai gelombang masing-masing.
“Peserta sebanyak 176 orang. Kita sudah melakukan secara mandiri pembekalan. Dengan adanya instruksi dari Bawaslu RI, kita membagi kelas menjadi lima gelombang. Hari ini penutupan gelombang lima dan seluruh peserta orientasi PPPK,” kata Rinaldi.
Menurut Rinaldi, Bawaslu Sumbar juga melakukan penilaian terhadap peserta di setiap kelas. Lima peserta dengan nilai terbaik dari masing-masing kelas mendapat apresiasi.
Pemberian apresiasi tersebut bertujuan mendorong semangat peserta dalam menjalankan tugas di lingkungan Bawaslu.
“Kami bangga teman-teman PPPK telah menyelesaikan dengan baik,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan turut dihadiri Ketua Bawaslu Sumbar Alni. Hadir pula Anggota Bawaslu Sumbar Muhamad Khadafi, Vifner, dan Febrian Bartez.
Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar Rinaldi Aulia serta jajaran sekretariat juga menghadiri kegiatan penutupan tersebut.
Jadi Bekal Menghadapi Pemilu 2029
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Sumbar Muhamad Khadafi menilai orientasi memiliki arti penting bagi kesiapan kelembagaan.
Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan sumber daya manusia menghadapi Pemilu 2029.
“Ini penanda bahwa kita sudah siap melakukan pengawasan, pencegahan dan penindakan di Pemilu 2029. Kita sudah mulai persiapan untuk tugas dan fungsi kewenangan kita,” katanya.
Khadafi menegaskan, persiapan pemilu perlu dilakukan sejak jauh hari. Bawaslu, kata dia, perlu memastikan kesiapan personel dan sumber daya pendukung.
“Ini mesti kita sampaikan ke publik, kita lebih awal melakukan persiapan pemilu. Kita mempersiapkan personel dan sumber daya agar tugas pokok dan fungsi kewenangan kita bisa digunakan di 2029,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi 176 PPPK yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian orientasi.
Pembekalan Berlangsung Selama Delapan Hari
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Sumbar Vifner menjelaskan, setiap angkatan menjalani pembekalan selama delapan hari.
Materi orientasi mencakup langkah kerja, tugas, serta tanggung jawab dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu.
“Proses pembekalan masing-masing angkatan selama delapan hari, diberikan pengetahuan soal langkah kerja dan tugas dan tanggung jawab di Bawaslu,” katanya.
Vifner juga menyoroti pentingnya dukungan sekretariat terhadap kerja pimpinan Bawaslu. Menurutnya, fungsi pengawasan membutuhkan dukungan seluruh jajaran.
“Seluruh tahapan dan aktivitas dalam melakukan pekerjaan tentu saja kita pimpinan tidak akan bekerja maksimal tanpa teman-teman sekretariat,” ujarnya.
Ia berharap orientasi tersebut memperkuat kemampuan teknis dan administrasi para PPPK. Kemampuan itu diperlukan untuk menunjang kinerja kelembagaan Bawaslu.
PPPK Diminta Terus Tingkatkan Kapasitas
Koordinator Divisi SDMOD Bawaslu Sumbar Febrian Bartez mengatakan, para peserta kini menjadi bagian dari keluarga besar Bawaslu.
“Teman-teman sudah menjadi keluarga Bawaslu. Output dari kegiatan akan berdampak positif terhadap Bawaslu. Saya berharap dengan kegiatan orientasi meningkatkan kapasitas menyongsong Pemilu 2029,” katanya.
Bartez meminta para PPPK terus mengembangkan kemampuan. Proses belajar, menurutnya, tidak berhenti setelah orientasi selesai.
“Orientasi ini belajar yang sangat normal. Pesan saya, tidak hanya di ruangan formal, kita dituntut belajar meningkatkan kualitas dan kemampuan. Mari jaga kekompakan,” ujarnya.
Bawaslu Mulai Persiapan Sejak Dini
Deputi Administrasi Bawaslu RI La Bayoni meminta seluruh peserta segera kembali menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.
“Setelah penutupan ini kembali bekerja di bidang masing-masing dan memberikan kontribusi yang besar,” katanya.
La Bayoni menilai PPPK memiliki posisi strategis dalam mendukung pekerjaan Bawaslu. Karena itu, ia meminta seluruh peserta terus meningkatkan kapasitas dan memahami tanggung jawabnya.
“Keberadaan PPPK sangat strategis. Kita sedang berupaya untuk meningkatkan SDM di semua tingkatan,” ujarnya.
Menurut La Bayoni, persiapan menuju Pemilu 2029 harus dilakukan sejak sekarang. Ia menyebut tahapan persiapan akan dimulai pada 2027.
Karena itu, waktu yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapan seluruh jajaran Bawaslu.
“Harap memantaskan diri dan bekerja dengan baik. Jadikan orientasi ini sebagai titik awal bekerja dengan baik untuk menghadapi Pemilu 2029,” katanya.
Dengan berakhirnya orientasi, 176 PPPK Bawaslu Sumbar diharapkan mampu menerapkan hasil pembekalan dalam pekerjaan sehari-hari. Mereka juga diharapkan memperkuat dukungan kelembagaan dan kesiapan pengawasan menuju Pemilu 2029. (*)






